Cerpen : Pesan dari Seorang yang Bernama Presiden oleh Muhammad Ramadhan Batubara

PESAN pertama dari seorang yang bernama Presiden sampai ke telingaku saat tidur. Ketika itu seperti mimpi, suara-suara terdengar sayup, tapi terasa benar. Katanya, tanamlah cabai rawit karena dari sana semuanya bermula. Lewat pedas, manis dan asin lebih terasa. Pun peluh, dia mengalir mengalahkan keringat olahraga. Aku percaya. Buktinya, begitu bangun tidur aku langsung ke dapur … Baca Selengkapnya

Cerpen : Kampung Kentut oleh Muhammad Ramadhan Batubara

Oleh: MUHAMMAD RAMADHAN BATUBARA — Aku menyebutnya Kampung Kentut karena angin di daerah itu berembus kencang juga berbau. Sesederhana itu. Selebihnya, mungkin Anda akan melihat kenapa permukiman itu kunamai begitu, dari ceritaku ini. Baiklah, kita mulai. Sejatinya kampung ini bernama harum, Sei Melati. Sei berarti sungai, sedangkan melati adalah sejenis bunga berwarna putih yang wangi. … Baca Selengkapnya

Cerpen : Pelagak oleh Muhammaf Ramadhan Batubara

Siapa dia yang pulang ke kampung meski baru lima tahun merantau, ketika orang-orang baru selesai menimba ilmu atau merintis karier tak seberapa di kota, sudah gilakah dia? Lagam namanya. Orang-orang menyebutnya Langgam. Salah sebut sepertinya, tapi arti tidak begitu beda, maka dia biarkan saja. Mau Lagam atau Langgam sama saja, tetap saja dirinya: berlagu; bergaya; … Baca Selengkapnya