SEIRIS siang, setelah menghadiri rapat dengan para juragan pabrik, Kang Gudhal teringat satu hal. Ia mesti menemui juragan besar. Itu dilakukan setelah tiga bulan tak mendapatkan handuk jatah bulanan. Ia tak tahu,…
Kategori: SUARA MERDEKA
Cerpen : Dokter yang Menyangkal Palung Gantung oleh Musa Hasyim
KUBURAN Sri masih basah. Air mata keluarga besarnya belum kering, sama belum keringnya dengan desas-desus bahwa Sri mati bukan karena bunuh diri, melainkan karena Palung Gantung. Aku jelas menolak kabar itu. Sebagai…
Cerpen : Tetes Hujan Tak Pernah Datang Sendirian oleh Dody Widianto
SEHARUSNYA warna langit yang kelabu akan menerjunkan butir-butir bening dari angkasa dengan irama yang ritmis. Juga aroma yang manis. Namun, entah kenapa satu suara malah membuatku ingin menangis. Prakkk! Suara itu berulang….
Cerpen : Jangan Kau Naik ke Lantai Tujuh oleh Ferry Fansuri
PERNAHKAH dirimu merasa sendirian di dunia dan terasa tak diabaikan oleh sekitar, maka selamat Anda menjadi orang waras. Sejatinya memang kita hidup sendirian, itu yang kurasakan jika memasuki ruangan itu. Aku merasa…
Cerpen : Seekor Monyet yang Jatuh Cinta pada Penari Merah oleh Rinanda Tesniana
SEEKOR Monyet berbulu kelabu, berdasi merah, dan berjas abu-abu jatuh cinta untuk pertama kalinya pada sebuah kotak yang di dalamnya berisi kayu. Si Monyet terpesona dengan bentuk kayu berujung bulat kecokelatan yang…
Cerpen : Cerita yang Belum Selesai…. oleh Ach Rofiq
HEI, kau kenapa? Mengapa kau terperangap seperti itu? Hei, kenapa kau menatapku jijik? Hei, tunggu! Kau mau pergi ke mana? Cerita ini belum selesai kuceritakan! *** Aku sempat berpikir bahwa kronologi…
Cerpen : Bunga-Bunga yang Bercerita di Atas Pusara oleh Faruqi Umar
KETIKA suaminya mati, perempuan itu hampir menjadi gila. Tentu, bukan hanya kematian yang dapat mengguncang jiwanya. Tapi dua tanda merah di leher suaminya yang ditemukan meringkuk tak bernyawa di sebuah selokan. Dua…
Cerpen : Kota Kami oleh Ilham Wahyudi
SEMUA warga di kota kami memiliki penghasilan yang besar. Tidak seorang pun tampak menganggur, atau tidur malas-malasan. Kecuali anak-anak kecil dan orang jompo. Pegawai negeri, pegawai swasta, pengusaha (pedagang), buruh, sopir angkutan…
Cerpen : Pencari Cahaya oleh Indarka PP
AWAN gelap yang berarak-arakan sepanjang pagi hingga siang berakhir pecah pada sore harinya. Tanah yang belum kering betul sisa hujan kemarin, kini bertambah basah. Keadaan demikianlah yang membuatku ingin segera keluar dari…
Cerpen : Risalah Malin oleh Edy Firmansyah
“AKU tidak ingin jadi polisi. Titik! Bisa dengar keputusanku sekarang?!” kata Malin menyalak. Ia mengatakan itu setelah diam seperti manekin, karena bapaknya terus-menerus ngomel tentang keinginannya agar ia jadi polisi. “Apa alasanmu…