MEREKA kembali berada di meja yang sama, dan tengah saling bertukar minuman yang mereka pesan. Milo dingin milik perempuan itu terasa segar, sedangkan capuccino panas miliknya tak seenak yang ia bayangkan. Perempuan itu tersenyum, menawarinya…
Bulan: September 2014
Cerpen : Jendela dan Sore yang Gerimis oleh Wendoko
“JAUH DI KEDALAMAN, air laut sebiru kelopak cornflower yang paling indah dan sejernih kaca kristal. Tapi laut itu juga sangat dalam. Lebih dalam daripada yang dapat dijangkau tali jangkar mana pun, dan banyak, banyak…
Cerpen : Stroberi dalam Pot oleh Amalia Achmad
MARYANTO sempat pulang ke rumah orangtuanya, sebelum ia menjadi Miriam. Kira-kira tujuh tahun lalu. Ibunya masih secantik terakhir kali ia melihatnya. Ayahnya masih segagah yang bisa diingatnya. Kebun stroberi pada sebidang tanah di…
Cerpen : Kenakalan Remaja Manusia oleh Eliza Vitri Handayani
BAYANGAN gempal dari depan jatuh pada buku tulisku. Aku ketahuan! “Coba lihat buku catatan kamu!” kata Pak Firdaus. Kucengkeram buku itu erat-erat, sampai ia harus mencukilnya dari jemariku. Pak Firdaus tidak peduli akan…