Cerpen : Tiga dan Satu Lagi Tamparan untuk Andi oleh Hasan Aspahani

Permintaan Dila pagi itu seakan menampar kesadaran Andi. Anak perempuannya itu mengajak Andi menengok kuburan ibunya. Ia seperti disadarkan, sejak istrinya dimakamkan lima tahun lalu, meninggal karena melahirkan Dila, ia tak pernah berziarah, sendiri, apalagi mengajak Dila. KATA Katrin di sana ada penjual bunga. Kita bisa beli buat ditabur di makam mama. Katrin kemarin menengok makam … Baca Selengkapnya

Cerpen : Penumpang ke Bogor dan Arisan Terakhir oleh Hasan Aspahani

Saya baru saja menurunkan penumpang di depan sebuah rumah di daerah Ulujami. Ketika memutar motor ke arah jalan besar, seorang perempuan memanggilku dari depan rumahnya. Dia bertanya apakah saya mau mengantarnya ke Bogor, pulang-pergi. Saya sarankan dia agar mengecek berapa ongkosnya di aplikasi. Dia menunjukkan padaku angka yang tertera di ponselnya. ”Itu dikali dua. Mbak … Baca Selengkapnya

Cerpen : Datang dan Perginya Anung oleh Hasan Aspahani

“MAMA Imam, ikannya kutarok di depan pintu, ya!” Suara jelek itu suara Anung. Semua ibu di kampung kami dia panggil mama. Juga ibuku. Tiap hari, Anung memancing di muara, mencari kepiting, atau menganyam daun kelapa. Anung memancing dengan joran pendek pelepah rumbia dan umpan kelomang. Dia jago sekali mancing. Mungkin karena dia memancing pada saat … Baca Selengkapnya

Cerpen : Rahasia Wina dan Kuburan Marmer oleh Hasan Aspahani

Jangan cari masalah dengan Wina. Jangan bikin gara-gara dengan dia. Dia anak perempuan yang manis dan pintar, tapi perangainya keras. Makanya, jangan cari masalah dan bikin gara-gara dengannya. — NANTI kau akan seperti Zainul yang dicakar Wina wajahnya, membekaskan luka memanjang di pipinya. Saya kira Zainul memang keterlaluan. Kawan sekelas kami itu sebenarnya lebih tua … Baca Selengkapnya

Cerpen : Aini dan Sandiwara Kami oleh Hasan Aspahani

– SEWAKTU kanak-kanak dulu kami pernah punya kelompok sandiwara. Tampil tiga malam berturut-turut di pekan dana amal di kampung kami, sandiwara kami menjadikan acara tahunan itu memecahkan rekor jumlah dana yang terkumpul. Ada drama di balik drama yang kami mainkan itu. Semuanya tak akan terjadi seperti itu kalau tak ada Pak Rusdi, guru kesenian kami, … Baca Selengkapnya