Toya tahu, dirinya tak mungkin bertahan lebih lama lagi di kampung yang murung dan terkurung. Sepanjang jauh mata memandang, ia hanya menatap hampa rumah-rumah megah berdebu dan lengang. Orang-orang yang dulu biasanya…
Tag: Mahwi Air Tawar
Cerpen : Koneng, Seorang Gadis, Seekor Anjing oleh Mahwi Air Tawar
Pyur! Pyur! Piyuuur! Sepasang mata Koneng semerah semburan air ludahnya yang disemburkan ke sudut dinding pangkeng. ”Kalian akan mengganti warna air laut menjadi merah!” Melihat kemarahan dan jeling mata Koneng, wajah kalebun…
Cerpen : Sehelai Kain Kafan oleh Mahwi Air Tawar
1/ Ia bergegas. Tangan kirinya menyingkap ujung sarungnya hingga beberapa inci dari mata kaki. Layaknya seorang penari memainkan satu komposisi. Berlenggak. Pinggulnya bergoyang ke kanan ke kiri, melangkah pasti sambil menjejaki jalan…
Cerpen : Selaksa Celurit Menggantung di Sebalik Dinding oleh Mahwi Air Tawar
Bulan, selaksa celurit menggantung di dinding, bilik-bilik kandang. Segaris cahaya menelusup, rebah di halaman. Bayang-bayang pohon siwalan memanjang. Terang, di belakang rumah serupa gubuk, tempat tinggal Madrusin, sepetak ladang rimbun ilalang pucuknya…