Cerpen : Lebih Sunyi dari Gemerisik Daun Padi oleh Miranda Seftiana

eumur hidup yang belumlah seberapa panjang, yang ia cari adalah tenang. Namun, ia juga sepenuh paham, nasi yang telah tanak takkan serta-merta dapat berubah kembali menjadi padi di pematang. Gelisah yang menggelandangnya ke gelanggang pada hari ketika terik memanggang tak bisa berakhir hanya melalui langkah lintang pukang. Ia sudah di sini. Berdiri di atas truk … Baca Selengkapnya

Cerpen : Sore Ketika Angin Laut Utara Memanggil oleh Annisa Moezha

Muzayyin adalah satu dari sedikit pemuda yang tersisa di kampung pesisir ini. Ia dikenal dengan suara azannya yang merdu serta kepiawaiannya dalam melantunkan puji-pujian yang menggema dari menara masjid. Ia bukan sekadar muazin; ia adalah penjaga waktu—pengingat bahwa kehidupan terus berjalan di tengah sunyi dan riuhnya laut utara dalam mengarak kesepian bagi penduduk kampung pesisir. … Baca Selengkapnya

Cerpen : Anekdot Yudi Pacet dan Perempuan Tua Pengemis oleh Adriansyah Subekti

“Di akhirat kelak, para pengemis itu akan muncul dengan wajah tanpa daging sebagai hukuman atas perbuatan mereka di dunia.” Mendadak potongan ceramah Kiai Jarwo terngiang-ngiang di sepasang kuping Yudi Pacet kala dirinya sedang memandangi perempuan tua pengemis dengan seorang bayi mungil di gendongannya. Perempuan tua pengemis yang saban harinya mangkal di seberang toko sembako Sukamiskin, … Baca Selengkapnya

Cerpen : Oma Tina oleh Selo Lamatapo

elesai doa Rosario Bulan Maria di rumah Oma Tina, Guru Joni mengajak istrinya untuk pulang. Tidak seperti biasanya. Karena itu, istrinya mengerutkan dahi dan menampakkan raut keheranan. Sebab, tuan rumah sedang menyiapkan minuman untuk mereka yang datang malam ini. Sebagaimana malam-malam sebelumnya di setiap rumah, mereka akan duduk minum dan mencicipi kue-kue yang dihidangkan tuan … Baca Selengkapnya

Cerpen : Pulang oleh Kim Al Ghozali AM

KAU di tepi lapangan, dinaungi pohon-pohon beringin yang menjulang seperti penjaga begitu setia. Langit merah senja mengintip dari celah dedaunan. Bau dupa menyengat. Asapnya membentuk lingkaran-lingkaran di udara, seperti menari di atas kepala orang-orang yang berbaris diam di sekelilingmu. “Kau tahu ini untuk siapa?” bisik seseorang di belakangmu. Tentu saja kau tahu. Upacara ini untukmu. … Baca Selengkapnya

Cerpen : Keluarga dalam Kacamata oleh Artie Ahmad

engan tenang ia menyuapkan sup jagung ke mulutnya, rasa manis jagung dipadu dengan gurihnya telur dan segala macam bumbu begitu memanjakan lidahnya. Kedua anaknya duduk dengan patuh di meja makan, sedang istrinya berdiri di dapur menyiapkan segala macam panganan kecil. Senyum Kambali mengembang melihat keluarganya, utuh tak kurang apa pun. Di balik kacamata tebal miliknya, … Baca Selengkapnya

Cerpen : Selilit oleh Moh. Hilmi Faiq

Apa yang dialami Sadewo dua belas jam terakhir mengingatkannya pada malam itu. Malam ketika Isnani terbahak-bahak di antara entakan bas lagu campursari yang menggetarkan kaca-kaca jendela. Lalu malaikat maut datang dalam wujud sate kambing. Malam itu, sepasang mempelai berdiri kelelahan menyambut tamu yang datang seharian. Aneka hidangan berjajar di atas meja prasmanan. Sisa-sisa makanan dan … Baca Selengkapnya

Cerpen : Kloset oleh Fanny J. Poyk

Jejeran kloset yang berwarna putih mengilat di gerai-gerai sederhana itu tersusun rapi. Lokasinya dinamakan Pasar Rumput, tak jauh dari Taman Ismail Marzuki atau TIM. Para penjualnya terlihat sibuk membersihkan bagian-bagian kloset yang mungkin saja menurut mereka kurang terlihat bersinar. Benda itu kemudian mulai terlihat berkilat seperti baru. Para pedagang membersihkannya dengan ketelitian yang prima.  Proses … Baca Selengkapnya

Cerpen : Kambing Hitam Setan oleh Sugeng Winarno

Di negeri Semelekethe yang aneh dan ajaib, tersebutlah sesosok setan yang dilanda kebingungan bahkan, lebih tepatnya, sedang galau. Namanya Syarrul, setan senior yang sangat kompeten dalam tugasnya: menggoda, menghasut, dan menyesatkan manusia dari jalan lurus. Ia telah bersumpah untuk berjuang tanpa lelah agar manusia tersesat, mengikuti jejaknya dalam memberontak terhadap perintah Tuhan. Biasanya, Syarrul melakukan … Baca Selengkapnya

Cerpen : UGD oleh Pandu Wijaya Saputra

alam itu pukul satu dini hari, sebuah motor melaju kencang. Di tikungan, ia seperti kehilangan keseimbangan. Benturan antara motor dan bahu jalan tak terelakkan. Pengemudi terlempar dan terguling. Beruntung situasi jalanan tidak terlalu sepi. Orang-orang di sekitar segera memberikan pertolongan. Korban dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD)  sebuah rumah sakit yang untungnya pun tak jauh … Baca Selengkapnya