Skip to content

CERPENDEK.COM

Indeks Sastra Cerpen di Indonesia

Menu
  • Account
  • HOME FULL WIDTH
  • INDEKS MEDIA
  • INDEKS PENGARANG
  • Login
  • Logout
  • Members
  • Password Reset
  • Privacy Policy
  • RANDOM POST
  • Register
  • User
Menu

Cerpen : Klub Televisi Ajaib oleh Ken Hanggara

Posted on Sab, 15 Mei 2021

Gedung misterius di ujung jalan ini berdiri entah sejak kapan. Desainnya memang tampak antik, tapi tak ada yang tahu tepatnya kapan bangunan itu didirikan atau untuk apa bangunan itu ada. Saking megah dan misteriusnya, gedung itu memancarkan daya tarik tersendiri bagi warga kota yang, mau tak mau, melintasi jalan di depannya.

”Eh, gedung itu gunanya buat apa sih?”

”Siapa, ya, yang punya gedung sebesar itu?”

”Itu hotel atau apartemen sih?”

”Jangan-jangan bekas rumah sakit zaman dulu?”

”Coba deh googling.”

”Tidak ketemu, tahu!”

”Oh, ya?”

Begitulah kiranya pertanyaan-pertanyaan meluncur dari mulut warga kota. Namun, bahkan warga tertua sekalipun tak mengerti tentang gedung itu. Mereka bilang gedung itu telah ada sejak dulu, dan pastilah milik seseorang.

”Kalau bukan seseorang yang memiliki, memangnya siapa?” gerutu seorang lelaki tua penghuni panti jompo ketika dikejar pertanyaan perihal gedung aneh itu oleh sang cucu yang penasaran setengah mati. ”Iblis dan malaikat, begitu?”

”Waduh, kalau iblis dan malaikat punya tempat tinggal, ada berapa bangunan yang mereka tempati di dunia ini, Kek?”

”Mana kutahu!”

Entah berapa banyak kisah dan bualan yang lahir akibat kemisteriusan bangunan tersebut. Beberapa orang yang ingin dianggap hebat kadang mengaku memiliki tempat itu, dan, seperti yang sudah bisa ditebak, akan segera ketahuan bahwa pengakuan semacam itu tak lebih dari omong kosong belaka.

Tak pernah ada yang tahu pasti siapa pemiliknya. Tak juga ada yang mengerti kenapa bangunan itu masih juga berdiri jika saja tak jelas siapa yang mengurus atau siapa pula pemiliknya atau bahkan untuk apa gedung tersebut berdiri.

Pemerintah kota selalu bungkam saat pertanyaan tentang itu keluar, terutama dari anak-anak muda yang selalu penasaran, dan itu bukan jenis kebungkaman demi menutupi rahasia besar, tapi memang mereka tak pernah tahu. Pada akhirnya, karena tak juga ada jawaban, tibalah titik ketika orang-orang tak lagi peduli pada gedung misterius ini.

Seseorang berkata, ”Toh hidup kita sendiri sudah susah, kenapa pula repot mencari tahu seluk-beluk gedung yang tak pernah disambangi orang itu?”

”Ya, sudah, biarkan saja gedung itu. Hidupmu juga tak bakal ada bedanya andai sekarang juga pemiliknya muncul di depan kita dan memberikan semua jawaban yang orang-orang inginkan!”

Demikianlah, orang-orang kota pun perlahan dan pasti melupakan pertanyaan apa pun terkait gedung tersebut. Sebagian besar dari mereka bahkan mulai menganggap apa yang pernah dipertanyakan dulu sangatlah tolol dan sia-sia, karena bukankah gedung itu telah menjadi bagian dari kota, sebagaimana pohon-pohon dan tiang-tiang dan segala jenis bangunan lain?

Toh, hidup kita sendiri sudah susah, kenapa pula repot mencari tahu seluk-beluk gedung yang tak pernah disambangi orang itu?

Meski tampak terabaikan, gedung ini ternyata masih beroperasi. Sesuatu yang tentu tak diketahui warga kota biasa. Pada malam tertentu akan tampak segelintir manusia berbaju rapi memasuki pintu kecil di sisi samping gedung itu, dalam sebuah lorong gelap yang bersebelahan dengan sebuah toko barang antik yang nyaris bangkrut.

