Cerpen : Kerja, Kerja, Kerja oleh Dadang Ari Murtono

Suatu sore, sepulang kerja, Tomi mengeluhkan lengan kanannya. ”Lihat sini, Ovi,” ia berkata kepada istrinya sambil pelan-pelan mengangkat lengannya tersebut. “ADUH,” Ovi menjerit. ”Bagaimana bisa seperti ini? Apa yang terjadi kepadamu?” ”Tak tahu,” kata Tomi. ”Tiba-tiba saja jadi bengkak sebesar ini dan terasa linu sejak siang tadi.” ”Siang tadi?” Ovi kembali menjerit. ”Lenganmu sudah membengkak … Baca Selengkapnya

Cerpen : Sepasang Orang Mati oleh Dadang Ari Murtono

“JANGAN disentuh,” kata perempuan itu. Dan si lelaki mundur selangkah. “Ini hanya kalung,” kata si lelaki kemudian. “Memangnya apa yang akan terjadi kalau aku menyentuh kalung ini?” “Kau akan kembali hidup,” jawab si perempuan. “Dan kita sama-sama tahu jika itu tidak benar.” Namun, si lelaki kembali menjulurkan tangan. Lantas menyentuh kalung itu. “Lihat,” kata si … Baca Selengkapnya

Cerpen : Hampir Superman, tapi Bukan oleh Dadang Ari Murtono

Satu dari empat pacar Aminah mencoba bunuh diri, tapi gagal. Lelaki itu berdiri di tengah rel kereta dengan linglung. Dan sebelum kereta melindas tubuhnya, seseorang menyelamatkannya. ”Kau tidak seharusnya menyelamatkanku,” kata lelaki itu. Lalu ia pergi dengan murung. Setelah itu, ia tidak pernah mencoba bunuh diri lagi. Namun bagaimana pun, ia tak pernah lagi mencoba … Baca Selengkapnya

Cerpen : Aku dan Seekor Anjing Menjatuhkan Orde Baru oleh Dadang Ari Murtono

Untuk ulang tahunku yang ke-30, kawan-kawan membeli sepuluh botol arak beras merk Guci yang keras luar biasa. “Untuk dirimu sendiri,” kata mereka, “Kau boleh mengambil dua botol. Sisanya kami minum bersama.” Mereka menuang arak dalam gelas-gelas besar, alih-alih sloki-sloki kecil seperti biasa. Dan sebelum dua jam berlalu, kami bergelimpangan seperti para serdadu yang tewas di … Baca Selengkapnya

Cerpen : Cuti oleh Dadang Ari Murtono

Rustam mengatakan kepada bosnya bahwa ia butuh cuti. Ia baru saja menghabiskan dua bulan penuh lembur untuk memasang perangkat-perangkat pada gumpalan mendung dan menghubungkannya melalui sinyal satelit dengan sebuah pengendali jarak jauh. Ia juga merekatkan kabel-kabel mikro pada cabang beringin besar di depan petilasan Syeh Jabarudin yang bisa meletus tepat pada waktu yang telah disetel … Baca Selengkapnya

Cerpen : Kecemasan Bibit Padi oleh Dadang Ari Murtono

Sebatang bibit padi yang baru ditanam bercerita kepada kawan barunya, seekor ular sawah tua yang kebetulan melintas di kalen kecil tak jauh dari dirinya, bahwa dulu ia pernah hidup dengan bahagia dan tanpa kecemasan sama sekali. “Itu adalah hari-hari yang bahagia,” kata bibit padi itu, “dan karena itulah, aku pernah menjadi biji padi yang montok … Baca Selengkapnya

Cerpen : Di Bawah Naungan Cebolang oleh Dadang Ari Murtono

”KAU tidak bisa begini terus,” kata ibunya suatu kali. ”Kenapa aku tidak bisa begini terus?” jawab lelaki itu. Si ibu ingin mengatakan sesuatu. Namun, si ibu selalu kebingungan –lebih tepatnya, si ibu tidak tahu bagaimana cara mengatakan apa yang ingin ia katakan. Si ibu hanya tahu ada yang keliru dengan si anak. Begitu saja. Pada … Baca Selengkapnya

Cerpen : Perempuan Tua dalam Rashomon oleh Akutagawa Ryunosuke, Dadang Ari Murtono

  Pemberitahuan Setelah melakukan pengkajian dan menimbang berbagai masukan, cerpen Perempuan Tua dalam Rashomon tulisan Dadang Ari Murtono, yang dimuat Kompas Minggu (30/1), dinyatakan dicabut dan tidak pernah termuat dengan berbagai alasan. Redaksi   Perempuan itu berjongkok di antara mayat-mayat yang hampir membusuk dalam menara Rashomon. Perempuan yang tua, berbaju kecoklatan, bertubuh pendek dan kurus, … Baca Selengkapnya

Cerpen : Lelaki Sepi oleh Dadang Ari Murtono

  Ceritakan padaku tentang sepi, katamu. Ah, tapi sudah terlalu banyak cerita tentang sepi. Apakah masih akan menarik bercerita perihal yang telah berulang dikisahkan seperti itu? Lalu bagaimana membuat cerita seperti itu menarik? Memang tak ada yang menarik. Tapi kau telah memintanya dan aku senantiasa ingin menuruti kemauanmu. Maka biarlah kuceritakan saja. Namanya tak penting … Baca Selengkapnya