RIUHNYA bunyi dedaunan disebabkan angin pagi yang gelisah. Kicauan burung hutan memecah kesunyian. Sang mentari memercik sinarnya pada wajah-wajah yang saling becermin pada bola mata masing-masing. Lima puluh tahun yang lalu di…
Indeks Sastra Cerpen di Indonesia
RIUHNYA bunyi dedaunan disebabkan angin pagi yang gelisah. Kicauan burung hutan memecah kesunyian. Sang mentari memercik sinarnya pada wajah-wajah yang saling becermin pada bola mata masing-masing. Lima puluh tahun yang lalu di…