Lorong itu begitu gelap dan bau dan bahkan gelandangan tak ada yang sudi menetap di situ, dan karena itulah tak ada yang tahu gedung itu masih disambangi orang. Di dalamnya telah berdiri klub rahasia televisi ajaib.

Klub macam apa itu?

♦♦♦

Jangan terlalu ribet memikirkannya. Anggap saja orang-orang itu datang, masuk ke gedung tersebut sekadar untuk menonton televisi yang menayangkan ribuan wajah dari seluruh sudut kota; wajah setiap warga dengan semua tingkat kelas sosial dan segala macam problemanya, dengan sistem kendali jarak jauh yang sangat canggih.

”Tunggu dulu. Apa maksudnya? Saya sungguh tak paham.”

Sampai di sini, saya tahu pasti Anda akan bertanya-tanya. Baiklah, dengarkan ini baik-baik.

Jika saja Anda bergabung dalam klub ini, artinya Anda kenal orang dalam. Tak ada momen ketika Anda tiba-tiba boleh masuk ke gedung itu tanpa diajak oleh orang lama yang sudah jadi member tetap Klub Televisi Ajaib.

Jika Anda telah berada di sana, segala yang Anda tonton dalam salah satu dari puluhan ruang televisi harus tetap berada dalam kepala Anda. Membocorkan rahasia tontonan sama dengan menyetor nyawa Anda dan keluarga. Tiap bulan, Anda wajib membayar iuran klub yang luar biasa mahalnya.

Dalam ruang televisi ajaib, Anda diberikan satu unit remote yang mengendalikan segala pemikiran (dan pergerakan) orang-orang kota yang ditayangkan dalam layar kaca di depan Anda.

Ya, benar-benar mengendalikan seakan-akan mereka hanyalah robot dan Anda sang dewa pengendali yang tak terlihat.

Demi tidak terjadi kekacauan, kadang-kadang Anda tidak diberikan pilihan untuk masuk ke ruang khusus dan mengontrol orang bermoral bejat atau sosok yang tiap hari tak terlihat berbuat dosa. Dari situlah Anda mengubah wajah kota sesuai dengan yang Anda inginkan.

Besar kecilnya pengaruh dari remote Anda tentu saja di luar kendali klub itu dan pengurus. Yang jelas, hanya seorang korban khusus untuk Anda dalam sekali kunjungan kemari, demikian bagi member lain. Di kunjungan mendatang, Anda mendapat korban baru yang juga seorang saja.

Anda tidak boleh tiba-tiba mengundurkan diri dengan alasan kemanusiaan (karena sering peran remote berpengaruh dalam kelangsungan hidup satu atau bahkan beberapa orang), kecuali Anda hilang ingatan atau mati oleh berbagai sebab.

Maka, Anda terjebak di sini, di Klub Televisi Ajaib, tanpa dapat lepas dan jadi dewa pengedali sampai Anda mati dan jika Anda tidak kunjung mati hingga akhir dunia, maka Anda adalah member hingga kiamat datang.

Bagaimana? Apa Anda tertarik?

”Saya pikir saya tidak boleh keluar dari gedung karena sudah mendengar semuanya, kecuali menerima tawaran Anda. Bukan begitu?”

Memang.

”Jika saya menolak?”

Sulit untuk mengungkapkan secara mendetail apa yang bisa menimpa Anda dan juga keluarga Anda.

”Kami harus mati, bukan?”

Sulit untuk mengatakannya, tapi jika Anda bergabung, keuntungan yang tak terkira akan menanti di depan sana.

Setelah proses pembayaran selesai dan Anda mendapat surat sambutan serta kartu keanggotaan klub, yang pertama harus dilakukan oleh member baru seperti Anda adalah tes kesehatan. Anda harus melalui beberapa pemeriksaan di sini sebab kesehatan sang dewa adalah nomor satu.

