Cerpen : Di Ruang Tamu, Hanya Aku dan Van Houtten oleh Benny Arnas

Meskipun pernah sangat menyayangimu sebelum merelakanmu membina rumah tangga dengan supermodel asing yang sedang naik daun waktu itu, aku bukanlah gadis susah ”move on”. Tetapi, teleponmu dari ruang tunggu Charles de Gaulle dua hari lalu—setelah sepuluh tahun tanpa kabar—membuatku mempertimbangkan sesuatu. ”Sudah dengar kabar aku akan dipinang petahana untuk maju tahun depan, ’kan?” Ternyata kau … Baca Selengkapnya

Cerpen : Bujang Kurap oleh Benny Arnas

  Bila suatu waktu nanti, Tuhan berketetapan bahwa kalian harus berada di Lubuklinggau atau Musirawas (entah karena bus kalian yang transit, atau kunjungan khusus, atau memang akan tinggal menetap), maka perlu rasanya dirobohkan sebuah pohon cerita yang sudah sedemikian lama dipelihara oleh masyarakatnya sendiri. Hanya berjaga-jaga: mungkin saja, kalian akan mendengar sebuah nama atau julukan … Baca Selengkapnya

Cerpen : Dua Beranak Temurun oleh Benny Arnas

Bada ditinggalkan pinangan hatinya, lelaki paruh baya itu sangat suka mendongeng. Semua dongengannya pun memiliki potongan cerita menarik. Tak heran bila putranya sangat suka menajamkan telinga di sela-sela desauan angin yang memapas kisah dari bibir hitam yang berkerut merut itu. Entah, yang didongengi pun tak tahu mengapa lelaki yang tampak beberapa tahun lebih tua dari … Baca Selengkapnya