APAKAH sebuah pekerjaan bisa membunuhmu? Kantor adalah tempat yang aku datangi setiap hari namun tempat itu seperti menelanku bulat-bulat. Menghancurkan aku pelan-pelan dan sekarang aku telah menjadi pecahan-pecahan kecil yang berhamburan. Ini…
Bulan: Februari 2014
Cerpen : Enam Cerita oleh Agus Noor
SENJA DI MATA YANG BUTA BILA ada yang menceritakan padamu senja terindah yang pernah dilihatnya, dengan langit yang selalu kemerahan, dia pasti belum datang ke tempat kami. Senja terindah hanya ada di sini….
Cerpen : Joseph dan Sam oleh Rilda A.Oe. Taneko
“TAHUKAH kamu di mana orang tua kami?” anak itu bertanya. Dan pertanyaan semacam itu, baginya, adalah pertanyaan paling menyedihkan yang bisa dilontarkan oleh seorang anak kecil. BUZZER kembali berdering. Ini untuk kali kedua. Kali…
Cerpen : Sebatang Pohon yang Tak Bahagia oleh Guntur Alam
DI belakang rumah kami, ada sebatang pohon sawo yang tak bahagia. Pohon sawo itu dibeli dan ditanam ibu jauh sebelum aku lahir. Buahnya kecil-kecil tapi manis dan aku suka. Sayangnya, sejak ibu…
Cerpen : Neraka Kembar Rajab oleh Triyanto Triwikromo
TAK boleh ada makhluk kembar di tanjung yang sepanjang malam warganya merasa memiliki 1.000 bulan itu. Jumlah pohon-pohon bakau yang tumbuh mengitari kampung pun tidak boleh berangka sama. Ketika mencapai 2.222 batang, dengan…
Cerpen : Tok Mulkan dan Istrinya oleh Delvi Yandra
LELAKI itu berdiri di depan peti es krim. Ia tersenyum-senyum sambil mengisi sudut-sudut peti itu dengan bongkahan balok-balok es. Kemudian ia memandangi istrinya yang duduk agak jauh, dekat jendela di mana cahaya…
Cerpen : Segara oleh Fandrik Ahmad
COBALAH kau berdiri di bibir pantai ketika muka langit merona jingga. Lemparkan kemampuan sejauh pandanganmu. Kau akan merasakan seberapa dalam perasaan mereka menggantungkan asa pada segara. Kata Epak menjelang keberangkatannya, suatu ketika….