Cerpen : Dua Wajah oleh Rumadi

a masih belum mati. Ia mengutuk keadaan. Waktu azan subuh berkumandang, ia terbangun dan kedua matanya masih membuka. Ia berharap, seperti pagi-pagi sebelumnya, ketika bangun dari lelap tidurnya, ia ingin dijemput kematian. Kematian yang tenang, tanpa teriakan histeris. Padahal ia terus berharap, kematian menjemputnya dengan cara yang paling lembut. Kenyataannya, ia masih hidup. Ia bangun … Baca Selengkapnya

Cerpen : Kepergian oleh Rumadi

HATIMU bergejolak membaca pesan yang dikirim cucumu. Semacam transkrip yang memiliki nilai sempurna. Ia selalu menutup pesannya dengan kalimat, “Aku akan menjadi perwira yang lebih hebat dari ayah dan kakek.” Tangismu berderai. Dadamu sesak. Kau kepalkan tanganmu dengan begitu erat. Anak itu pergi tanpa permisi. Hari ketika ia pamit, kau menolak habis-habisan. Ia yang masih … Baca Selengkapnya

Cerpen : Tak Ada Doa untuk Bapak oleh Rumadi

AKHIRNYA saya tunjukkan juga makam Bapak kepada calon istri. Saya tunjukkan dengan wajah enggan. Seperti yang saya duga, makam itu tak terawat. Rumput liar menjulang setinggi betis, batu nisannya tak terbaca. Dengan telaten, istri saya mencabuti rumput liar itu. Saya katakan jangan, tetapi ia tetap melakukannya. “Seburuk apa pun waktu ia hidup, ia adalah bapakmu. … Baca Selengkapnya

Cerpen : Tanpa Air Mata oleh Rumadi

Setelah dibujuk sedemikian rupa oleh tetanggamu, akhirnya kau memutuskan untuk pulang. Tanpa air mata. Tanpa kesedihan. Tiga kali Lebaran kau lewatkan tanpa sekali pun pulang ke rumah. Kau lebih memilih berada di rumah kekasihmu, di sana kau merasakan keteduhan yang tak pernah kau rasakan di rumah sejak kau kecil. Suasana yang hangat, suasana yang penuh … Baca Selengkapnya

Cerpen : Tuan Jenderal oleh Rumadi

Akhirnya Tuan Presiden melangkah keluar dari istana. Demi keamanannya, orang-orang terdekatnya menyarankan agar ia jangan pergi keluar. Bahkan ajudannya, telah menyarankan Tuan Presiden pergi lewat jalur bawah tanah yang bisa saja dipergunakan dalam keadaan darurat. ”Biar aku menemui rakyatku untuk terakhir kali,” tukas Tuan Presiden tanpa ragu. Suara-suara di luar terdengar tidak begitu mengenakkan dan … Baca Selengkapnya