“MATI kau! Meresahkan saja hidupmu. Sudah banyak korban akibat ulahmu.” Sebuah peluru panas menembus betis kiriku. Darah mengucur deras. Aku tak bisa lagi jalan sempurna. Kakiku pincang dibuatnya. Aku meringis kesakitan. Tapi…
Indeks Sastra Cerpen di Indonesia
“MATI kau! Meresahkan saja hidupmu. Sudah banyak korban akibat ulahmu.” Sebuah peluru panas menembus betis kiriku. Darah mengucur deras. Aku tak bisa lagi jalan sempurna. Kakiku pincang dibuatnya. Aku meringis kesakitan. Tapi…