LAKI-LAKI itu menoleh. Pucuk-pucuk daun kopi dan coklat bergunduk. Daun-daunnya bertaut. Menyiluet. Ranting-rantingnya bergesekan. Menyembilu. Samsu mendorong pintu setengah badan. Engselnya tidak berbunyi. Dia berhenti sejenak. Senyap di luar terberai suara televisi yang…
Bulan: Desember 2013
Cerpen : Tentang Maulana dan Upaya Memperindah Purnama oleh A.S. Laksana
KUSAMPAIKAN sekarang tentang hati yang gentar dan kabut tebal dan ia yang melarikan gelisahnya ke wajah bulan. Aku sendiri menyukai pantai, sebab di sana ada debur ombak yang bisa mengalahkan debar jantung. Aku…
Cerpen : Batu oleh A. Muttaqin
BEGINI, Saudara, kuceritakan semuanya secara berurut saja. Betul, ini tentang lelaki yang kini menggegerkan kampung kita itu. Maaf kalau cerita ini membuat tidak enak Saudara yang kebetulan kerabat, kawan kental, atau kolega…
Cerpen : Gerimis di Kuta oleh Wendoko
IA duduk di teras kafe itu. Sudah lewat setengah sepuluh malam. Hujan baru saja reda. Dari tepi kanopi hijau-lumut di atasnya, ia melihat sisa hujan mengucur, seperti tirai air. Teras kafe itu agak…
Cerpen : Senja oleh Wladyslaw Reymont
SOKOL terbaring sekarat. Dia telah terkapar seperti ini cukup lama. Dia jatuh sakit dan kini disingkirkan seperti bangkai tak berguna. Orang-orang baik itu mengatakan bahwa membunuh dia adalah perbuatan yang salah walaupun kulitnya…