Oh, ya, Andalah sang dewa sebagaimana para member lain di sini. Kita semua tak lebih dari dewa pengendali yang mampu, sekali lagi, mengubah wajah kota kita dalam waktu yang terbilang tak lama.

Jika Anda tahu berapa anggota klub kami, Anda akan bisa membayangkan seberapa besar perubahan itu, terutama ketika Anda mencoba menjadi pengendali di ruang istimewa itu. Anda sepenuhnya akan mengerti apa yang saya maksud.

Tentang tes kesehatan tadi, itu sangat penting. Tidak semestinya seorang pemegang remote tiba-tiba mati oleh penyakit jantung, misalnya.

Jika ada kondisi tertentu yang tak memungkinkan Anda untuk tidak menonton tayangan-tayangan mengerikan, tim medis kami telah siap dengan berbagai macam prosedur operasi dan obat dan suplemen. Hanya member-lah yang bisa menikmati kesehatan luar biasa akibat pengobatan dan terapi-terapi dengan metode tercanggih dari terapis kelas dunia sehingga proses di ruang televisi tidak terganggu.

”Tapi, saya belum yakin.”

Orang seperti Anda, yang adalah salah satu penggerak roda ekonomi kota, kiranya tak akan terbebani oleh iuran, tapi tentu kami tahu bukan itu yang Anda cemaskan. Apa yang akan terjadi pada keluarga Anda?

Sekali lagi, bisnis ini rahasia. Tak ada informasi apa pun yang bisa sembarangan dibawa ke luar, kecuali orang itu berharap mati. Bahkan orang paling berkuasa pun bisa mati konyol pada suatu pagi seandainya membawa apa pun dari klub ini dan mengabarkannya kepada orang bisu, tuli, atau buta. Ketatnya rules ini demi kemajuan klub.

”Jadi, keluarga saya tidak ikut andil dalam hal ini seandainya kelak saya mati oleh sebab-sebab alami?”

Tentu tidak selama mereka tidak dengar apa yang tidak seharusnya mereka dengar. Akan ada penjelasan lebih lanjut tentang keamanan orang-orang yang Anda cintai.

”Baiklah, berapa yang harus saya bayar?”

Gempol, 2 Mei 2021

Ken Hanggara lahir di Sidoarjo, 21 Juni 1991. Menulis cerpen, novel, dan skenario FTV. Karyanya terbit di berbagai media. Bukunya Babi-babi Tak Bisa Memanjat (2017), Negeri yang Dilanda Huru-hara (2018), dan Dosa di Hutan Terlarang (2018). Segera terbit kumpulan cerita terbarunya berjudul Pengetahuan Baru Umat Manusia.

sumber : kompas.id, 15 Mei 2021.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MEDIA

  • BHIRAWA (1)
  • FEMINA (1)
  • HALUAN (9)
  • HARIAN FAJAR (2)
  • HORISON (2)
  • JAWA POS (216)
  • KALTIM POST (35)
  • KEDAULATAN RAKYAT (23)
  • KOMPAS CETAK (698)
  • KOMPAS ONLINE (867)
  • KORAN MERAPI (2)
  • KORAN SOLOPOS ONLINE (59)
  • KORAN TEMPO ONLINE (228)
  • MAJALAH PANJI BALAI (1)
  • MAJALAH SASTRA PUSAT (1)
  • MEDIA INDONESIA (89)
  • NOVA (7)
  • PADANG EKSPRES (2)
  • PIKIRAN RAKYAT (13)
  • PONTIANAK POST (6)
  • RADAR BANYUWANGI (7)
  • RADAR BOJONEGORO (5)
  • RADAR BROMO (1)
  • RADAR JEMBER (1)
  • RADAR JOMBANG (1)
  • RADAR KEDIRI (2)
  • RADAR MADIUN (1)
  • RADAR MOJOKERTO (6)
  • RAKYAT SULTRA (1)
  • REPUBLIKA CETAK (12)
  • REPUBLIKA ONLINE (24)
  • SINGGALANG (6)
  • SUARA MERDEKA (75)
  • SUARA NTB (1)
  • SUARA SARAWAK (1)
  • THE JAKARTA POST (22)
  • UTUSAN BORNEO (1)
  • WASPADA (7)

