Skip to content

CERPENDEK.COM

Indeks Sastra Cerpen di Indonesia

Menu
  • Account
  • HOME FULL WIDTH
  • INDEKS MEDIA
  • INDEKS PENGARANG
  • Login
  • Logout
  • Members
  • Password Reset
  • Privacy Policy
  • RANDOM POST
  • Register
  • User
Menu

Cerpen : Kotak Amal

Posted on Ming, 10 Apr 2022

TIDAK lama setelah usai salat Zuhur, tiba-tiba terdengar suara riuh dari depan masjid. Aku segera bangkit dari sujud setelah zikir kutuntaskan dengan ketergesaan. Di halaman masjid, kulihat Zamdani mencekal lengan seorang laki-laki separuh baya dengan kasar.
“Dia pencuri celengan masjid kita selama ini!” teriak Zamdani dengan lantang, penuh emosi.
Karena ini hari pertama Ramadan, para jemaah salat Zuhur yang hampir memenuhi masjid segera berkerumun mengitari Zamdani dan laki-laki tersebut. Laki-laki itu bertubuh kurus. Raut mukanya pucat. Entah karena perutnya kosong atau karena dikerumuni begitu banyak orang. Tapi, sungguh aku tidak sampai hati melihat Zamdani mempertontonkannya seperti itu.
Tidak lama, Imam Burhanudin, pengurus masjid kami, menerobos kerumunan. “Zamdani, apa yang terjadi?” tanyanya.
“Ini pelaku pencuri kotak amal kita selama ini, Pak Imam!” jawab Zamdani.
Imam Burhanudin terdiam sembari memandang laki-laki di sebelah Zamdani tersebut. Wajahnya tampak lelah dan bibirnya berdarah. Mungkin dipukul Zamdani.
“Kenapa kamu mencuri? Apalagi di bulan suci, bulan Ramadan, saat semua umat muslim tengah berlomba mencari keberkahan,” ujar Imam Burhanudin perlahan.
Laki-laki itu tidak menjawab. Alih-alih, ia memandang ke arah Zamdani dengan penuh kecemasan.
“Jawab!” hardik Zamdani sambil menarik kerah baju laki-laki itu.
“Jangan bertindak kasar, Zamdani. Ini Ramadan dan kita sedang di rumah Tuhan,” sela Imam Burhanudian.
“Maaf, Pak Imam, saya emosi karena hilangnya celengan masjid kita selama ini ternyata gara-gara orang ini,” kata Zamdani.
“Jangan main tuduh. Ramadan mengajarkan kita kesabaran. Kita harus bisa menahan diri dari kemarahan,” suara Imam Burhanudin kali ini agak keras.
“Bawa dia ke dalam masjid,” pintanya kemudian.
***.
Sudah dua bulan ini kotak amal milik Masjid Taqwa di kampungku raib dicuri orang. Kejadiannya sudah tiga kali.
Bukan kotak amal yang besar. Yang besar hanya ada satu. Diletakkan pada barisan pintu masuk masjid bagian depan. Karena posisinya itu, pengurus masjid memakai kunci gembok serta mengikatnya dengan sebuah rantai yang dililitkan ke tiang masjid dengan harapan kotak amal itu tidak dicuri orang.
Yang hilang adalah kotak-kotak amal yang kecil, yang biasanya diedarkan seusai salat. Jumlahnya ada dua puluh, atau paling tidak, tadinya dua puluh.
Biasanya, kami membuka kotak amal yang kecil-kecil itu seminggu sekali di ruang imam. Jika isi kotak amal itu penuh, jumlahnya bisa mencapai satu juta. Terkadang lima ratus ribuan.
Hilangnya kotak amal yang berukuran kecil itu tidak terjadi di dalam ruang imam masjid, tetapi selalu setelah kotak amal itu diedarkan ke jemaah seusai salat. Aku dan pengurus masjid yang lain tidak tahu bagaimana caranya kotak amal itu bisa hilang dan siapa yang mencurinya. Mungkin jumlah pengurus masjid yang sedikit membuat kami tidak bisa memantau keadaan.
Ya, pengurus Masjid Taqwa sampai hari ini hanya berjumlah enam orang beserta Imam Burhanudin. Ada Zamdani yang bertugas sebagai muazin sekaligus bagian kebersihan di dalam masjid. Sabir dan Usman bertanggung jawab di bagian sekitar lingkungan halaman masjid. Lalu, ada Budiman sebagai sekretaris masjid, dan aku, si Sahrul, juru ketik.
“Minggu depan kita akan rapat untuk menambah anggota kepengurusan,” ujar Imam Burhanudin selepas salat Isya, pekan lalu. Saat itu, ia mengumpulkan kami setelah kotak amal hilang untuk yang ketiga kalinya.
“Kita butuh anggota yang bersedia mengurusi keberadaan kotak amal di masjid. Apalagi memasuki Ramadan nanti, jemaah pasti bertambah. Kita tidak ingin sedekah jemaah raib,” lanjut Imam Burhanudin.
