Skip to content

CERPENDEK.COM

Indeks Sastra Cerpen di Indonesia

Menu
  • Account
  • HOME FULL WIDTH
  • INDEKS MEDIA
  • INDEKS PENGARANG
  • Login
  • Logout
  • Members
  • Password Reset
  • Privacy Policy
  • RANDOM POST
  • Register
  • User
Menu

Cerpen : Persekongkolan Guru dan Murid oleh Sam Edy Yuswanto

Posted on Kam, 02 Sep 2021

Arya bimbang. Ia masih belum memutuskan, apakah langsung menerima tawaran Mirna, salah satu murid menulisnya, atau menolak mentah-mentah? Belum lama ini, Arya yang telah lama berprofesi sebagai pengarang, membuka kelas menulis online berbayar. Di luar dugaan ternyata banyak orang berminat mengikuti kelas menulisnya. Sebagai percobaan, Arya membatasi 20 peserta saja. Slot langsung penuh tak sampai sepekan sejak ia mengumumkan kelas menulis online di media sosial.

Arya tak menyangka bila Mirna, salah satu murid menulisnya, tak benar-benar serius mengikuti kelas menulisnya. Ketika kelas menulis yang digelar secara virtual sebanyak tiga kali berakhir, Mirna menghubungi lewat video call. Dari percakapan tersebut Mirna meminta agar Arya membuatkan tulisan berupa cerita pendek untuk diikutkan dalam sebuah lomba menulis tingkat nasional.

Sebenarnya bila tulisan yang diminta berupa esai, ia akan langsung menyanggupi. Tapi ini cerpen. Ia masih berusaha memegang idealismenya. Sementara bila mengingat nominal imbalan yang bakal diterima, sepertinya ia masih harus mempertimbangkannya. Ia pun meminta Mirna agar diberi waktu dua hari untuk berpikir.

”Baik, sebagai murid yang baik, saya akan setia menunggu keputusan dari Mas Guru,” ucap Mirna sambil tersenyum manis sebelum menyudahi percakapan.

Jujur, Arya sempat tergetar melihat senyum manis gadis cantik yang mengaku masih berstatus mahasiswi di kota J tersebut. Bila menuruti kata hati tentu ia akan langsung menerima tawaran gadis itu bahkan meski tak dikasih imbalan sepeser pun, asalkan ia bisa… ah, Arya berusaha mengenyahkan pikiran kotornya.

***

Arya tersenyum bahagia saat membaca postingan grup Sastra Minggu. Grup yang berisi kabar pemuatan tulisan di media massa dari teman-teman di berbagai kota itu mengabarkan bahwa cerpennya dimuat di salah satu koran nasional. Bayangan nominal honor yang akan segera masuk ke nomor rekeningnya langsung terpampang di depan mata.

Sejatinya bagi Arya, kebahagiaan hakiki seorang pengarang ialah ketika karyanya berhasil menembus media massa. Terlebih media massa nasional dengan imbalan honor besar. Bukan media massa lokal yang memberi honor seadanya dan hal itu dapat dimaklumi mengingat ada sebagian media massa yang tak memberi honor. Bagi Arya, honor tulisan adalah hal paling prinsip berapa pun nominalnya.

”Buat apa tulisan dimuat koran, tapi enggak dapat honor?” Arya bergumam sendiri ketika membaca postingan seorang teman penulis yang tulisannya rajin dimuat di media massa lokal yang selama ini dikenal tak menyediakan honor.

Yang paling gila menurut Arya ialah ketika ada media massa yang justru meminta imbalan ke penulis. Jadi, bila ingin tulisannya dimuat, maka ia harus membayar sejumlah uang kepada pihak media tersebut. Anehnya, banyak penulis yang berani membayar mahal asal tulisannya bisa dimuat. Biasanya mereka bukanlah penulis sungguhan alias tipe penulis tahu bulat yang digoreng dadakan demi kepentingan sertifikasi atau untuk melejitkan posisi jabatannya di instansi tempat mereka bekerja.

Arya sangat paham seluk-beluk dunia kepenulisan yang kadang diwarnai keculasan, intrik sesama pengarang, dan kadang disisipi kepentingan politik. Namun ia tak memedulikan itu semua. Baginya yang terpenting ialah menulis dan mendapatkan uang untuk mencukupi hajat hidup dirinya, istri, dan seorang anaknya yang masih balita.

Arya masih ingat, di awal menekuni dunia kepenulisan, ia begitu kukuh memegang idealismenya. Ia termasuk pengarang yang jujur. Menjiplak karya orang merupakan pantangan keras baginya.

”Haram hukumnya seorang pengarang melakukan aksi plagiarisme,” ucapnya berapi-api saat mengisi acara pelatihan jurnalistik di sebuah kampus di kotanya.

Setiap mengisi acara pelatihan menulis, ia memang selalu menyelipkan pesan penting itu. Bila ingin menjadi pengarang yang awet dan terhormat, jangan sekali-kali melakukan plagiasi. Tak lupa Arya membacakan sederet nama pengarang yang dulu sangat terkenal, tapi kini terkubur dalam sejarah kelam akibat kecerobohannya melakukan plagiasi.

