Skip to content

CERPENDEK.COM

Indeks Sastra Cerpen di Indonesia

Menu
  • Account
  • HOME FULL WIDTH
  • INDEKS MEDIA
  • INDEKS PENGARANG
  • Login
  • Logout
  • Members
  • Password Reset
  • Privacy Policy
  • RANDOM POST
  • Register
  • User
Menu

Cerpen : Bay, Ang, dan Rembu oleh Akbar Hendriana Putra

Posted on Sab, 06 Agu 2022

Aku melirik jam tanganku, sudah pukul dua pagi. Akhirnya suasana yang kunantikan pada setiap harinya kini telah tiba. Ruas jalan lengang, tenang, dan hanya terdengar deru angin yang berembus pelan.

Di halte bus yang atapnya sudah bolong, aku terdiam dan hanya duduk sambil menatap lampu halte yang pendarnya perlahan sirna.

”Satu, dua, ti…ga,” ucapku bersamaan dengan lampu halte yang akhirnya mati.

Aku menghela napas tipis, sedikit kecewa, mengapa lampu itu harus padam. Entah apa alasannya lampu itu padam, mungkin ia tak mau lagi menemaniku, sama seperti mereka yang telah aku bantu, lepas itu pergi begitu saja. Meski mereka pergi, aku tak memusingkannya. Sebab, ada yang masih tinggal dan menemaniku. Mereka adalah Bay yang kerap datang saat siang dan Ang yang setia menemaniku di malam hari.

Bay dan Ang adalah temanku yang sangat setia. Mereka selalu dekat denganku, tak peduli saat aku terpuruk ataupun sedang berbahagia. Meski Bay dan Ang tak banyak berbicara, mereka selalu hadir saat aku membutuhkannya. Dan yang lebih uniknya lagi, mereka suka menghilang lalu muncul secara tiba-tiba, seperti saat ini. Saat lampu halte tiba-tiba mati, Ang seketika menghilang.

”Ang, Ang,” aku memperhatikan sekeliling, mencari Ang yang tiba-tiba hilang saat lampu halte padam, ”Kamu di mana Ang?”

Ang tidak menjawab dan masih menghilang.

Aku pun akhirnya beranjak, berjalan sedikit keluar dari halte untuk mencari Ang. Saat aku berada di tepian jalan, aku dikagetkan Ang yang seketika muncul.

”Ang!” Teriakku sambil mengelus dada setelah menemukan Ang yang ternyata sedang berbaring di jalan raya, ”Kamu ngapain rebahan di sana Ang?”

Seperti biasa, Ang hanya diam, tak menjawab pertanyaanku.

”Atau jangan-jangan kamu lelah, ya, Ang?” tanyaku.

Ang masih diam, tak menjawab.

Melihat Ang tampak nyaman, aku pun memutuskan duduk di trotoar jalan, dekat dengan Ang. Bersamaan dengan aku yang memutuskan untuk duduk, Ang seketika bangkit dan ikut duduk.

”Ang, kamu sama Bay kenapa tidak pernah muncul bersamaan sih?” tanyaku.

Ang masih terdiam, tidak menjawab pertanyaanku lagi.

”Padahal, kalau kita kumpul bertiga, seru loh Ang. Kita bisa makan bersama-sama, bepergian bersama-sama, bahkan mandi juga bisa bersama-sama.” Aku tertawa, membayangkan semua yang barusan aku ucapkan. ”Tapi, meski kita enggak bisa bersama-sama, aku cukup bahagia Ang. Sebab, bisa berteman denganmu dan juga Bay.” Aku tersenyum, merasa bahagia memiliki teman seperti Bay dan Ang.

Akan tetapi, senyum bahagia yang tadi aku keluarkan seketika sirna. Aku tiba-tiba merasakan kesepian yang teramat dalam—meski ada Ang yang duduk tak jauh dariku. Aku meringkuk, menyembunyikan wajahku, dan memeluk kedua kakiku.