“Tapi, Pak Imam, mencari orang baru yang bisa dipercaya juga tidak mudah. Salah-salah nanti malah membuat masalah. Baiknya kita tingkatkan kewaspadaan dan memperhatikan setiap gerak yang mencurigakan,” sela Zamdani.
“Saya rasa kita memang butuh anggota tambahan. Ramadan ini jumlah jemaah pasti membeludak setelah tahun lalu kita tidak leluasa beribadah di masjid,” sahut Budiman.
Kulihat Zamdani tidak menyahut kecuali hanya memilin-milin janggut di dagunya yang lancip. Hanya beberapa menit berselang, Imam Burhanudin berkelakar, “Taklah karena uang salat kita menjadi batal. Jadi, penambahan anggota kepengurusan itu mutlak akan kita lakukan.”
***
Zamdani masih mencekal lengan kiri laki-laki itu. Di jemari tangan kanan laki-laki itu melekat sebuah kotak amal kecil dengan cat putih yang memudar. Ada tulisan ‘Masjid Taqwa’ di bagian atasnya.
Di dalam masjid, Imam Burhanudin menyuruh laki-laki itu duduk di lantai. Sejumlah jemaah masih mengerumuninya, tapi Imam Burhanudin memerintahkan Sabir untuk membubarkan para jemaah itu.
“Ini buktinya, Pak Imam, kotak amal masjid kita ada padanya,” kata Zamdani.
“Aku tidak pernah melihat orang ini. Wajahnya asing,” kata Imam Burhanudin. ”Apa kalian ada yang mengenali?” tanyanya kepada kami.
“Tidak, Pak Imam. Ia orang asing. Mungkin juga tidak waras. Sedari tadi cuma tampak kebingungan,” jawab Sabir.
Aku mengangguk-angguk kepala, sependapat dengan Sabir.
“Baiklah. Kalau begitu, sekarang kita ke ruanganku. Kita lihat rekaman CCTV,” ujar Imam Burhanudin membuat kami tersentak.
“Pak Imam, memangnya kita punya CCTV?” Tanyaku bingung. Bukan hanya aku, kulihat Sabir dan yang lain juga tampak heran. Zamdani malah sampai melongo, lupa mengatupkan bibirnya.
“Hasan yang mengusulkan kita pasang CCTV dulu sebelum kita mencari anggota baru. Dia juga yang memasangnya,” jawab Imam Burhanuddin.
Pikiranku melayang ke dua hari lalu ketika melihat putra sulung Imam Burhanuddin tersebut malam-malam datang membawa tentengan ke ruang imam. Kupikir, saat itu ia sekadar hendak bertemu ayahnya.
“Bawa ia ke ruanganku,” kata Imam Burhanudin memecah lamunanku.
Kami lalu beranjak ke ruangan imam.
“Hei, Zamdani, ayo bawa dia,” tegur Imam Burhanudin.
Aku menengok ke belakang dan melihat Zamdani masih seperti orang linglung.
Perlahan Zamdani menarik lengan laki-laki pencuri kotak amal tersebut. Wajahnya , entah mengapa, tidak lagi garang.
***
Ternyata benar, di meja di pojok ruangan imam itu kini sudah ada sebuah layar monitor kecil. Aku tidak paham dan tidak mengerti bagaimana caranya Imam Burhanudian mengoperasikan alat itu. Yang kulihat, di layar itu, ada gambar-gambar kecil beberapa bagian masjid, ada juga gambar pekarangan.
“Aku akan putar rekaman hari ini. Semoga terlihat oleh CCTV,” jelas Imam Burhanudin sambil memencet-mencet kibor di dekat monitor tersebut.
Semua kami terdiam. Penuh debar.
Di monitor, terlihat suasana kusyuk salat Zuhur. Terlihat juga situasi halaman masjid yang sepi. Tidak tampak aktivitas apa pun yang mencurigakan. Bahkan laki-laki separuh baya itu tidak pernah terlihat di layar monitor.
Beberapa menit kemudian, setelah usai Imam Burhanudian mengucapkan salam, terlihat seseorang dengan cepat memutar tubuh ke belakang. Aku tersentak dan kaget. Sabir juga. Usman memegang pundakku seperti tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Di layar monitor terlihat sosok berdagu lancip yang amat kami kenal dengan gesit menenteng satu kotak amal sembari bergegas ke luar masjid.
Kami semua berpaling, mencari Zamdani. Tidak kami sadari, Zamdani telah meringsut ke pojok ruangan imam. Wajahnya kini lebih pucat daripada lelaki separuh baya yang tadi diteriakinya. Putih, seolah malaikat pencabut nyawa telah menghampirinya. (Banda Aceh, September 2021)

