Cerpen : Kutukan Kartu Lebaran oleh Karisma Fahmi Y

Murni tak pernah menyangka ia akan membaca kembali kartu Lebaran di malam Lebaran seperti ini. Ia seperti dihujani doa. Bibirnya terkatup menahan senyum yang tak dapat menahan isi perasaannya. Dibukanya satu per satu kartu-kartu berisi tulisan cakar ayam dan gambar warna-warni yang ditempel acak itu dengan mata berkaca. Sesekali ia tersenyum membaca puisi, doa, atau … Baca Selengkapnya

Cerpen : Lelaki yang Membunuh Gorila oleh Karisma Fahmi Y.

Ia bangun dan bertanya pada diri sendiri mengapa tangan dan kausnya berlumur darah. Sebagian sudah mengering dan membuat kaus putihnya kaku. Darah siapa ini?. Sebagian bercak darah mengenai selimut dan seprai. Ia melepas kaus putihnya dan mencuci tangan di keran. Harusnya ia mengusap wajah dengan air untuk menyegarkan diri. Namun itu tak dilakukannya. Demam semalam … Baca Selengkapnya

Cerpen : Tanah Negara oleh Karisma Fahmi Y

ORANG-ORANG mengerumuni tubuh Marimin di sekitar rel. Pagi tadi, ia konon menerjang kereta jurusan Jakarta yang tengah melintas. Suara ambulans dan mobil patroli polisi menghalau warga yang menonton, berdesakan di pembatas tali kuning di sepanjang rel. Beberapa wartawan sibuk meliput, memotret, dan bertanya kepada sejumlah petugas, yang sebagian besar lebih memilih diam atau menggeleng. “Semalam … Baca Selengkapnya

Cerpen : Dongeng Burung Hantu oleh Karisma Fahmi Y

Dira berhenti di taman burung. Rene segera menggandeng Dira menjauh dari tempat itu meski Dira ingin berfoto dengan merak berekor panjang yang bebas berjalan-jalan di taman itu. Napas Rene sesak melihat burung hantu yang bertengger di atas pohon. ”Kenapa, Ma?” tanya Dira dengan mata polosnya. ”Di kebun binatang, banyak kuman menempel di bulu-bulunya. Kuman mudah … Baca Selengkapnya

Cerpen : Serimpi Sangopati oleh Karisma Fahmi Y.

RARA Ireng menatap sekali lagi merah cermai yang lekat di bibirnya. Dipatutnya bayangan pada cermin lonjong di depannya. Sebelumnya ia tak pernah membayangkan tubuh dan rupanya akan sesempurna itu. Ia nyaris tak percaya bayangan itu adalah dirinya. Ia pernah pergi ke tengah kali dan menatap parasnya. Air bergelombang ketika gethek yang ditumpanginya berjalan pelan menyibak riak sungai yang … Baca Selengkapnya