Sesaat, aku ingin menangis lepas. Tapi, aku tak bisa mengeluarkan tangisanku. Hingga akhirnya rasa kesepian itu seketika pergi dan menghilang, atau lebih tepatnya kembali bersembunyi di dalam diriku.

Aku angkat wajahku dan melepas pelukanku pada kaki. Kuhirup napas dalam-dalam dan aku embuskan perlahan. Kini, senyuman kembali menghiasi wajahku walau tak sama seperti senyuman sebelumnya.

”Ang,” aku memanggil Ang.

Ang diam, tak menjawab.

Aku menghela napas tipis, lalu menatap langit, memandangi rembulan.

”Kau itu bagai rembulan yang menenangkan kala aku terpukul jatuh, Ang. Dan Bay, seperti matahari yang terus menyemangatiku, saat aku mulai bangkit. Tapi Ang,” aku menoleh ke Ang. ”Kira-kira, apakah aku bisa memiliki teman lagi? Seperti bintang yang menemani rembulan dan awan yang menemani matahari.”

Saat aku sedang menunggu jawaban Ang, yang sudah dipastikan ia tidak akan menjawab, tiba-tiba ada seekor kucing putih berbulu lebat menyundul-nyundul kakiku sambil mengeong lembut. Sontak aku mengelusnya, dan ia pun memutari kaki kananku.

Satu menit lebih dia memutari kakiku, dari kanan ke kiri atau pun sebaliknya, akhirnya kucing putih berbulu lebat itu duduk dan memandangiku. Aku pun tersenyum, dan kucing putih itu mengedipkan matanya pelan.

”Hey, apakah kamu mau berteman denganku?” tanyaku.

Kucing putih itu mengeong lembut dan menatapku, lalu kembali mengedipkan matanya pelan.

”Kalau begitu, aku akan memberimu nama,” aku diam sejenak, memikirkan nama yang cocok, ”Rembu. Ya, namamu Rembu,” ucapku.

Rembu mengeong lembut dan kembali mengedipkan matanya pelan.

***

Akbar hendriana putra, lahir di Jakarta, 21 April 1995. Menamatkan kuliah di BSI Margonda, Depok, pada 2018. Anak kedua dari tiga bersaudara ini memiliki teman sejati, yaitu secangkir kopi. Sejak SMA sudah suka dengan menulis, tetapi wujud tulisannya baru berani ditunjukkan di tahun 2021. Sekarang sibuk mewujudkan mimpi sambil membantu memasak di usaha katering ibunya.

sumber : kompas.id, 06 Agt 2022.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MEDIA

  • BHIRAWA (1)
  • FEMINA (1)
  • HALUAN (9)
  • HARIAN FAJAR (2)
  • HORISON (2)
  • JAWA POS (216)
  • KALTIM POST (35)
  • KEDAULATAN RAKYAT (23)
  • KOMPAS CETAK (698)
  • KOMPAS ONLINE (867)
  • KORAN MERAPI (2)
  • KORAN SOLOPOS ONLINE (59)
  • KORAN TEMPO ONLINE (228)
  • MAJALAH PANJI BALAI (1)
  • MAJALAH SASTRA PUSAT (1)
  • MEDIA INDONESIA (89)
  • NOVA (7)
  • PADANG EKSPRES (2)
  • PIKIRAN RAKYAT (13)
  • PONTIANAK POST (6)
  • RADAR BANYUWANGI (7)
  • RADAR BOJONEGORO (5)
  • RADAR BROMO (1)
  • RADAR JEMBER (1)
  • RADAR JOMBANG (1)
  • RADAR KEDIRI (2)
  • RADAR MADIUN (1)
  • RADAR MOJOKERTO (6)
  • RAKYAT SULTRA (1)
  • REPUBLIKA CETAK (12)
  • REPUBLIKA ONLINE (24)
  • SINGGALANG (6)
  • SUARA MERDEKA (75)
  • SUARA NTB (1)
  • SUARA SARAWAK (1)
  • THE JAKARTA POST (22)
  • UTUSAN BORNEO (1)
  • WASPADA (7)