Farizal Sikumbang lahir di Padang dan bermukim di Banda Aceh.

sumber : Media Indonesia, Min, 10 Apr 2022.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MEDIA

  • BHIRAWA (1)
  • FEMINA (1)
  • HALUAN (9)
  • HARIAN FAJAR (2)
  • HORISON (2)
  • JAWA POS (216)
  • KALTIM POST (35)
  • KEDAULATAN RAKYAT (23)
  • KOMPAS CETAK (698)
  • KOMPAS ONLINE (867)
  • KORAN MERAPI (2)
  • KORAN SOLOPOS ONLINE (59)
  • KORAN TEMPO ONLINE (228)
  • MAJALAH PANJI BALAI (1)
  • MAJALAH SASTRA PUSAT (1)
  • MEDIA INDONESIA (89)
  • NOVA (7)
  • PADANG EKSPRES (2)
  • PIKIRAN RAKYAT (13)
  • PONTIANAK POST (6)
  • RADAR BANYUWANGI (7)
  • RADAR BOJONEGORO (5)
  • RADAR BROMO (1)
  • RADAR JEMBER (1)
  • RADAR JOMBANG (1)
  • RADAR KEDIRI (2)
  • RADAR MADIUN (1)
  • RADAR MOJOKERTO (6)
  • RAKYAT SULTRA (1)
  • REPUBLIKA CETAK (12)
  • REPUBLIKA ONLINE (24)
  • SINGGALANG (6)
  • SUARA MERDEKA (75)
  • SUARA NTB (1)
  • SUARA SARAWAK (1)
  • THE JAKARTA POST (22)
  • UTUSAN BORNEO (1)
  • WASPADA (7)

