AKU bingung mendeskripsikan siapa aku dalam rumah ini. Ibu selalu menumpahkan segala keluh kesah kepadaku, apapun yang ia rasakan. Rasa kesal pada suaminya, ia ceritakan padaku. Rasa lelah mengurus anak-anaknya, ia bicarakan…
Kategori: SUARA MERDEKA
Cerpen : Sepatu Baru oleh Fitri First Nova Butar Butar
PADA suatu hari ada seorang anak perempuan yang bernama Anisa. Saat ini dia berumur 15 tahun. Dia adalah seorang anak yatim piatu, orang tuanya sudah meninggal sewaktu dia masih kecil dan saat…
Cerpen : Mitos oleh Arif Khilwa
“AKU ingin mati bersamamu,” ucap Lastri ditengah-tengah melamun. Hembusan angin malam menerpa wajah dua orang tua yang duduk berdampingan di sebuah kursi panjang yang terbuat dari bambu di teras rumahnya. “Kau ini…
Cerpen : Mbah Usrok oleh Arif Mustofa
GENAP sepuluh tahun sudah Yusron atau biasa dipanggi Mbah Usrok hidup sebagai penjaga kandang kambing milik Haji Apriono atau biasa dipanggil Kaji Budi. Biasalah orang Jawa, sering mengubah konsonan H menjadi K…
Cerpen : Ratu Kalinyamat oleh Kartika Catur Pelita
SIANG kerontang ketika tandu yang membawa Sultan Hadlirin hinggap di bibir Sungai Muria. “Kita seberangi sungai ini, prajurit. Angkat tandu tinggi-tinggi. Jangan sampai air mengenai sang raja!” Berada di tengah, tiba-tiba air…
Cerpen : Menyantet Omicron oleh Ahmad Z Ujung
PARDI begitu terkejut, sebab tanpa sengaja dia mendengar percakapan lelaki berkacamata dengan Pak Kades di balai desa tadi siang. Saat itu Pardi hendak pergi ke kebun. Diam-diam Pardi bersembunyi di balik jendela…
Cerpen : Perempuan Berkebaya Merah oleh Ariyo Rizky Valentino
L ALU, setelah semua acara usai dan gedung mulai sepi, semua orang berfoto dengan keluarganya masing-masing, kekasihnya masing-masing, dan teman terbaiknya masing-masing. Kegembiraan sekaligus kesedihan terlukis di wajah semua orang, kecuali kau….
Cerpen : Yang Mendesis di Kepalaku oleh MZ Billal
“TIDAK ada yang boleh pergi. Tidak ada. Sampai hari paling akhir. Tidak ada yang tersisa lagi, Fawad.” Aku tak tahu lagi bagaimana menyingkirkan suaranya dari telingaku. Ia selalu mengikuti ke manapun aku…
Cerpen : Cara Kerja Kerumunan oleh Annisa Moezha
WAWAN membenarkan posisi kacamata tuanya berkali-kali dengan tangan kirinya, memastikan letaknya tak akan merosot dari punggung hidungnya yang ramping. Sementara tangan kanannya memegangi handphone (hp) milik Wati, anaknya. Matanya nampak menyipit berusaha…
Cerpen : Bukan Malin Kundang oleh Rifat Khan
KAMPUNG Majidi geger. Di pagi buta, sebuah batu besar tiba-tiba berdiri kokoh di teras rumah Malin. Batu yang, jika diperhatikan dari jarak satu meter dengan mata melotot, sebenarnya bukan batu biasa, melainkan…