Cerpen : Sindikat Peminjam Uang oleh Aliurridha

BERTAHUN-TAHUN sebelum dirinya dicari banyak orang, Ozy Faturrahman tidak pernah berpikir untuk meninggalkan kampung halamannya. Ia lahir di tanah itu dan berencana mati di tanah itu. Kampung tempatnya dilahirkan terbaring di satu sudut kecil kota Ampenan, kota tua yang telah berdiri jauh sebelum negeri ini berdiri. Dari simpang lima tempat para veteran kehidupan berkumpul memamerkan … Baca Selengkapnya

Cerpen : Bogart oleh Aliurridha

Untuk kesekian kali, Bogart memencet klakson. Tidak, itu bukan lagi memencet, ia memukul tombol klakson. Aku terkejut dengan apa yang dilakukannya. Pengendara motor itu tidak kalah terkejutnya. Teriakan bel membuat motornya goyang. Hampir saja ia jatuh. Lalu seolah memukul tombol klakson tidak cukup, Bogart memaki-maki pengendara yang sedari tadi menutup jalur berkendaranya. Begitu si pengendara … Baca Selengkapnya

Cerpen : Bogart oleh Aliurridha

UNTUK kesekian kali, Bogart memencet klakson. Tidak, itu bukan lagi memencet, ia memukul tombol klakson. Aku terkejut dengan apa yang dilakukannya. Pengendara motor itu tidak kalah terkejutnya. Teriakan bel membuat motornya goyang. Hampir saja ia jatuh. Lalu seolah memukul tombol klakson tidak cukup, Bogart memaki-maki pengendara yang sedari tadi menutup jalur berkendaranya. Begitu si pengendara … Baca Selengkapnya

Cerpen : Hiroshi oleh Aliurridha

”Aku pernah bercinta dengan orang China, Jepang, Korea –dan semua itu kulakukan dalam satu waktu. Jika suamiku mengetahuinya, dia mungkin akan membunuh semua orang China, Jepang, dan Korea yang dia temui di jalan. Tidak, dia pasti akan membunuh Hiroshi!” LAGI-LAGi perempuan ini melantur. Dia benar-benar jenis manusia paling menyebalkan. Jika saja bukan karena ini mungkin … Baca Selengkapnya

Cerpen : Rasanya Sudah Seperti Pekerjaan Sampingan oleh Aliurridha

DALAM keadaan setengah sadar, saya paksa diri saya bangun dari ranjang. Suara ribut di ruang tamu benar-benar mengganggu. Padahal saya masih ingin melanjutkan tidur. Semalam saya begadang mengerjakan sebuah proyek. Mata saya masih berat untuk dibuka. Namun, begitu saya tahu siapa yang datang, kamu tahu, kantuk saya langsung hilang. “Mana dia. Jam segini masih tidur. … Baca Selengkapnya

Cerpen : Benda dalam Tas Rajutan Rosa oleh Aliurridha

Bus melaju dengan muram. Suara tarikan gasnya terdengar seperti batuk pria tua. Asap hitam mengepul dari knalpot setiap tarikan gas memaksanya melaju lebih cepat. Di dalam bus wajah para penumpang terlihat lelah. Mereka baru saja menempuh perjalanan lintas pulau yang sangat melelahkan dengan bus tua yang setiap mesinnya terlalu panas akan mogok. Mereka terlambat lima … Baca Selengkapnya

Cerpen : Setelah Sepuluh Tahun oleh Aliurridha

SEKITAR satu jam setelah matahari tenggelam, Leksi menghentikan laju sepedanya. Dia berdiri di tepi sungai besar yang hampir tiap hari dilaluinya. Sebelumnya, dia tidak pernah berhenti, bahkan sekadar menoleh pun tidak. Kali ini dia tidak hanya berhenti, tapi matanya meneliti sungai beraliran tenang yang membiaskan bayangan bulan. Dinikmatinya semilir angin dan suara air mengalir yang … Baca Selengkapnya

Cerpen : Di Tengah Guyuran Hujan oleh Aliurridha

Zakia duduk termenung menatap sepiring nasi yang telah dingin. Matanya tertuju pada piring, tetapi pikirannya melayang entah ke mana. Tak didengar suara bising di sekeliling: suara dari orang-orang mengaji untuk almarhum suaminya, suara dari orang-orang saling bicara satu sama lain, dan suara dari anak-anak yang bermain menunggu orang tuanya. Tidak satu pun suara tertangkap telinganya. … Baca Selengkapnya

Cerpen : Teori Pernikahan Bahagia oleh Aliurridha

Abstrak HERMAWAN memiliki sebuah teori bahwa seseorang yang berasal dari keluarga bahagia dan seseorang yang berasal dari keluarga tidak bahagia punya kecenderungan gagal berumah tangga. Dua orang yang berasal dari latar belakang budaya berbeda masih bisa hidup bersama meski jurang budaya teramat lebar karena setidaknya yang menjadi pembeda berasal dari faktor eksternal; jika perbedaan itu … Baca Selengkapnya

Cerpen : Gustavo oleh Aliurridha

NAMANYA bukan Agus, bukan Bagus, juga bukan Gustav. Namun, orang-orang selalu memanggilnya Pak Gus—singkatan dari Bapak Gustavo. Dulu, aku mengira Gustavo memanglah namanya karena orang-orang selalu memanggilnya begitu. Ternyata bukan. Dia dipanggil Gustavo dikarenakan kata yang begitu sering terlontar dari mulutnya—Gestapu. Ya, Gestapu. Tapi karena saat itu aku masih anak-anak, kata itu terasa asing di … Baca Selengkapnya