Skip to content

CERPENDEK.COM

Indeks Sastra Cerpen di Indonesia

Menu
  • Account
  • HOME FULL WIDTH
  • INDEKS MEDIA
  • INDEKS PENGARANG
  • Login
  • Logout
  • Members
  • Password Reset
  • Privacy Policy
  • RANDOM POST
  • Register
  • User
Menu

Cerpen : Bukan Veteran oleh Yuditeha

Posted on Ming, 15 Agu 2021

SEMENTARA ketiga saudara laki-laki ibu pergi merantau yang akhirnya berumah-tangga lalu tinggal di tiga kota yang berbeda. Dengan begitu secara tidak langsung, aku yang merupakan satu-satunya anak dari bapak dan ibu, lebih bisa dekat dengan kakek dibandingkan dengan cucu-cucu kakek yang lain. Hal itulah pengantar untuk sampai kepada alasan, mengapa aku ingin bercerita perihal kakek.

Kerena alasan kedekatan itulah, aku meyakini ada sesuatu sedang terjadi pada kakek. Aku merasa sikap kakek akhir-akhir ini tidak seperti biasanya. Kakek sekarang lebih banyak diam, bahkan kakek jarang sekali bercerita tentang peristiwa di masa perjuangan, yang aku tahu hal itu sesungguhnya merupakan kegemaran kakek.

Kakek memang sudah sering sakit-sakitan, tetapi aku merasa perubahan kakek bukan karena hal itu. Karena satahuku meski kakek dalam keadaan sakit, tak akan menyurutkan kegemaran kakek untuk bercerita tentang masa perjuangan dulu.

Aku sempat berpikir, apakah perubahan kakek itu karena sikapku selama ini yang terkesan tak memedulikannya ? Tapi nyatanya sikap kakek terhadapku tidak berubah, bahkan aku merasa sekarang justru ada kesan lebih akrab. Karenanya aku sempat memberanikan diri bertanya, jawaban kakek juga bernada biasa saja.

“Sedang tidak ingin,” sahut kakek datar.

Sejak itulah aku mulai memikirkan sesuatu yang sekiranya bisa menjadi penyebab perubahan kakek. Hingga di sebuah pagi yang mendung, aku mendapati kakek berbincang dengan lelaki tua yang seusia dengan kakek. Peristiwa itu terjadi di depan rumah. Dan aku melihatnya lewat jendela kamar. Namun aku tidak menyakini hal itu yang menjadi penyebabnya, karena sikap lelaki itu bukan sebuah sikap yang buruk. Bahkan ketika pertemuan itu terjadi aku sempat mendengar beberapa kali tawa mereka. Hanya saja aku mengatakan hal itu karena seingatku perubahan kakek terjadi pada hari esoknya.

Kembali kepada kegemaran kakek, yang sesungguhnya hal itu justru sering membuatku jengkel, karena begitu kakek sudah mulai bercerita, aku harus mendengarkan jika tidak ingin aku kena marahnya, yang karena itu aku menduga kakek sangat perasa. Pernah suatu kali, saat kakek bercerita, aku pergi begitu saja karena ada urusan, kakek langsung marah-marah. Marah kakek sampai nangis segala. Menganggapku cucu yang tidak menghormati orang tua. Di lain waktu aku, meski aku sudah minta izin dulu sebelum pergi, tetap saja kakek tidak mau terima. Sikap seperti itu sungguh membuatku kewalahan.

Cerita kakek memang berkaitan dengan sejarah. Namun karena aku juga mengerti tentang sejarah, maka aku bisa tahu beberapa bagian cerita kakek tidak benar. Cerita kakek sering terbalik-balik, bahkan beberapa kali kakek menyebutkan kemunculan tokoh pahlawan yang tidak sesuai dengan era di mana tokoh itu berperan.

Karena itulah kadang aku hanya sekadar duduk di dekatnya tanpa bermaksud benar-benar mendengarnya. Ternyata kakek menyadari hal itu hingga kakek marah besar, bahkan sempat mengataiku sebagai pemuda yang tidak mau menghargai sejarah. Akhirnya tidak ada jalan lain, selama kakek bercerita, aku harus selalu di dekatnya untuk mendengarkannya.

