/1/ Tangisan Sebutir Peluru Semua orang di Rafah, wilayah sekitar Gaza, mengenal baik Abu Hasaant. Ia orang baik, tapi sering berpikiran tak masuk akal setelah putrinya, Ammal, terkena peluru nyasar seorang Tzahal…
Bulan: Desember 2022
Cerpen : Empat Puluh Hari Sebelum Mati oleh Dody Widianto
SEPERTI teorema seorang filsuf yang bisa diterima sebagai kebenaran, bapak pernah berujar, “Di dunia ini yang perlu kita siapkan adalah memikirkan bagaimana nanti kita akan dikenang oleh semua orang ketika kita sudah…
Cerpen : Penjual Bunga oleh Marwanto
TIAP liburan Naya selalu kangen nenek. Bukan neneknya sendiri. Sebab pada neneknya, ia biasa memanggil dengan sebutan eyang. Tapi, nenek ini adalah seorang perempuan tua penjual bunga yang tinggal sekampung dengan eyangnya….
Cerpen : Sebuah Misteri Cinta oleh Fajar Irawati
DONI sangat kecewa ketika dia harus memperbaiki skripsinya kembali setelah berkali-kali dia menghadap Pak Widi, dosen pembimbingnya. Sudah tidak terhitung berapa kali dia harus menghadap beliau untuk bimbingan skripsi. Padahal, dia sudah…
Cerpen : Lelah Digantung oleh Lia Laeli Muniroh
Sedikit pun kau tak memedulikan peluh yang membintik di wajahmu. Sepeda kumbang yang kau kayuh terpaksa kau hentikan saat mendekati jembatan. Kau khawatir terjerumus pada kayu-kayu yang mulai tak utuh. Kedua tanganmu…
Cerpen : Bolehkah Kupinjam Sepatumu, Simon? oleh Silvester Petara Hurit
Kelahiran Simon adalah cerita buruk. Ibunya mengalami gangguan mental. Tak ada yang tahu persis siapa ayahnya. Diana, bidan desa waktu itu, berjuang sekuat usaha agar bayi yang kemudian diberi nama Simon dapat…
Cerpen : Skrip: Selembar Tisu oleh Dewanto Amin Sadono
INT-RUANGAN-MALAM HARI Tarjan menyandar ke dinding. “Aku kena pilek gara-gara es limun yang disuguhkan istri temanku. Sepertinya dia menaruh hati padaku. Namun, belum kutanggapi sebab pekerjaan kantor menumpuk. Pagi itu istriku…
Cerpen : Musibat Hemat oleh Gandi Sugandi
Herman berdiri hanya berhanduk di depan bak mandi. Tubuhnya sudah bersih diguyur air dan gosokan dari sabun yang sudah kecil. Rambutnya masih basah, sudah bersampo. Saat hendak menggosok gigi, pasta gigi dalam…
Cerpen : Nam Harus Diusir dari Surga oleh Agus Salim
NAM sudah berubah, tak bisa lagi disebut manusia. Agar tak membuat kerusakan lebih luas, juga biar tak menularkan keburukan-keburukan pada yang lain, maka dia harus dikeluarkan dari surga ini. “Gus, jangan lupa,…
Cerpen : Orang-Orang yang Dikalahkan Nasib oleh Aldi Anfasa Yunaz
SENJA berlabuh pukul enam. Permukaan air dan perbukitan yang tampak di kejauhan itu menguning bersama hari. Tepian sudah lengang, hanya tersisa tiga orang yang tak kunjung mandi sejak tadi. Dengan handuk seperti…