ARSIP

  • Januari 2026 (1)
  • Desember 2025 (1)
  • Oktober 2025 (4)
  • Agustus 2025 (6)
  • Juli 2025 (8)
  • Juni 2025 (15)
  • Mei 2025 (32)
  • April 2025 (25)
  • Maret 2025 (26)
  • Februari 2025 (32)
  • Januari 2025 (28)
  • Desember 2024 (25)
  • November 2024 (23)
  • Oktober 2024 (29)
  • September 2024 (31)
  • Agustus 2024 (32)
  • Juli 2024 (43)
  • Juni 2024 (41)
  • Mei 2024 (37)
  • April 2024 (26)
  • Maret 2024 (40)
  • Februari 2024 (31)
  • Januari 2024 (33)
  • Desember 2023 (34)
  • November 2023 (29)
  • Oktober 2023 (29)
  • September 2023 (34)
  • Agustus 2023 (34)
  • Juli 2023 (37)
  • Juni 2023 (40)
  • Mei 2023 (29)
  • April 2023 (29)
  • Maret 2023 (36)
  • Februari 2023 (41)
  • Januari 2023 (46)
  • Desember 2022 (44)
  • November 2022 (40)
  • Oktober 2022 (38)
  • September 2022 (19)
  • Agustus 2022 (18)
  • Juli 2022 (20)
  • Juni 2022 (19)
  • Mei 2022 (19)
  • April 2022 (19)
  • Maret 2022 (19)
  • Februari 2022 (18)
  • Januari 2022 (21)
  • Desember 2021 (16)
  • November 2021 (18)
  • Oktober 2021 (23)
  • September 2021 (19)
  • Agustus 2021 (21)
  • Juli 2021 (19)
  • Juni 2021 (17)
  • Mei 2021 (19)
  • April 2021 (14)
  • Maret 2021 (10)
  • Februari 2021 (13)
  • Januari 2021 (16)
  • Desember 2020 (13)
  • November 2020 (13)
  • Oktober 2020 (13)
  • September 2020 (13)
  • Agustus 2020 (14)
  • Juli 2020 (14)
  • Juni 2020 (11)
  • Mei 2020 (13)
  • April 2020 (13)
  • Maret 2020 (11)
  • Februari 2020 (12)
  • Januari 2020 (11)
  • Desember 2019 (13)
  • November 2019 (12)
  • Oktober 2019 (11)
  • September 2019 (11)
  • Agustus 2019 (13)
  • Juli 2019 (12)
  • Juni 2019 (19)
  • Mei 2019 (3)
  • April 2019 (4)
  • Maret 2019 (6)
  • Februari 2019 (5)
  • Januari 2019 (7)
  • Desember 2018 (8)
  • November 2018 (4)
  • Oktober 2018 (3)
  • September 2018 (5)
  • Agustus 2018 (7)
  • Juli 2018 (8)
  • Juni 2018 (4)
  • Mei 2018 (5)
  • April 2018 (6)
  • Maret 2018 (5)
  • Februari 2018 (4)
  • Januari 2018 (4)
  • Desember 2017 (5)
  • November 2017 (6)
  • Oktober 2017 (5)
  • September 2017 (4)
  • Agustus 2017 (4)
  • Juli 2017 (5)
  • Juni 2017 (4)
  • Mei 2017 (2)
  • April 2017 (5)
  • Maret 2017 (2)
  • Februari 2017 (2)
  • Oktober 2016 (1)
  • Mei 2016 (1)
  • Agustus 2015 (2)
  • April 2015 (4)
  • Maret 2015 (5)
  • Februari 2015 (4)
  • Januari 2015 (3)
  • Desember 2014 (2)
  • November 2014 (5)
  • Oktober 2014 (3)
  • September 2014 (4)
  • Agustus 2014 (4)
  • Juli 2014 (3)
  • Juni 2014 (5)
  • Mei 2014 (3)
  • April 2014 (4)
  • Maret 2014 (5)
  • Februari 2014 (7)
  • Januari 2014 (3)
  • Desember 2013 (5)