Hal itulah yang biasa terjadi, dan sekarang tidak lagi. Bisa saja aku menganggapnya hal itu tidak masalah bahkan bisa jadi bagiku justru hal yang menyenangkan karena aku tidak harus duduk berlama-lama di dekat kakek sekadar untuk mendengarkannya.

Namun sayangnya hilangnya kebiasaan kakek itu seiring juga dengan perubahan perangai kakek. Sesungguhnya sekarang kakek tidak hanya cenderung diam, melainkan hari-harinya juga terlihat tidak bersemangat seperti dulu. Terlebih bila menjelang perayaan hari kemerdekaan Indonesia, tiada hari yang terlewati dengan cerita heroik di masa perjuangannya dulu.

Jika kakek benar-benar seorang veteran, mungkin tanggapanku terhadap cerita kakek atau sikap kakek selama ini bisa berbeda, karena di dalam diri kakek ada semacam bukti bahwa kakek memang seorang pejuang. Seperti apa yang terjadi pada kakek temanku yang tinggalnya di desa sebelah.

Kakek temanku itu benar-benar seorang veteran, yang setiap tahun selalu diundang Bupati untuk ikut menghadiri upacara 17 Agustus di alun-laun kabupaten. Selain itu, katanya sehabis kakeknya mengikuti upacara akan mendapatkan amplop berisi uang sebagai tunjangan tahunan atas pengorbanan yang telah mereka berikan dulu.

Temanku itu pernah bercerita, jika sudah memasuki bulan Agustus, kakeknya akan sibuk menyiapkan segala macam yang ada hubungannya dengan ritual tahunan tersebut. Jika kakeknya sudah sibuk, bisa tidak hirau dengan orang di sekitar. Kakeknya akan mulai mencari seragam tentara dan sepatunya yang terkadang sudah lupa di mana menaruhnya. Katanya, temanku itu kebagian yang harus menyiapkannya dan Agustus memang menjadi masanya bersuka bagi kakeknya sehubungan dengan status sebagai veteran perang kemerdekaan.

Namun pada kenyataannya, kakekku bukan seorang veteran dan hal itulah yang sedikit membuatku tidak berkenan ketika kakek ikut-ikut berlaku selayaknya seorang veteran. Bahkan aku pernah menanyakan hal itu kepada ibu, tapi jawaban ibu tidak benar-benar memberi jawaban atas apa yang kutanyakan.

Ibu hanya mengatakan bahwa seharusnya aku tak perlu mempermasalahkan kegemaran kakek bercerita tentang masa perjuangan.

“Orang biasa juga berhak cerita tentang masa itu,” tambah ibu.

Penyataan ibu memang tidak salah, tetapi maksudku jika kakek tidak berlagak begitu, tentu tidak akan mendapat perundungan dari warga desa. Terlebih dari orang-orang yang pada dasarnya sudah punya bibit rasa tidak suka.

Namun ketika aku pernah memberanikan diri untuk menyampaikan apa yang kupikirkan itu kepada kakek, justru kakek lagi-lagi memarahiku. Marah kakek memang tidak meledak-ledak, tapi akan berbentuk sindiran-sindiran yang jika aku mendengarnya bisa membuat telingaku meradang, seperti misalnya kakek pernah menyebutku sebagai pemuda yang anti sosial. Ah, kakek. Ada-ada saja.

Hari ini tanggal 17 Agustus, serasa beda di rumah ini. Tentu saja kesan beda itu terletak pada kakek yang senyatanya memang sudah berbeda sejak beberapa hari lalu. Kakek yang sudah tidak pernah lagi cerita tentang kisah perjuangannya dulu. Hari ini pun kakek begitu, bahkan sedari pagi hingga menjelang siang kakek hanya duduk sendiri di teras rumah sembari pandangannya lurus ke jalan, tapi sesungguhnya tidak memperhatikannya.

