Cerpen : Bayang-bayang Kebun Karet oleh Yulizar Lubay

DI tengah siaran berita Nasional tentang bahaya gerhana matahari total, warga Kampung Kebun Karet digegerkan dengan penemuan mayat seorang lelaki yang tergeletak di pinggir jalan sepi. Ketakutan menyebar cepat sekali. Di warung-warung kopi, warga mulai membahas tentang seseorang atau beberapa orang yang berjuluk Bayang-bayang. Di warung kopi, para lelaki duduk melingkar dengan suara ditekan, kadang … Baca Selengkapnya

Cerpen : Kesaksian Pemuda M dalam Pembantaian Soma Bren oleh Juli Prasetya

AKU tahu kalian semua membenciku, menyimpan dendam tujuh turunan kepadaku. Tapi aku bersedia menerima itu semua, menanggung itu semua, karena yang kulakukan itu adalah atas nama cinta. Cinta yang murni dan tulus, cinta seorang pemuda kepada gadis pujaan hatinya. Biarlah sejarah menuliskan semua ketololanku, dan pengkhianatanku kepada bangsa ini. Tapi sekali lagi kukatakan kepada kalian, … Baca Selengkapnya

Cerpen : Tubuh sebagai Mikrofon oleh M Dandy

FORMULIR itu setebal lima halaman—meski kertasnya ringan, isinya berat. Dicetak dengan huruf sans-serif berukuran kecil dan spasi rapat, setiap lembar menyimpan ketegangan yang tidak bisa ditumpahkan dengan suara. Judulnya tertulis tebal di bagian atas: DOKUMEN 12A/06 – PERMOHONAN IZIN BICARA (INDIVIDU NON-HAKIM, NON-MILITER, NON-DIPLOMATIK). Di bawahnya, terpatri logo bergambar lidah yang dikelilingi rantai dan tertera … Baca Selengkapnya

Cerpen : Hiu Berjalan di Teluk Ama oleh Ahmad Arif

Malam itu laut surut lebih jauh dari biasa. Langit pucat, keriput seperti kulit ikan dijemur tujuh hari. Angin mati. Pohon-pohon di tepi Teluk Ama membatu. Bulan Saure melahirkan tanpa suara, hanya gemetar di bibir, seperti merapal mantra penghabisan. Darah mengalir deras, membanjiri lantai bambu rumah panggung. Di luar, hujan mendadak turun, memecah sepi. Seperti ibunya, … Baca Selengkapnya

Cerpen : Kriminalitas Meja Makan oleh Damhuri Muhammad

PERSENTUHAN mula-mulanya dengan perkakas tajam berawal dari omelan-omelan ayahnya di meja makan saat ia masih berusia 9 tahun. Salman ingat betul raut muka jengkel ayahnya, hanya karena bawang goreng yang terhidang bersama lauk lain di meja makan tidak berbunyi kriuk-kriuk di mulutnya. “Rasanya seperti mengunyah jamur mentah saja,” gumam ayahnya sebelum tergesa-gesa melepehkan kunyahannya melalui … Baca Selengkapnya

Cerpen : Kriminalitas Meja Makan oleh Damhuri Muhammad

Persentuhan mula-mulanya dengan perkakas tajam berawal dari omelan-omelan ayahnya di meja makan saat ia masih berusia 9 tahun. Salman ingat betul raut muka jengkel ayahnya, hanya karena bawang goreng yang terhidang bersama lauk lain di meja makan tidak berbunyi kriuk-kriuk di mulutnya. ”Rasanya seperti mengunyah jamur mentah saja,” gumam ayahnya sebelum tergesa-gesa melepehkan kunyahannya melalui … Baca Selengkapnya

Cerpen : Kasus Kucing oleh Bagus Dwi Hananto

AKU baru saja keluar dari izakaya yang kerap kusambangi bersama teman-teman kantor. Kami berpisah jalan di muka kedai. Namun, lantaran kebetulan sedang di sini, aku sekalian mau menyapa seekor kucing. Beberapa langkah dari kedai aku mendapati si kucing yang hendak kusapa. Masih sebagaimana biasa. “Tuan Gembul memang selalu di sinikah?” Dan seperti biasa kucing yang … Baca Selengkapnya

Cerpen : Emosi Pemijat Meledak oleh M Nasir Asnawi

Kereta api commuter line terakhir dari Jakarta baru saja masuk ke Stasiun Tangerang Kota. Para penumpangnya yang tinggal sedikit bergegas turun dan menyebar ke berbagai arah. Penjual sate, nasi goreng sudah tidak terlihat di pinggir jalan. Pintu-pintu rumah di kompleks perumahan rata-rata sudah tertutup rapat. Semua warga seperti sudah nyenyak di tempat peraduan. Sepi. Tengah malam yang … Baca Selengkapnya

Cerpen : Bedak Pinokio oleh Herumawan P A.

Kubuka smartphone second milikku kemudian berselancar di dunia maya. Memelototi unggahan-unggahan video viral. Ada yang memaki pejabat yang korupsi. Mereka tidak suka dengan kebohongan-kebohongan yang selama ini dilakukan para koruptor. Aku merenungi apa yang kusaksikan dan kubaca di media sosial. Tiba-tiba, tebersit ide. Membuat pendeteksi kebohongan. ”Bagaimana kalau aku buka praktik jual ramuan yang bikin hidung jadi … Baca Selengkapnya

Cerpen : Lelakiku oleh Martin Aleida

AKU tak tahu apa niat Mbah membujuk kami menginap di rumahnya. Apakah dia merasa tidak layak, dan barangkali akan bikin geger seisi desa, bila lelakiku melewatkan malam di rumahku. Karena ibuku sudah menjanda. Atau dia hendak memerangkap kami berduaan belum waktunya, berbuat mesum. Kami merebahkan diri di amben yang terbuat dari belahan bambu. Kuhamparkan selendang … Baca Selengkapnya