Laila tidur tak bergerak di sofa ruang tengah. Napasnya halus, lunak. Dadanya bak tak beriak. Wajahnya bersih, putih. Atau, pucat? Tidak. Kulit Laila memang putih dan saat tidur mukanya kelihatan semakin…
Tag: Adek Alwi
Cerpen : Lampu Ibu oleh Adek Alwi
Akhirnya bunda datang juga ke Jakarta, didampingi seorang cucu. Kami tidak bisa lagi menutup mata serta telinga beliau. Kasus dan sakitnya abangku, Palinggam, telah disiarkan koran dan televisi. Tak dapat lagi ditutup-tutupi…
Cerpen : Kalau Lelaki Itu Pulang… oleh Adek Alwi
Jika lelaki itu pulang ke kota kami, tidak akan dilihatnya lagi kakak duduk termenung di muka jendela, memandang gunung ataupun kejauhan tiada batas. Paman Jafar telah membawa kakak ke Pakanbaru bulan lalu…
Cerpen : Mata Sultani oleh Adek Alwi
Sudah hampir empat puluh tahun mata Sultani menatapku. Tempo-tempo mata kawan masa kecil itu memang tak tampak, seolah sudah bosan lalu raib entah ke mana, namun kemudian muncul lagi dan kembali menatap….
Cerpen : Warga Kota Kacang Goreng oleh Adek Alwi
Kota kami terletak di dataran tinggi di lereng Gunung Singgalang. Karena itu, hujan dan kabut di sana seolah-olah turun sesukanya. Kadang-kadang pagi, siang, petang atau malam hari. Adakalanya juga dari pagi sampai…