ARSIP

  • Januari 2026 (1)
  • Desember 2025 (1)
  • Oktober 2025 (4)
  • Agustus 2025 (6)
  • Juli 2025 (8)
  • Juni 2025 (15)
  • Mei 2025 (32)
  • April 2025 (25)
  • Maret 2025 (26)
  • Februari 2025 (32)
  • Januari 2025 (28)
  • Desember 2024 (25)
  • November 2024 (23)
  • Oktober 2024 (29)
  • September 2024 (31)
  • Agustus 2024 (32)
  • Juli 2024 (43)
  • Juni 2024 (41)
  • Mei 2024 (37)
  • April 2024 (26)
  • Maret 2024 (40)
  • Februari 2024 (31)
  • Januari 2024 (33)
  • Desember 2023 (34)
  • November 2023 (29)
  • Oktober 2023 (29)
  • September 2023 (34)
  • Agustus 2023 (34)
  • Juli 2023 (37)
  • Juni 2023 (40)
  • Mei 2023 (29)
  • April 2023 (29)
  • Maret 2023 (36)
  • Februari 2023 (41)
  • Januari 2023 (46)
  • Desember 2022 (44)
  • November 2022 (40)
  • Oktober 2022 (38)
  • September 2022 (19)
  • Agustus 2022 (18)
  • Juli 2022 (20)
  • Juni 2022 (19)
  • Mei 2022 (19)
  • April 2022 (19)
  • Maret 2022 (19)
  • Februari 2022 (18)
  • Januari 2022 (21)
  • Desember 2021 (16)
  • November 2021 (18)
  • Oktober 2021 (23)
  • September 2021 (19)
  • Agustus 2021 (21)
  • Juli 2021 (19)
  • Juni 2021 (17)
  • Mei 2021 (19)
  • April 2021 (14)
  • Maret 2021 (10)
  • Februari 2021 (13)
  • Januari 2021 (16)
  • Desember 2020 (13)
  • November 2020 (13)
  • Oktober 2020 (13)
  • September 2020 (13)
  • Agustus 2020 (14)
  • Juli 2020 (14)
  • Juni 2020 (11)
  • Mei 2020 (13)
  • April 2020 (13)
  • Maret 2020 (11)
  • Februari 2020 (12)
  • Januari 2020 (11)
  • Desember 2019 (13)
  • November 2019 (12)
  • Oktober 2019 (11)
  • September 2019 (11)
  • Agustus 2019 (13)
  • Juli 2019 (12)
  • Juni 2019 (19)
  • Mei 2019 (3)
  • April 2019 (4)
  • Maret 2019 (6)
  • Februari 2019 (5)
  • Januari 2019 (7)
  • Desember 2018 (8)
  • November 2018 (4)
  • Oktober 2018 (3)
  • September 2018 (5)
  • Agustus 2018 (7)
  • Juli 2018 (8)
  • Juni 2018 (4)
  • Mei 2018 (5)
  • April 2018 (6)
  • Maret 2018 (5)
  • Februari 2018 (4)
  • Januari 2018 (4)
  • Desember 2017 (5)
  • November 2017 (6)
  • Oktober 2017 (5)
  • September 2017 (4)
  • Agustus 2017 (4)
  • Juli 2017 (5)
  • Juni 2017 (4)
  • Mei 2017 (2)
  • April 2017 (5)
  • Maret 2017 (2)
  • Februari 2017 (2)
  • Oktober 2016 (1)
  • Mei 2016 (1)
  • Agustus 2015 (2)
  • April 2015 (4)
  • Maret 2015 (5)
  • Februari 2015 (4)
  • Januari 2015 (3)
  • Desember 2014 (2)
  • November 2014 (5)
  • Oktober 2014 (3)
  • September 2014 (4)
  • Agustus 2014 (4)
  • Juli 2014 (3)
  • Juni 2014 (5)
  • Mei 2014 (3)
  • April 2014 (4)
  • Maret 2014 (5)
  • Februari 2014 (7)
  • Januari 2014 (3)
  • Desember 2013 (5)