ARSIP

  • Januari 2026 (1)
  • Desember 2025 (1)
  • Oktober 2025 (4)
  • Agustus 2025 (6)
  • Juli 2025 (8)
  • Juni 2025 (15)
  • Mei 2025 (32)
  • April 2025 (25)
  • Maret 2025 (26)
  • Februari 2025 (32)
  • Januari 2025 (28)
  • Desember 2024 (25)
  • November 2024 (23)
  • Oktober 2024 (29)
  • September 2024 (31)
  • Agustus 2024 (32)
  • Juli 2024 (43)
  • Juni 2024 (41)
  • Mei 2024 (37)
  • April 2024 (26)
  • Maret 2024 (40)
  • Februari 2024 (31)
  • Januari 2024 (33)
  • Desember 2023 (34)
  • November 2023 (29)
  • Oktober 2023 (29)
  • September 2023 (34)
  • Agustus 2023 (34)
  • Juli 2023 (37)
  • Juni 2023 (40)
  • Mei 2023 (29)
  • April 2023 (29)
  • Maret 2023 (36)
  • Februari 2023 (41)
  • Januari 2023 (46)
  • Desember 2022 (44)
  • November 2022 (40)
  • Oktober 2022 (38)
  • September 2022 (19)
  • Agustus 2022 (18)
  • Juli 2022 (20)
  • Juni 2022 (19)
  • Mei 2022 (19)
  • April 2022 (19)
  • Maret 2022 (19)
  • Februari 2022 (18)
  • Januari 2022 (21)
  • Desember 2021 (16)
  • November 2021 (18)
  • Oktober 2021 (23)
  • September 2021 (19)
  • Agustus 2021 (21)
  • Juli 2021 (19)
  • Juni 2021 (17)
  • Mei 2021 (19)
  • April 2021 (14)
  • Maret 2021 (10)
  • Februari 2021 (13)
  • Januari 2021 (16)
  • Desember 2020 (13)
  • November 2020 (13)
  • Oktober 2020 (13)
  • September 2020 (13)
  • Agustus 2020 (14)
  • Juli 2020 (14)
  • Juni 2020 (11)
  • Mei 2020 (13)
  • April 2020 (13)
  • Maret 2020 (11)
  • Februari 2020 (12)
  • Januari 2020 (11)
  • Desember 2019 (13)
  • November 2019 (12)
  • Oktober 2019 (11)
  • September 2019 (11)
  • Agustus 2019 (13)
  • Juli 2019 (12)
  • Juni 2019 (19)
  • Mei 2019 (3)
  • April 2019 (4)
  • Maret 2019 (6)
  • Februari 2019 (5)
  • Januari 2019 (7)
  • Desember 2018 (8)
  • November 2018 (4)
  • Oktober 2018 (3)
  • September 2018 (5)
  • Agustus 2018 (7)
  • Juli 2018 (8)
  • Juni 2018 (4)
  • Mei 2018 (5)
  • April 2018 (6)
  • Maret 2018 (5)
  • Februari 2018 (4)
  • Januari 2018 (4)
  • Desember 2017 (5)
  • November 2017 (6)
  • Oktober 2017 (5)
  • September 2017 (4)
  • Agustus 2017 (4)
  • Juli 2017 (5)
  • Juni 2017 (4)
  • Mei 2017 (2)
  • April 2017 (5)
  • Maret 2017 (2)
  • Februari 2017 (2)
  • Oktober 2016 (1)
  • Mei 2016 (1)
  • Agustus 2015 (2)
  • April 2015 (4)
  • Maret 2015 (5)
  • Februari 2015 (4)
  • Januari 2015 (3)
  • Desember 2014 (2)
  • November 2014 (5)
  • Oktober 2014 (3)
  • September 2014 (4)
  • Agustus 2014 (4)
  • Juli 2014 (3)
  • Juni 2014 (5)
  • Mei 2014 (3)
  • April 2014 (4)
  • Maret 2014 (5)
  • Februari 2014 (7)
  • Januari 2014 (3)
  • Desember 2013 (5)
