BETAPA Naya sering kesal dan ingin marah. Rasanya ia ingin melabrak sepasang suami-istri yang tak lain adalah sepupunya sendiri. Benar-benar keterlaluan dan sangat tak tahu diri. Ayah yang sabar hanya sering menjawab…
Kategori: SUARA MERDEKA
Cerpen : Replika Sekar Ayu oleh Mochamad Bayu Ari Sasmita
TAHUN-TAHUN penuh celaka itu sudah lama berlalu. Sekarang Pratiwi sudah terlihat agak tua, lebih tua daripada saat tahun-tahun celaka yang memberangus sebagian besar orang di muka bumi ini—termasuk suami dan anaknya yang…
Cerpen : Hidangan Terakhir Sebelum Mati oleh Yogi Dwi Pradana
MANUSIA yang akan mati memiliki beberapa tanda. Adapun tanda manusia yang akan mati bisa dilihat dari segi fisik dan segi psikis. Namun, bagaimana jika tanda-tanda kematian itu ada pada sebuah hewan peliharaan….
Cerpen : Frame Kematian oleh Sule Subaweh
TEMPIAS air Sungai Selopamioro yang mengular mengenai wajah Arif yang murung dan keruh. Aku tahu ia sedang tidak konsentrasi, bahkan keberadaan gadis jelita yang akan dijadikan model produk usaha yang kurintis tak…
Cerpen : Buruan Terakhir oleh Tin Miswary
SENJA telah menepuk ufuk. Gumpalan mega merah masih tampak berjaga-jaga. Sesaat lagi ia pun segera enyah ditelan malam. Azan Maghrib di pucuk-pucuk menara mulai bergema memecah keheningan, memanggil hamba-hamba Tuhan untuk segera…
Cerpen : Buron (2) oleh Ribut Achwandi
SUDAH lama Semar tak muncul. Biasanya, dia nongkrong di poskamling. Ngobrol ngalor-ngidul sambil menikmati permainan gaple. Ditemani singkong rebus dan kopi yang bercangkir-cangkir. Udud klobot tak lupa ia selipkan di sela jari….
Ceroen : Sertifikat oleh Endang S Sulistiya
PETANG itu kau tengah asyik main nekeran (kelereng) bermacam warna di teras rumah seorang diri. Bakda shalat Asar, kau memang sudah tak diperbolehkan ibumu bermain jauh dari rumah. Maka tiap pukul tiga…
Cerpen : Balada Pengecut oleh Lailatul Badriyah
APAKAH aku seorang pengecut, Magda? Lihatlah Minggu pagi ini, aku sudah berada di rumah duduk di taman kecil dekat kolam ikan, membuka lebar-lebar jendela agar udara pengap keluar. Perasaan sepi dan langut…
Cerpen : Kethek Ogleng oleh Finka Novitasari
SEMBARI jari-jari tangan mengapit sebatang rokok, Mbah Sutiman duduk bersila di emperan rumahnya. Segelas kopi tinggal ampas dan sepiring mendoan yang disajikan Sumi beberapa saat lalu, kini tinggal beberapa biji. Hujan semalam…
Cerpen : Burung-Burung dalam Genggaman oleh Ubaidillah Annasiqie
MENJELANG pagi. Yusro selalu bersiap-siap melatih burungnya, agar seperti burung punya Rahmat yang mendapat banyak penghargaan dari dalam dan luar negeri. Yusro tidak tanggung-tangung dalam melatih burungnya. Ia bahkan memberi makan yang…