TAK boleh ada makhluk kembar di tanjung yang sepanjang malam warganya merasa memiliki 1.000 bulan itu. Jumlah pohon-pohon bakau yang tumbuh mengitari kampung pun tidak boleh berangka sama. Ketika mencapai 2.222 batang, dengan…
Tag: Triyanto Triwikromo
Cerpen : Muslihat Membunuh Panglima Langit oleh Triyanto Triwikromo
TAK ada yang memperhatikan dua perempuan yang tengah mempercakapkan rencana pembunuhan di Dante Coffee yang sunyi itu. Musik mengalun pelan dan bisik-bisik mereka nyaris tak terdengar. “Aku meminta tolong kamu membunuh Panglima Langit…
Cerpen : Lengtu Lengmua oleh Triyanto Triwikromo
Tepat tengah malam celeng-celeng yang telah kerasukan ratusan iblis itu akan menyeruduk seluruh warga dan tak memberi kesempatan mereka untuk mendengarkan lagi keributan bangau dan gesekan daun-daun bakau dengan angin amis…
Cerpen : Burung Api Siti oleh Triyanto Triwikromo
Burung-burung api itu melesat dan menembus jantung para pembantai. Para pembunuh terbakar. Tubuh mereka menyala. Siti bertanya, ”Mengapa bangau-bangau ini jadi ganas semua?” Tak ada keindahan seanggun tarian burung bangau yang…
Cerpen : Ikan Terbang Kufah oleh Triyanto Triwikromo
Kau tak tahu di mana tubuh Kufah, Kiai Siti, Zaenab, dan ikan-ikan terbang itu menghilang bukan? Kufah tidak percaya pada akhirnya orang-orang kota benar-benar akan menghancurkan makam Syeh Muso yang menjulur di…
Cerpen : Sepasang Ular di Salib Ungu oleh Triyanto Triwikromo
Akhirnya setelah mencicipi sihir James Bond Martini di balkon The Coogee Bay Hotel yang disaput dingin dan asin angin, Margareth Wilson, yang kupastikan berjalan sambil tidur, membaca juga nubuat tentang perahu kencana…
Cerpen : Dalam Hujan Hijau Friedenau oleh Triyanto Triwikromo
Kereta yang sesaat berhenti di Stasiun Friedenau itu memang semula ingin menumpahkan aku dan 99 pasang malaikat yang ingin merayakan pernikahanmu dengan Ellen Adele, Arok. Dari Apartemen Carstennstr 25 B—tempat kita (sepasang…
Cerpen : Iblis Paris oleh Triyanto Triwikromo
Ya, jika pada malam yang liar dan panas, kekasihmu tiba-tiba menusukkan moncong pistol ke lambungmu, sebaiknya dengarlah kisah brengsekku ini Segalanya begitu cepat berubah setelah Khun Sa meninggal. Aku, boneka kencana Raja…
Cerpen : Belenggu Salju oleh Triyanto Triwikromo
Tak ada kepak gagak di Compton yang selalu menguarkan bau sampah busuk, anggur murahan, dan bangkai manusia yang disembunyikan di ghettos atau rumah-rumah besar yang mengonggok tanpa lampu. Juga tak ada salju…
Cerpen : Matahari Musim Dingin oleh Triyanto Triwikromo
Jangan pernah percaya pada apa pun yang kau lihat di bawah matahari Melbourne. Mungkin kau pernah menganggap makhluk bersayap merah-biru yang bertengger di genteng rumah berarsitektur Yunani itu hanya sepasang burung Rosella…