Cerpen. : Dimakan Si Kalap oleh Mardi Luhung

INI sebuah cerita. Cerita yang biasa. Sebiasa ketika aku duduk di pos kebun kampung. Kebun yang dikelola oleh warga kampung. Kebun yang memanfaatkan area hijau milik kampung. Kampung tempat kini aku berumah. Pada sore hari. Pada saat aku mesti merenungkan beban pekerjaan yang sudah lama aku pikul. Beban pekerjaan yang bagiku tinggal dua tahun lagi. … Baca Selengkapnya

Cerpen : Pak Jarot oleh Mardi Luhung

Apakah ada orang yang bisa lari dari masa silamnya. Terus mengubah dengan masa silam lain. Masa silam yang dirasa cocok dengan apa yang diinginkannya? Masa silam yang berpihak pada keuntungan pribadinya. Masa silam, yang kata tukang adon roti, seperti tepung yang diuleni, agar mudah untuk dikukus atau digoreng seperti yang diharapkan. Apakah ada orang yang … Baca Selengkapnya

Cerpen : Pak RT Membawa Gergaji oleh Mardi Luhung

Oleh MARDI LUHUNG — I Minggu pagi yang biasa. Orang-orang kampung banyak yang libur. Menghabiskan waktu dengan membersihkan halaman rumah, got, atau menggarap kebun kampung, seperti Pak Y dan Pak B. Sebab, jika Minggu tiba, mereka berdua pun ada di kebun. Mulai pukul 07.00 WIB sampai pukul 16.30 WIB (hanya rehat saat duhur dan asar), … Baca Selengkapnya

Cerpen : Itu yang Didengar Buyung oleh Mardi Luhung

Hanya dalam hitungan detik, buyar semua yang ada di pikiran Buyung. Warga yang ada di balai kampung menatap tajam. Dan kembali si ketua rapat berkata: ”Buyung, Anda terpilih jadi ketua kampung.” Kembali buyar semua yang ada di pikiran Buyung. Ketua kampung? Mimpi apa ini. Tapi pilihan ketua kampung adalah pilihan ketua kampung. Tak ada lagi … Baca Selengkapnya

Cerpen : Jembatan Tak Kembali oleh Mardi Luhung

  Aku akan bercerita pada kalian. Bercerita tentang sebuah jembatan. Namanya adalah Jembatan Tak Kembali. Mengapa diberi nama demikian? Karena, setiap yang menyeberang di jembatan itu, tak akan kembali. Disergap oleh batas yang ada di seberang sana. Seberang yang berkabut. Dan berisi kesempurnaan. Dan sebagai jembatan, maka Jembatan Tak Kembali adalah jembatan yang begitu indah. … Baca Selengkapnya

Cerpen : Lebih Kuat dari Mati oleh Mardi Luhung

  I Akhirnya, aku memang percaya, jika antara sakit dan mati tak ada hubungannya. Dengan kata lain, ada orang yang sakit, bahkan yang parah sekalipun, tetapi tak mati-mati. Dan sebaliknya, ada yang kelihatannya sehat, segar dan lincah, tetapi tiba-tiba kleplek-kleplek mati. Mati tanpa pesan. Tanpa amanat. Apalagi tanpa tanda-tanda awal yang dapat dibaca oleh yang … Baca Selengkapnya

Cerpen : Tukang Cuci oleh Mardi Luhung

  Perkenalkan. Namaku Tukang Cuci. Pekerjaanku tukang cuci. Hidupku tukang cuci. Dan sebagai tukang cuci, aku mencuci semua yang perlu untuk dicuci. Biar bersih. Biar cling. Tak ada daki. Tak ada kotoran. Dan tak membuat bagi yang memakainya menjadi malu. Lalu membenamkan mukanya ke dalam bak kamar mandi. Mencoba mengusir rasa malunya itu. Tapi, tunggu, … Baca Selengkapnya