Hanya semacam pandangan kosong. Hal itu terbukti ketika setiap kali ada beberapa tetangga yang menyapa, kakek seperti kaget. Ingin rasanya menemani kakek dan memintanya untuk kembali bercerita, dan jika kakek berkenan mengabulkan permintaanku, aku berjanji akan memperhatikan ceritanya dengan sepenuh hati, bahkan tak peduli andai cerita itu hanya bualan saja. Aku hanya ingin melihat kakek genbira seperti semula.

Ketika keinginanku sudah tak bisa kutahan, akhirnya aku putuskan bertekad akan menemui kakek di teras. Ketika aku telah di dekatnya nanti, aku akan langsung bilang pada kakek, aku ingin kakek bercerita tentang perjuangannya terbebas dari kepungan musuh waktu itu.

Namun, ketika aku baru membuka pintu rumah depan, aku melihat ada orang yang datang memasuki halaman rumah. Aku memperhatikan orang itu saksama. Ingatanku tertuju pada orang yang dulu pernah berbincang dengan kakek di depan rumah. Melihat hal itu aku kembali masuk dan memperhatikan mereka dari balik nako.

Oh, aku baru meyadari, ternyata lelaki tua itu seorang veteran, tampak dari seragamnya dan atribut yang dipakai. Memang, masih tampak gagah, terlebih dengan seragam hijaunya itu.

Kulihat sambutan kakek biasanya saja, maksudku biasa, tidak menunjukkan ada sesuatu masalah di antara mereka. Setelah saling basa-basi, aku sengaja menajamkan pendengaran. Aku ingin tahu apa yang mereka bicarakan. Setelah terjadi obrolan beberapa waktu kemudian, akhirnya aku menyimpulkan tidak ada sesuatu yang membantu menjawab penasaranku tentang perubahan kakek. Dari yang sempat aku dengar, lelaki itu baru saja pindah ke desa ini, yang sebelumnya tinggal bersama anaknya yang merantau di luar pulau.

Dulu dia teman kakek sewaktu muda. Lelaki itu usai mengikuti upacara 17 di alun-alun , dan sebelum pulang dia memang bermaksud mampir untuk bertemu dengan kakek. Karena merasa tidak mendapat apa yang menjadi keinginanku, aku beranjak pergi dari balik jendela. Namun baru satu langkah menjauh, aku penasaran dengan ucapan lelaki tua berseragam itu. “Terima kasih, jika bukan karena kamu pastinya aku sudah mampus waktu itu.” (*)

 

YUDITEHA : Pegiat Komunitas Sastra Kamar Kata Karanganyar. Telah menerbitkan 17 buku. Buku terbarunya Sejarah Nyeri (Kumcer, Marjin Kiri, 2020) dan Tanah Letung (Kumcer, Nomina, 2020).

sumber : JAWAPOS, Minggu, 15 Agustus 2021

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MEDIA

  • BHIRAWA (1)
  • FEMINA (1)
  • HALUAN (9)
  • HARIAN FAJAR (2)
  • HORISON (2)
  • JAWA POS (216)
  • KALTIM POST (35)
  • KEDAULATAN RAKYAT (23)
  • KOMPAS CETAK (698)
  • KOMPAS ONLINE (867)
  • KORAN MERAPI (2)
  • KORAN SOLOPOS ONLINE (59)
  • KORAN TEMPO ONLINE (228)
  • MAJALAH PANJI BALAI (1)
  • MAJALAH SASTRA PUSAT (1)
  • MEDIA INDONESIA (89)
  • NOVA (7)
  • PADANG EKSPRES (2)
  • PIKIRAN RAKYAT (13)
  • PONTIANAK POST (6)
  • RADAR BANYUWANGI (7)
  • RADAR BOJONEGORO (5)
  • RADAR BROMO (1)
  • RADAR JEMBER (1)
  • RADAR JOMBANG (1)
  • RADAR KEDIRI (2)
  • RADAR MADIUN (1)
  • RADAR MOJOKERTO (6)
  • RAKYAT SULTRA (1)
  • REPUBLIKA CETAK (12)
  • REPUBLIKA ONLINE (24)
  • SINGGALANG (6)
  • SUARA MERDEKA (75)
  • SUARA NTB (1)
  • SUARA SARAWAK (1)
  • THE JAKARTA POST (22)
  • UTUSAN BORNEO (1)
  • WASPADA (7)