  • November 2013 (4)
  • Oktober 2013 (4)
  • September 2013 (5)
  • Agustus 2013 (3)
  • Juli 2013 (4)
  • Juni 2013 (5)
  • Januari 2013 (4)
  • Agustus 2012 (2)
  • Juli 2012 (5)
  • Juni 2012 (3)
  • Mei 2012 (3)
  • April 2012 (5)
  • Maret 2012 (4)
  • Februari 2012 (3)
  • Januari 2012 (4)
  • Desember 2011 (3)
  • November 2011 (2)
  • Oktober 2011 (5)
  • September 2011 (4)
  • Agustus 2011 (4)
  • Juli 2011 (5)
  • Juni 2011 (4)
  • Mei 2011 (5)
  • April 2011 (4)
  • Maret 2011 (4)
  • Februari 2011 (4)
  • Januari 2011 (5)
  • Desember 2010 (5)
  • November 2010 (4)
  • Oktober 2010 (5)
  • September 2010 (3)
  • Agustus 2010 (4)
  • Juli 2010 (5)
  • Juni 2010 (4)
  • Mei 2010 (4)
  • April 2010 (4)
  • Maret 2010 (4)
  • Februari 2010 (3)
  • Januari 2010 (4)
  • Desember 2009 (4)
  • November 2009 (5)
  • Oktober 2009 (4)
  • September 2009 (3)
  • Agustus 2009 (5)
  • Juli 2009 (4)
  • Juni 2009 (4)
  • Mei 2009 (5)
  • April 2009 (4)
  • Maret 2009 (5)
  • Februari 2009 (4)
  • Januari 2009 (4)
  • Desember 2008 (4)
  • November 2008 (5)
  • Oktober 2008 (4)
  • September 2008 (4)
  • Agustus 2008 (4)
  • Juli 2008 (3)
  • Juni 2008 (5)
  • Mei 2008 (4)
  • April 2008 (4)
  • Maret 2008 (6)
  • Februari 2008 (4)
  • Januari 2008 (3)
  • Desember 2007 (5)
  • November 2007 (4)
  • Oktober 2007 (3)
  • September 2007 (5)
  • Agustus 2007 (4)
  • Juli 2007 (5)
  • Juni 2007 (4)
  • Mei 2007 (4)
  • April 2007 (5)
  • Maret 2007 (4)
  • Februari 2007 (3)
  • Januari 2007 (4)
  • Desember 2006 (3)
  • November 2006 (4)
  • Oktober 2006 (5)
  • September 2006 (4)
  • Agustus 2006 (4)
  • Juli 2006 (5)
  • Juni 2006 (4)
  • Mei 2006 (4)
  • April 2006 (5)
  • Maret 2006 (5)
  • Februari 2006 (4)
  • Januari 2006 (3)
  • Desember 2005 (3)
  • November 2005 (4)
  • Oktober 2005 (5)
  • September 2005 (3)
  • Agustus 2005 (4)
  • Juli 2005 (4)
  • Juni 2005 (4)
  • Mei 2005 (4)
  • April 2005 (4)
  • Maret 2005 (3)
  • Februari 2005 (5)
  • Januari 2005 (5)
  • Desember 2004 (4)
  • November 2004 (3)
  • Oktober 2004 (8)
  • September 2004 (2)
  • Agustus 2004 (5)
  • Juli 2004 (4)
  • Juni 2004 (4)
  • Mei 2004 (5)
  • April 2004 (4)
  • Maret 2004 (4)
  • Februari 2004 (4)
  • Januari 2004 (4)
  • Desember 2003 (4)
  • November 2003 (5)
  • Oktober 2003 (4)
  • September 2003 (3)
  • Agustus 2003 (5)
  • Juli 2003 (4)
  • Juni 2003 (5)
  • Mei 2003 (4)
  • April 2003 (3)
  • Januari 2001 (1)
  • Januari 2000 (1)
  • Desember 1998 (1)
  • Juli 1998 (1)
  • Mei 1998 (2)
  • April 1997 (1)
  • Mei 1993 (1)
  • Juli 1966 (1)
©2026 CERPENDEK.COM | Design: Newspaperly WordPress Theme