  • November 2013 (4)
  • Oktober 2013 (4)
  • September 2013 (5)
  • Agustus 2013 (3)
  • Juli 2013 (4)
  • Juni 2013 (5)
  • Januari 2013 (4)
  • Agustus 2012 (2)
  • Juli 2012 (5)
  • Juni 2012 (3)
  • Mei 2012 (3)
  • April 2012 (5)
  • Maret 2012 (4)
  • Februari 2012 (3)
  • Januari 2012 (4)
  • Desember 2011 (3)
  • November 2011 (2)
  • Oktober 2011 (5)
  • September 2011 (4)
  • Agustus 2011 (4)
  • Juli 2011 (5)
  • Juni 2011 (4)
  • Mei 2011 (5)
  • April 2011 (4)
  • Maret 2011 (4)
  • Februari 2011 (4)
  • Januari 2011 (5)
  • Desember 2010 (5)
  • November 2010 (4)
  • Oktober 2010 (5)
  • September 2010 (3)
  • Agustus 2010 (4)
  • Juli 2010 (5)
  • Juni 2010 (4)
  • Mei 2010 (4)
  • April 2010 (4)
  • Maret 2010 (4)
  • Februari 2010 (3)
  • Januari 2010 (4)
  • Desember 2009 (4)
  • November 2009 (5)
  • Oktober 2009 (4)
  • September 2009 (3)
  • Agustus 2009 (5)
  • Juli 2009 (4)
  • Juni 2009 (4)
  • Mei 2009 (5)
  • April 2009 (4)
  • Maret 2009 (5)
  • Februari 2009 (4)
  • Januari 2009 (4)
  • Desember 2008 (4)
  • November 2008 (5)
  • Oktober 2008 (4)
  • September 2008 (4)
  • Agustus 2008 (4)
  • Juli 2008 (3)
  • Juni 2008 (5)
  • Mei 2008 (4)
  • April 2008 (4)
  • Maret 2008 (6)
  • Februari 2008 (4)
  • Januari 2008 (3)
  • Desember 2007 (5)
  • November 2007 (4)
  • Oktober 2007 (3)
  • September 2007 (5)
  • Agustus 2007 (4)
  • Juli 2007 (5)
  • Juni 2007 (4)
  • Mei 2007 (4)
  • April 2007 (5)
  • Maret 2007 (4)
  • Februari 2007 (3)
  • Januari 2007 (4)
  • Desember 2006 (3)
  • November 2006 (4)
  • Oktober 2006 (5)
  • September 2006 (4)
  • Agustus 2006 (4)
  • Juli 2006 (5)
  • Juni 2006 (4)
  • Mei 2006 (4)
  • April 2006 (5)
  • Maret 2006 (5)
  • Februari 2006 (4)
  • Januari 2006 (3)
  • Desember 2005 (3)
  • November 2005 (4)
  • Oktober 2005 (5)
  • September 2005 (3)
  • Agustus 2005 (4)
  • Juli 2005 (4)
  • Juni 2005 (4)
  • Mei 2005 (4)
  • April 2005 (4)
  • Maret 2005 (3)
  • Februari 2005 (5)
  • Januari 2005 (5)
  • Desember 2004 (4)
  • November 2004 (3)
  • Oktober 2004 (8)
  • September 2004 (2)
  • Agustus 2004 (5)
  • Juli 2004 (4)
  • Juni 2004 (4)
  • Mei 2004 (5)
  • April 2004 (4)
  • Maret 2004 (4)
  • Februari 2004 (4)
  • Januari 2004 (4)
  • Desember 2003 (4)
  • November 2003 (5)
  • Oktober 2003 (4)
  • September 2003 (3)
  • Agustus 2003 (5)
  • Juli 2003 (4)
  • Juni 2003 (5)
  • Mei 2003 (4)
  • April 2003 (3)
  • Januari 2001 (1)
  • Januari 2000 (1)
  • Desember 1998 (1)
  • Juli 1998 (1)
  • Mei 1998 (2)
  • April 1997 (1)
  • Mei 1993 (1)
  • Juli 1966 (1)
©2026 CERPENDEK.COM | Design: Newspaperly WordPress Theme