ARSIP

  • Januari 2026 (1)
  • Desember 2025 (1)
  • Oktober 2025 (4)
  • Agustus 2025 (6)
  • Juli 2025 (8)
  • Juni 2025 (15)
  • Mei 2025 (32)
  • April 2025 (25)
  • Maret 2025 (26)
  • Februari 2025 (32)
  • Januari 2025 (28)
  • Desember 2024 (25)
  • November 2024 (23)
  • Oktober 2024 (29)
  • September 2024 (31)
  • Agustus 2024 (32)
  • Juli 2024 (43)
  • Juni 2024 (41)
  • Mei 2024 (37)
  • April 2024 (26)
  • Maret 2024 (40)
  • Februari 2024 (31)
  • Januari 2024 (33)
  • Desember 2023 (34)
  • November 2023 (29)
  • Oktober 2023 (29)
  • September 2023 (34)
  • Agustus 2023 (34)
  • Juli 2023 (37)
  • Juni 2023 (40)
  • Mei 2023 (29)
  • April 2023 (29)
  • Maret 2023 (36)
  • Februari 2023 (41)
  • Januari 2023 (46)
  • Desember 2022 (44)
  • November 2022 (40)
  • Oktober 2022 (38)
  • September 2022 (19)
  • Agustus 2022 (18)
  • Juli 2022 (20)
  • Juni 2022 (19)
  • Mei 2022 (19)
  • April 2022 (19)
  • Maret 2022 (19)
  • Februari 2022 (18)
  • Januari 2022 (21)
  • Desember 2021 (16)
  • November 2021 (18)
  • Oktober 2021 (23)
  • September 2021 (19)
  • Agustus 2021 (21)
  • Juli 2021 (19)
  • Juni 2021 (17)
  • Mei 2021 (19)
  • April 2021 (14)
  • Maret 2021 (10)
  • Februari 2021 (13)
  • Januari 2021 (16)
  • Desember 2020 (13)
  • November 2020 (13)
  • Oktober 2020 (13)
  • September 2020 (13)
  • Agustus 2020 (14)
  • Juli 2020 (14)
  • Juni 2020 (11)
  • Mei 2020 (13)
  • April 2020 (13)
  • Maret 2020 (11)
  • Februari 2020 (12)
  • Januari 2020 (11)
  • Desember 2019 (13)
  • November 2019 (12)
  • Oktober 2019 (11)
  • September 2019 (11)
  • Agustus 2019 (13)
  • Juli 2019 (12)
  • Juni 2019 (19)
  • Mei 2019 (3)
  • April 2019 (4)
  • Maret 2019 (6)
  • Februari 2019 (5)
  • Januari 2019 (7)
  • Desember 2018 (8)
  • November 2018 (4)
  • Oktober 2018 (3)
  • September 2018 (5)
  • Agustus 2018 (7)
  • Juli 2018 (8)
  • Juni 2018 (4)
  • Mei 2018 (5)
  • April 2018 (6)
  • Maret 2018 (5)
  • Februari 2018 (4)
  • Januari 2018 (4)
  • Desember 2017 (5)
  • November 2017 (6)
  • Oktober 2017 (5)
  • September 2017 (4)
  • Agustus 2017 (4)
  • Juli 2017 (5)
  • Juni 2017 (4)
  • Mei 2017 (2)
  • April 2017 (5)
  • Maret 2017 (2)
  • Februari 2017 (2)
  • Oktober 2016 (1)
  • Mei 2016 (1)
  • Agustus 2015 (2)
  • April 2015 (4)
  • Maret 2015 (5)
  • Februari 2015 (4)
  • Januari 2015 (3)
  • Desember 2014 (2)
  • November 2014 (5)
  • Oktober 2014 (3)
  • September 2014 (4)
  • Agustus 2014 (4)
  • Juli 2014 (3)
  • Juni 2014 (5)
  • Mei 2014 (3)
  • April 2014 (4)
  • Maret 2014 (5)
  • Februari 2014 (7)
  • Januari 2014 (3)
  • Desember 2013 (5)
