Ada lima permen kujajarkan di atas meja, dua permen rasa cherry, satu permen rasa mint, satu rasa anggur, dan satu lagi rasa jahe. Di sebelahnya masih ada tiga permen pelega tenggorokan yang…
Bulan: Desember 2022
Cerpen : Pendeta Isai oleh Sidik Nugroho
PENDETA itu menulis buku tentang perjalanannya ke surga tahun lalu. Ia bertemu Tuhan, malaikat, Juru Selamat, juga orang-orang tertentu yang sudah meninggal. Bukunya laris manis, kabarnya 50 ribu eksemplar terjual dalam tiga…
Cerpen : Burung-Burung Mati oleh Arianto Adipurwanto
Hanya dua hal yang bisa membuat Maridep berbicara panjang lebar. Menyangkut dua hal itu kata-kata darinya serupa biji-biji kopi yang terlalu matang, digerakkan sedikit saja langsung jatuh berguguran. PERTAMA, ia akan sanggup…
Cerpen : Darah Lebih Kental dari Air oleh Amelia Zelene
BELUM berlalu luka yang tertoreh di hati Naila sebab kezoliman saudari kandungnya. Naila meminjamkan sejumlah uang saat saudarinya membutuhkan, kemudian dia menagih uang tersebut. Naila merasa teriris hatinya sebab saudarinya menolak membayar…
Cerpen : Hadiah Natal dari Buenos Aires oleh Mufti Wibowo
JAM-JAM menjelang Natal, badai salju melintasi pantai barat ke arah timur laut. Badai itu baru benar-benar mereda kurang dari empat jam sebelum laga boxing day dihelat. Badai terburuk dalam sepuluh tahun terakhir…
Cerpen : Cerita Tanpa Cerita: Beran, 1949 oleh Seno Gumira Ajidarma
Jakarta, 2022 Ia sering teringat ibunya belakangan ini. Ibunya sudah meninggal 20 tahun lalu, dan kelebat bayangan ibunya ada kalanya muncul. Namun yang sering teringat olehnya kini adalah suatu kenangan tertentu. Kenangan…
Cerpen : Sepatu Bola untuk Rehan oleh Kak Ian
SIANG itu Rehan pulang sekolah begitu semangat. Terlihat dari pipi bocah itu yang tampak bersemu. Ia begitu semringah saat itu. Walaupun terik matahari tepat di atas kepalanya memanggang tubuh kecilnya. Tapi, ia…
Cerpen : Kharma Phala oleh Ni Wayan Wijayanti
”Jika Wayan masih miskin, bakar saja mayat bapak tanpa singa. Tidak usah repotkan hal itu.” Begitu laki-laki yang kupanggil bapak berkata dengan santainya. Tentu saja dia terlihat sangat tenang, bagaimana pun sebentar…
Cerpen : Tak Ada Piala Dunia di Hati Rahma oleh Endang S Sulistiya
SEKONYONG-KONYONG Rahma terjaga dari tidurnya. Wanita tiga puluh delapan tahun itu tampak agak gelagapan. Beberapa saat ekor matanya memindai seantero kamar. Plafon, lampu, dinding hingga korden. Ingatan Rahma memberi peringatan bahwa ia…
Cerpen : Jangan Masuk Hutan Itu! oleh Ayu Prawitasari
Aku melihat laki-laki itu dari kejauhan. Tampak pepohonan rimbun di belakangnya. Apakah dia akan masuk hutan itu? Hutan yang kata warga desa ini sangat angker. Tak ada yang kembali begitu masuk di…