Cerpen : Zarkasyih, O Zarkasyih oleh Benny Arnas
Di siang yang basah, kami berjalan ke simpang tiga. Ayah ke barat. Ibu ke tenggara. Ingatan baru merangkak. Kenangan belum berjalan. Tapi, aku masih tiga tahun. Belum mengerti kasih sayang. Belum tahu apa itu kenangan. Belum tahu ngerinya perceraian. Kata Kakek, belum saatnya aku berkenalan dengan kesedihan, dipeluk perpisahan, apalagi dibunuh kebencian. Itu juga yang … Baca Selengkapnya