  • November 2013 (4)
  • Oktober 2013 (4)
  • September 2013 (5)
  • Agustus 2013 (3)
  • Juli 2013 (4)
  • Juni 2013 (5)
  • Januari 2013 (4)
  • Agustus 2012 (2)
  • Juli 2012 (5)
  • Juni 2012 (3)
  • Mei 2012 (3)
  • April 2012 (5)
  • Maret 2012 (4)
  • Februari 2012 (3)
  • Januari 2012 (4)
  • Desember 2011 (3)
  • November 2011 (2)
  • Oktober 2011 (5)
  • September 2011 (4)
  • Agustus 2011 (4)
  • Juli 2011 (5)
  • Juni 2011 (4)
  • Mei 2011 (5)
  • April 2011 (4)
  • Maret 2011 (4)
  • Februari 2011 (4)
  • Januari 2011 (5)
  • Desember 2010 (5)
  • November 2010 (4)
  • Oktober 2010 (5)
  • September 2010 (3)
  • Agustus 2010 (4)
  • Juli 2010 (5)
  • Juni 2010 (4)
  • Mei 2010 (4)
  • April 2010 (4)
  • Maret 2010 (4)
  • Februari 2010 (3)
  • Januari 2010 (4)
  • Desember 2009 (4)
  • November 2009 (5)
  • Oktober 2009 (4)
  • September 2009 (3)
  • Agustus 2009 (5)
  • Juli 2009 (4)
  • Juni 2009 (4)
  • Mei 2009 (5)
  • April 2009 (4)
  • Maret 2009 (5)
  • Februari 2009 (4)
  • Januari 2009 (4)
  • Desember 2008 (4)
  • November 2008 (5)
  • Oktober 2008 (4)
  • September 2008 (4)
  • Agustus 2008 (4)
  • Juli 2008 (3)
  • Juni 2008 (5)
  • Mei 2008 (4)
  • April 2008 (4)
  • Maret 2008 (6)
  • Februari 2008 (4)
  • Januari 2008 (3)
  • Desember 2007 (5)
  • November 2007 (4)
  • Oktober 2007 (3)
  • September 2007 (5)
  • Agustus 2007 (4)
  • Juli 2007 (5)
  • Juni 2007 (4)
  • Mei 2007 (4)
  • April 2007 (5)
  • Maret 2007 (4)
  • Februari 2007 (3)
  • Januari 2007 (4)
  • Desember 2006 (3)
  • November 2006 (4)
  • Oktober 2006 (5)
  • September 2006 (4)
  • Agustus 2006 (4)
  • Juli 2006 (5)
  • Juni 2006 (4)
  • Mei 2006 (4)
  • April 2006 (5)
  • Maret 2006 (5)
  • Februari 2006 (4)
  • Januari 2006 (3)
  • Desember 2005 (3)
  • November 2005 (4)
  • Oktober 2005 (5)
  • September 2005 (3)
  • Agustus 2005 (4)
  • Juli 2005 (4)
  • Juni 2005 (4)
  • Mei 2005 (4)
  • April 2005 (4)
  • Maret 2005 (3)
  • Februari 2005 (5)
  • Januari 2005 (5)
  • Desember 2004 (4)
  • November 2004 (3)
  • Oktober 2004 (8)
  • September 2004 (2)
  • Agustus 2004 (5)
  • Juli 2004 (4)
  • Juni 2004 (4)
  • Mei 2004 (5)
  • April 2004 (4)
  • Maret 2004 (4)
  • Februari 2004 (4)
  • Januari 2004 (4)
  • Desember 2003 (4)
  • November 2003 (5)
  • Oktober 2003 (4)
  • September 2003 (3)
  • Agustus 2003 (5)
  • Juli 2003 (4)
  • Juni 2003 (5)
  • Mei 2003 (4)
  • April 2003 (3)
  • Januari 2001 (1)
  • Januari 2000 (1)
  • Desember 1998 (1)
  • Juli 1998 (1)
  • Mei 1998 (2)
  • April 1997 (1)
  • Mei 1993 (1)
  • Juli 1966 (1)
©2026 CERPENDEK.COM | Design: Newspaperly WordPress Theme