Ketika jendela surga dibuka, ketika pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu, seorang malaikat yang lahir dan tumbuh dari doa serampangan perempuan kencur yang dianggap gila, sekali waktu akan merindukan tanah asal yang…
Tag: Triyanto Triwikromo
Cerpen : Sayap Kabut Sultan Ngamid oleh Triyanto Triwikromo
Ya, kau juga tahu, hari itu, Minggu 28 Maret 1830, Ramadhan telah berlalu. Karena itu, dalam lukisanku, aku yakin kabut lembut dan matahari susut saja yang mengepung Rumah Karesidenan itu. Tak ada…
Cerpen : Lumpur Kuala Lumpur oleh Triyanto Triwikromo
Siapa pun boleh menari, untukmu Gusti. Tapi tak seorang pun boleh menceritakan gerimis-Mu yang menghanyutkan kisah-kisah orang-orang yang teraniaya di penjara-penjara penuh kalajengking dan lipan itu. Maka, dengarkanlah ceritaku, Gusti. Dengarkanlah lengking…
Cerpen : Angin dari Ujung Angin oleh Triyanto Triwikromo
“Sudahlah Herma, kau tak perlu membayangkan lagi warna wajah ayahmu saat dia menghilang dengan menunggang kuda ke tenggara kota. Yang kutahu, mengenakan topeng emas mirip penunggang kuda dari atas angin 1), sayap…
Cerpen : Seperti Gerimis yang Meruncing Merah oleh Triyanto Triwikromo
Kau tak akan pernah membayangkan betapa gerimis November bakal seruncing ini, Hindun. Kau tak akan pernah tahu suara beduk magrib pada Ramadhan terakhir teramat mengiris dan takbir menjelang Lebaran itu mengingatkanku pada…
Cerpen : Malam Sepasang Lampion oleh Triyanto Triwikromo
Hujan-yang kau sangka bisa menghijaukan seluruh lampu lampion-baru saja mendera jalanan Sussex, Dixon, dan Goulburn. Matamu tentu tak waras kalau menganggap billboard Sussex Centre atau Nine Dragons telah menghijau. Dalam kepungan kristal-kristal…