Mirna pulang dengan wajah mendung. Bibirnya manyun. Langkah kakinya mengentak. Jangankan ia mengucap salam, melepas sandal saja baru setelah kuingatkan. Aku menghela napas dalam-dalam. ”Kenapa lagi, Mir? Setelah kemarin omongan Bu Ruminyam,…
Tag: Marliana Kuswanti
Cerpen : Dongeng Ibu dan Tukang Sepatu di Ujung Jalan oleh Marliana Kuswanti
Tukang sepatu di ujung jalan itu mengingatkan Satrio akan ayahnya. Masih terang dalam ingatannya, saat ayahnya yang seorang tukang sepatu pamit bekerja. Tepat di ujung jalan itulah, ayahnya menunggu orang-orang yang membutuhkan…
Cerpen : Pulang oleh Marliana Kuswanti
Jalan menuju rumah selalu terasa panjang. Seperti tak pernah ada setitik pun rindu yang tumbuh di benaknya. Mungkin karena rumah tak menjanjikan apa pun untuknya. Rumah asalnya tak seperti rumah teman-temannya yang…
Cerpen : Kue Cokelat Bibi Jalima oleh Marliana Kuswanti
Aku mengenal Bibi Jalima sebagai orang yang sehat sekali. Pun kalau cuma sakit seperti flu, ibu tentu tak perlu sampai meneleponku di siang hari. Ibu tahu jam-jam itu aku masih di kantor,…
Cerpen : Dalam Perjalanan oleh Marliana Kuswanti
Memasuki tol, telepon genggamku yang baru kunyalakan kembali berdenting. Sebuah pesan, Ibu. Nin, jangan pernah mendendam pada siapa pun. Kamu boleh kecewa, tetapi tidak mendendam. Tahu bedanya kecewa dengan dendam? Kecewa adalah…