Cerpen : Mata Celurit oleh Muna Masyari
SUBUH telah menyusut, menggulung pergelaran pesta demokrasi di lapangan dekat balai, yang digelar sejak kemarin pagi. Puncak penghitungan suara di menit-menit pertengahan malam menyisakan sesak di dadamu seperti gerobak bertumpuk sampah yang biasa tergeletak di dekat pasar. Perdagangan telah usai. Tenda yang menudungi lapangan, panggung yang teronggok diam, lincak-lincak milik penjual minuman dan makanan ringan … Baca Selengkapnya