Cerpen : Delapan Bayangan dari Kunlun Shan oleh Seno Gumira Ajidarma

(Fragmen Nagabumi IV) AKU melesat keluar dan melihat betapa di antara orang banyak yang berhamburan dengan panik, Jarum Harum berkelebat ke sana kemari dalam kepungan delapan bayangan, yang memang hanya tampak sebagai bayangan, karena kecepatan yang tidak kasatmata. Di antara jerit dan teriakan hiruk pikuk dalam arus manusia, aku tidak segera mendapat sudut pandang lebih … Baca Selengkapnya

Cerpen : Mi-Ré-Do-Sol … Sol-Mi-Ré-Do! oleh Seno Gumira Ajidarma

mi-ré-do-sol … sol-mi-ré-do! Itulah nada yang selalu terdengar di stasiun. Kereta listrik datang. Kereta listrik pergi. Waktu melebur nasib dan menebarkannya ke mana-mana. Nasib baik, nasib buruk, siapa bisa menghindarinya? Ada yang setiap hari naik kereta listrik itu, dan pada suatu hari tidak pernah muncul lagi. Ada yang baru pertama kali naik kereta listrik itu, … Baca Selengkapnya

Cerpen : Aku, Pembunuh Munir oleh Seno Gumira Ajidarma

Aku adalah anjing kurap karena itu aku membunuh Munir. Tentu, tentu aku tidak membunuhnya dengan tanganku sendiri. Untuk apa? Aku bisa membunuhnya melalui tangan orang lain, sama seperti yang biasa kulakukan kepada orang-orang lain bilamana perlu. Dikau tidak akan pernah tahu siapa diriku. Bukan karena aku berseragam, sama sekali bukan. Ini bukanlah soal berseragam atau … Baca Selengkapnya

Cerpen : Cerita Tanpa Cerita: Beran, 1949 oleh Seno Gumira Ajidarma

Jakarta, 2022 Ia sering teringat ibunya belakangan ini. Ibunya sudah meninggal 20 tahun lalu, dan kelebat bayangan ibunya ada kalanya muncul. Namun yang sering teringat olehnya kini adalah suatu kenangan tertentu. Kenangan timbul, kenangan tenggelam. Seperti sesuatu yang sebetulnya tidak pernah hilang, tetapi bisa dilupakan. Kenangan tertentu ini mungkin sesuatu yang sebaiknya dilupakan. Sesuatu yang … Baca Selengkapnya

Cerpen : Odong-Odong oleh Seno Gumira Ajidarma

Ratri tidak pernah mengira betapa semuanya akan berakhir di Negeri Kegelapan. Semua ini dimulai dengan keremangan, ketika odong-odong sudah kosong, dan tinggal dirinya sendiri yang belum diturunkan. Tukang odong-odong itu rupanya mengira semua anak sudah turun dengan pengasuh masing-masing, dan ia bisa segera melarikan odong-odongnya pulang. Saat ia matikan lagu kanak-kanak dari kotak yang berisik … Baca Selengkapnya

Cerpen : Simuladistopiakoronakra oleh Seno Gumira Ajidarma

Aku turun dari balik kegelapan langit seperti laba-laba meluncur ke bawah, bergantung pada tali sintesis laser dan logam dari sarang yang sebetulnya jerat terkejam dengan jejaring sepanjang galaksi, tempat segala pesawat luar angkasa yang sial kami sita bahan pangannya, lucuti awaknya setelah nyawanya kami bebaskan, dan bongkar pesawatnya untuk menambal sulam pesawat kami sendiri. Meluncur … Baca Selengkapnya

Cerpen : Macan oleh Seno Gumira Ajidarma

Malam berhujan di hutan baik untuknya. Ini membuat manusia kurang waspada karena titik-titik hujan pada setiap daun menimbulkan suara di mana-mana di dalam hutan sehingga pendengaran mereka teralihkan. Apalagi jika manusia ini alih-alih memburu dirinya, malah bercakap-cakap sendiri, mungkin untuk menghilangkan ketakutan dalam kegelapan tanpa rembulan. Ia merunduk di balik semak, antara bersembunyi tetapi juga … Baca Selengkapnya

Cerpen : Musim Politik oleh Seno Gumira Ajidarma

Sepanjang tepi kali dari Sagan ke Bulaksumur, anak-anak lelaki yang telah berhasil mendapatkan banyak ikan, melangkah ke utara sembari meneriakkan yel. pring reketeg gunung gamping ambrol! dasar ati mantep nyoblos marhèn jempol! jempolé …. Dari dalam rumah, orang-orang tua maupun muda mengacungkan jempol. ”Hidup marhèn!” Kata mereka. ”Hidup marhèn!” Sahut anak-anak kecil itu. Terlihat baliho … Baca Selengkapnya

Cerpen : Budak Cinta oleh Seno Gumira Ajidarma

Ia hanya kelihatan matanya. Apakah yang bisa dilihat dari sepasang mata yang setiap kali mengerjap melesatkan pesona dunia? Begitulah pesona melesat dari mata yang dipandang untuk menelan mata yang memandang, yang langsung terpukau dan langsung terpana bagai tersambar kilau cahaya surga, yang membuat diri dan segala kehendak hilang lenyap menghablur, menyisakan tubuh tanpa pikiran selain … Baca Selengkapnya

Cerpen : GoKill oleh Seno Gumira Ajidarma

Jika ingin membunuh seseorang, kontaklah GoKill. (iklan di media sosial) Tahukah dikau rasanya membunuh seseorang yang sedang makan lalampa pada gigitan pertama, tepat ketika potongan ketan berisi ikan itu melewati tenggorokannya? Aku tahu rasanya, karena akulah yang membunuhnya. Tentu ia sempat mengunyah sebelum menelannya, jadi ia sudah tahu rasa lalampa, gurih dan sedikit pedas. Bagiku … Baca Selengkapnya