  • November 2013 (4)
  • Oktober 2013 (4)
  • September 2013 (5)
  • Agustus 2013 (3)
  • Juli 2013 (4)
  • Juni 2013 (5)
  • Januari 2013 (4)
  • Agustus 2012 (2)
  • Juli 2012 (5)
  • Juni 2012 (3)
  • Mei 2012 (3)
  • April 2012 (5)
  • Maret 2012 (4)
  • Februari 2012 (3)
  • Januari 2012 (4)
  • Desember 2011 (3)
  • November 2011 (2)
  • Oktober 2011 (5)
  • September 2011 (4)
  • Agustus 2011 (4)
  • Juli 2011 (5)
  • Juni 2011 (4)
  • Mei 2011 (5)
  • April 2011 (4)
  • Maret 2011 (4)
  • Februari 2011 (4)
  • Januari 2011 (5)
  • Desember 2010 (5)
  • November 2010 (4)
  • Oktober 2010 (5)
  • September 2010 (3)
  • Agustus 2010 (4)
  • Juli 2010 (5)
  • Juni 2010 (4)
  • Mei 2010 (4)
  • April 2010 (4)
  • Maret 2010 (4)
  • Februari 2010 (3)
  • Januari 2010 (4)
  • Desember 2009 (4)
  • November 2009 (5)
  • Oktober 2009 (4)
  • September 2009 (3)
  • Agustus 2009 (5)
  • Juli 2009 (4)
  • Juni 2009 (4)
  • Mei 2009 (5)
  • April 2009 (4)
  • Maret 2009 (5)
  • Februari 2009 (4)
  • Januari 2009 (4)
  • Desember 2008 (4)
  • November 2008 (5)
  • Oktober 2008 (4)
  • September 2008 (4)
  • Agustus 2008 (4)
  • Juli 2008 (3)
  • Juni 2008 (5)
  • Mei 2008 (4)
  • April 2008 (4)
  • Maret 2008 (6)
  • Februari 2008 (4)
  • Januari 2008 (3)
  • Desember 2007 (5)
  • November 2007 (4)
  • Oktober 2007 (3)
  • September 2007 (5)
  • Agustus 2007 (4)
  • Juli 2007 (5)
  • Juni 2007 (4)
  • Mei 2007 (4)
  • April 2007 (5)
  • Maret 2007 (4)
  • Februari 2007 (3)
  • Januari 2007 (4)
  • Desember 2006 (3)
  • November 2006 (4)
  • Oktober 2006 (5)
  • September 2006 (4)
  • Agustus 2006 (4)
  • Juli 2006 (5)
  • Juni 2006 (4)
  • Mei 2006 (4)
  • April 2006 (5)
  • Maret 2006 (5)
  • Februari 2006 (4)
  • Januari 2006 (3)
  • Desember 2005 (3)
  • November 2005 (4)
  • Oktober 2005 (5)
  • September 2005 (3)
  • Agustus 2005 (4)
  • Juli 2005 (4)
  • Juni 2005 (4)
  • Mei 2005 (4)
  • April 2005 (4)
  • Maret 2005 (3)
  • Februari 2005 (5)
  • Januari 2005 (5)
  • Desember 2004 (4)
  • November 2004 (3)
  • Oktober 2004 (8)
  • September 2004 (2)
  • Agustus 2004 (5)
  • Juli 2004 (4)
  • Juni 2004 (4)
  • Mei 2004 (5)
  • April 2004 (4)
  • Maret 2004 (4)
  • Februari 2004 (4)
  • Januari 2004 (4)
  • Desember 2003 (4)
  • November 2003 (5)
  • Oktober 2003 (4)
  • September 2003 (3)
  • Agustus 2003 (5)
  • Juli 2003 (4)
  • Juni 2003 (5)
  • Mei 2003 (4)
  • April 2003 (3)
  • Januari 2001 (1)
  • Januari 2000 (1)
  • Desember 1998 (1)
  • Juli 1998 (1)
  • Mei 1998 (2)
  • April 1997 (1)
  • Mei 1993 (1)
  • Juli 1966 (1)
©2026 CERPENDEK.COM | Design: Newspaperly WordPress Theme