Cerpen : Bunuh Diri Para Malaikat oleh Triyanto Triwikromo

SEMULA aku tak yakin sebagian besar malaikat di Gerlin bunuh diri. Karena ingin membuktikan, jauh-jauh dari Praha, aku kembali ke kotaku yang dipenuhi oleh kastil-kastil kuno berusia 300 tahun, istana-istana berbalkon yang dibangun pada 1789, dan gereja-gereja abad XVII yang telah ditinggalkan oleh para pemuja. Sejak dari Stasiun Kereta Hlavni Nadrazi, aku telah membaca secara … Baca Selengkapnya

Cerbung #183: Seperti Gerimis Merah di Auschwitz oleh Triyanto Triwikromo

SINOPSIS: Cerita kali ini berkisah tentang seorang pria yang bertemu dengan seorang perempuan bergaun ungu yang mengaku ingin bunuh diri. Mereka berbicara di taman, namun pria itu memutuskan untuk meninggalkannya di taman daripada mengantarnya ke apartemen. Dia tidak ingin terlibat dalam kematian perempuan itu dan percaya bahwa meninggalkannya di taman mungkin akan memberikan kesempatan bagi … Baca Selengkapnya

Cerpen : Seperti Kelinci yang Dililit Ular Sanca oleh Triyanto Triwikromo

Lingshan yakin kematian itu indah. Karena dikutuk tak mati-mati, berulang-ulang Lingshan mencoba bunuh diri, tetapi selalu gagal. Hingga Januari yang masih dihajar hujan dan badai yang menerbangkan bangkai-bangkai tikus, lelaki yang tinggal di sebelah Kelenteng Hok Tek Bio itu belum mati. Dia masih menjadi laki-laki garang. Dia masih menjadi pembunuh bayaran. MESKIPUN demikian, sudah lama … Baca Selengkapnya

Cerpen : Setelah Sepasang Bulan Sabit Saling Mengait oleh Triyanto Triwikromo

Sebelumnya, paling tidak ketika di langit Oktober 1967 tampak sepasang bulan sabit saling mengait, hujan belum mengguyur bantaran Sungai Glugu. Saat itu ada 10 truk yang mengangkut masing-masing 15 mayat, bergerak menembus hutan jati dan trembesi tak jauh dari Sungai Glugu. Tak menunggu lama tumpukan 150 mayat ditumpahkan dari truk dan dijejer di bantaran sungai … Baca Selengkapnya

Cerpen : Sembilan Nyawa Nawadru oleh Triyanto Triwikromo

Sehari sebelum Nawadru tewas, para pembunuh masih yakin lelaki yang dianggap sebagai guru spiritual Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo itu memiliki sembilan nyawa dan satwa-satwa pelindung di hutan menuju puncak Gunung Wisaula. Sebelumnya, ada perintah dari Panglima: Tangkap atau bunuh Nawadru. Kartosoewirjo mati jika Nawadru mati. “Akan tetapi ingat, pemburu Nawadru harus memimpin delapan penembak ulung. Nawadru, yang … Baca Selengkapnya

Cerpen : Histeinalbtraum oleh Triyanto Triwikromo

Apakah Kafka, yang kau kenal sebagai pencerita kisah-kisah muram, pernah melawan Hitler? Apakah pria kelahiran Praha yang adik-adik perempuannya mati sebagai tahanan Nazi di Auschwitz, Polandia, justru menjadi sekutu Sang Führer? Aku tak sepenuhya tahu. Namun, aku kira catatan Bettina Charlotte1 perihal perjuangan Kafka yang tak akan Anda dapatkan dalam buku Kafka–Die Jahre der Erkenntnis … Baca Selengkapnya

Cerpen : Mati Setelah Mati oleh Triyanto Triwikromo

Banyak orang, terutama warga Sekayu, yakin Nyai Dini telah mati berkali-kali. Kali pertama istri Kiai Nuh ini mati pada Oktober 1965 saat dia baru berumur enam tahun. Kali kedua dia mati pada 1983 ketika penembakan misterius merajalela dan kali ketiga pada 1998 bertepatan dengan orang-orang di Jakarta menemukan banyak mayat perempuan cantik di gedung-gedung yang … Baca Selengkapnya

Cerpen : Ziarah Terakhir Gus Dar oleh Triyanto Triwikromo

Setelah shalat tahajud, Gus Dar merasa mendapat pesan yang sudah lama ditunggu: kau akan mati pada saat berziarah di salah satu makam wali. Kiai 81 tahun itu gemetar. Bukan karena takut. Ia justru takjub pada kedatangan pesan yang terduga itu. Ia sama sekali tidak ingin menghindar dari kematian. Karena itulah, sesungguhnya, ia tak hendak melacak … Baca Selengkapnya

Cerpen : Samin Kembar oleh Triyanto Triwikromo

BAIKLAH kumulai dengan fakta tak terbantah: pada 27 Februari 1907 Samin Soerosentiko ditangkap. Sebelum dia dibuang ke Sawahlunto, Padang, aku, Asisten Residen Blora, kepanjangan tangan Pemerintah Hindia Belanda, telah mencatat hasil interogasi perih lelaki yang secara diam-diam kukagumi itu. Sejak itu, kau tahu, warga Randublatung, seperti kehilangan patih, seperti kehilangan ratu. Akan tetapi, ada juga fakta … Baca Selengkapnya

Cerpen : Cara Bodoh Mengolok-olok Quentin Tarantino oleh Triyanto Triwikromo

Naskah Konyol dari Rue Didot APAKAH kau pernah melihat sutradara film Quentin Tarantino dipermainkan habis-habisan oleh penulis tidak terkenal dari Paris? Jika belum, kau wajib membaca kisah-kisah yang kuterjemahkan dari naskah yang diberikan Yves Coffin, penjaga perpustakaan di Rue Didot, kepadaku. Kau tidak perlu melacak tajuk asli teks satire ini. Di naskahnya tak tercantum judul dan … Baca Selengkapnya