Cerpen : Daun oleh Yuditeha

STASIUN kecil itu hampir tenggelam oleh senja. Cahaya jingga memantul pada besi tua yang menghitam, membentuk bayangan panjang dari kursi-kursi semen yang terkelupas. Beberapa orang berdiri di ujung peron, menunggu kereta seperti menunggu alasan yang tepat setiap kali tak bisa kembali. Di antara mereka, seorang perempuan dengan mantel hijau lumut duduk sambil memeluk tas jinjing … Baca Selengkapnya

Cerpen : Lelaki dengan Sepatu, Perempuan dengan Cermin oleh Yuditeha

LELAKI itu pulang pada sore yang malas. Langit kusam seperti pikiran orang yang lupa alasan mengapa harus kembali. Tak ada angin menyambut, hanya debu yang menari di depan pintu rumah yang sudah terlalu lama menunggu. Tangan kirinya membuka pintu, tangan kanannya menyeret koper yang roda-rodanya gemetar. Seakan menolak mengulang jejak. Di ambang pintu, ia berhenti … Baca Selengkapnya

Cerpen : Penemuan Terakhir Lucien oleh Yuditeha

DI jantung Kota Paris, tersembunyi di balik gedung-gedung bersejarah, Laboratorium Friedel berdiri sebagai pusat penelitian paling terkemuka. Di sinilah para ilmuwan terbaik di dunia bekerja siang dan malam untuk menciptakan terobosan baru dalam ilmu pengetahuan. Salah satu proyek terbesar mereka saat itu adalah pengembangan karet sintetis yang dapat menggantikan karet alam dengan lebih efisien, ramah … Baca Selengkapnya

Cerpen : Pemberontakan oleh Yuditeha

Warga desa menilai Wiro orang baik, tidak pernah melanggar aturan, dan suka membantu orang yang kesusahan. Bahkan Wiro pernah berusaha membongkar aksi penipuan perihal tanah yang dilakukan Gondo, kepala desa ini. Namun, usaha Wiro gagal karena tidak bisa menunjukkan buktinya. Penilaian warga terhadap Wiro seketika berubah sejak kematiannya sepekan lalu. Jasad Wiro ditemukan terkapar di … Baca Selengkapnya

Cerpen : Bunga Matahari oleh Yuditeha

– Ketika mataku terbuka, persis menghadap jam di dinding kamar. Pukul tujuh kurang lima. Seketika jantungku berdetak lebih cepat. Sepanjang hidupku, baru kali ini aku bangun kesiangan dan tidak menjalankan shalat Subuh. Gegas aku bangkit dari tempat tidur. Pertama yang kucari Diar, suamiku. Tak kutemukan. Sekilas kulihat deretan sepatu lelaki di rak, tapi aku tak … Baca Selengkapnya

Cerpen : Upeti Putri oleh Yuditeha

Selalu ada masanya ketika semula dianggap orang biasa lantas muncul sebagai jagoannya. Seperti kisah ini, sudah selayaknya bila menjadi bagian Wanggi yang nyatanya waktu itu sepak terjangnya memang setaraf dengan kemampuan Raden Mas Said, terkhusus dalam hal bagaimana caranya menumpas pasukan Belanda. Atau bisa juga menjadi bagian Luwika, setidaknya untuk membuktikan bahwa dirinya memang pantas … Baca Selengkapnya

Cerpen : Biografi Luka oleh Yuditeha

Saki pulang nyekar. Seharian dia habiskan waktu di makam Jejawu. Dia banyak merenung perihal sahabatnya itu, yang semasa hidup memang sering bersamanya. Bahkan setiap kali Saki melukis, Jejawu hampir selalu menemani. Namun setelah Jejawu meninggal, keadaannya menjadi lain. Dulu setiap Jejawu di dekatnya, Saki merasa terbebani harus menjaganya. Keadaan mental Jejawu yang tidak normal penyebab … Baca Selengkapnya

Cerpen : Profesor Syam Beristri Ular oleh Yuditeha

PROFESOR Syam dipecat. Tidak diperkenankan mengajar lagi di universitas di mana sebelumnya dia menjadi dosen. Surat keputusan itu Syam terima usai dirinya dinyatakan terbukti sebagai pelaku pembunuhan. Alasan lain pemecatan itu karena perilaku Syam yang tidak lagi mencerminkan seorang ilmuwan, yang seharusnya lekat dengan kerasionalan. Perilaku Syam yang dianggap janggal bermula ketika istrinya meninggal. Syam … Baca Selengkapnya

Cerpen : Membenci Angpao oleh Yuditeha

HARI ini perayaan Imlek, biasanya akan ada atraksi barongsai, semarak lampion, dan anak-anak akan menerima angpao. Semua itu lekat dengan warna merah. Dulu, aku sangat bersemangat jika mendengar kata angpao. Tapi sekarang tidak lagi, bahkan kini aku membencinya. Perubahan itu terjadi setelah aku mengalami peristiwa yang membuatku kecewa. Di hari raya Imlek sebelumnya. Seperti biasa … Baca Selengkapnya

Cerpen : Bukan Veteran oleh Yuditeha

SEMENTARA ketiga saudara laki-laki ibu pergi merantau yang akhirnya berumah-tangga lalu tinggal di tiga kota yang berbeda. Dengan begitu secara tidak langsung, aku yang merupakan satu-satunya anak dari bapak dan ibu, lebih bisa dekat dengan kakek dibandingkan dengan cucu-cucu kakek yang lain. Hal itulah pengantar untuk sampai kepada alasan, mengapa aku ingin bercerita perihal kakek. … Baca Selengkapnya