Tapi itu dulu. Ketika Arya masih lajang. Idealismenya perlahan mengikis sejak ia menikah dan istrinya mengandung. Kebutuhan hidup yang kian meningkat membuatnya terpaksa melakukan segala cara. Awalnya ia merasa terpaksa dan berdosa saat kali pertama menjadi penulis bayangan atau kerap disebut ghost writer. Padahal sebelumnya, Arya tak pernah sudi bila ada orang memintanya menjadi ghost writer. Namun, ketika istrinya mengeluhkan kebutuhan ini-itu dan kepala Arya kerap dibikin pusing, akhirnya ia pun mulai memikirkan tawaran menjadi penulis bayangan.

Arya masih ingat, di awal menekuni dunia kepenulisan, ia begitu kukuh memegang idealismenya. Ia termasuk pengarang yang jujur. Menjiplak karya orang merupakan pantangan keras baginya.

Ia ingat, honor pertama menjadi ghost writer sangat besar. Tiga juta rupiah. Maklum, yang memesan tulisan adalah seorang pejabat kaya raya yang ingin menaikkan karier politiknya melalui opini di media massa. Sejak saat itu, ia menjadi ketagihan menjadi penulis bayangan dan mulai jarang menulis cerita pendek dan puisi. Ia lebih senang menulis esai-esai pesanan dari kaum berduit seperti para pejabat yang ingin melakukan pencitraan lewat tulisan.

***

”Lima juta?” Arya kaget sendiri saat menyebutkan nominal uang yang sangat besar itu. Mayang, istrinya, mengangguk tegas. Kepada Arya, ia bilang sedang butuh uang lima juta rupiah. Kalau bisa secepatnya untuk kepentingan membantu keluarga orangtuanya yang sedang punya hajatan.

”Kalau hajatannya sudah kelar, orangtuaku berjanji akan segera mengembalikan,” kata Mayang kemudian. Bagi Arya, bukan soal segera mengembalikan atau tidak, tapi persoalannya mencari uang lima juta dalam waktu cepat itu tak mudah. Kecuali bila ia mau menerima tawaran Mirna.

Tak banyak waktu buat berpikir. Sebelum Mirna menghubungi, Arya lebih dulu menghubungi lewat pesan Whatsapp. Ia menyanggupi tawaran Mirna. Begitu pesan telah terbaca, Mirna langsung melakukan panggilan video call tapi tak diangkat oleh Arya karena saat itu ia sedang bersama istrinya di rumah. Apa jadinya bila ia kepergok sedang mengobrol lewat video call dengan gadis muda dan cantik. Arya tak mau ambil risiko. Terlebih ia sangat tahu karakter Mayang yang sangat cemburuan.

Maaf, jangan VC dulu, balasnya lewat pesan WA saja. Begitu pesan yang ditulis Arya untuk Mirna. Arya tersenyum-senyum sendiri, sementara dadanya berdebar hangat saat Mirna membalas singkat, ”Baik Mas Guru,” dilengkapi emoticon senyum dan love. Buru-buru ia menghapus pesan Mirna, takut Mayang nanti membaca dan menyebabkan persoalan baru dalam rumah tangganya.

***

Tengah malam ketika Mayang telah tidur, Arya justru tampak sibuk di depan laptop di ruang tamu. Ia sedang berusaha keras agar cerpen pesanan Mirna benar-benar bagus dan kelak bisa meraih juara pertama. Kata Mirna, bila ia berhasil memenangi lomba tersebut, ia akan dinobatkan sebagai salah satu mahasiswi berprestasi yang akan mendapat beasiswa prestasi dari kampus.

Makanya, Mirna berusaha melakukan berbagai upaya agar bisa mengikuti lomba menulis tersebut dan berhasil menjadi juara. Andai tak bisa meraih juara pertama, minimal juara dua atau tiga. Bagi Mirna, uang lima juta itu tak jadi persoalan. Ia bisa minta pada ayahnya yang berprofesi sebagai pejabat yang memiliki kekayaan berlimpah.

Tangan Arya berhenti mengetik ketika baru berhasil membuat dua paragraf cerpen pesanan Mirna. Ada sesuatu yang bergelegak dalam jiwa saat teringat percakapannya dengan Mirna beberapa jam lalu. Mirna berjanji bila berhasil menang lomba menulis tersebut, ia akan memberi bonus khusus. Bukan bonus uang, melainkan kencan di suatu tempat yang masih dirahasiakan.

Puring Kebumen, 11 Juni 2021.

***

Sam Edy Yuswanto lahir dan berdomisili di kota Kebumen. Ratusan tulisannya tersiar di sejumlah media massa, seperti Jawa Pos, Republika, Koran Sindo, Kompas Anak, Suara Merdeka, Radar Surabaya, Radar Banyumas, Riau Pos, dan Kedaulatan Rakyat.

sumber : kompas.id, 02 Sep 2021.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MEDIA

  • BHIRAWA (1)
  • FEMINA (1)
  • HALUAN (9)
  • HARIAN FAJAR (2)
  • HORISON (2)
  • JAWA POS (216)
  • KALTIM POST (35)
  • KEDAULATAN RAKYAT (23)
  • KOMPAS CETAK (698)
  • KOMPAS ONLINE (867)
  • KORAN MERAPI (2)
  • KORAN SOLOPOS ONLINE (59)
  • KORAN TEMPO ONLINE (228)
  • MAJALAH PANJI BALAI (1)
  • MAJALAH SASTRA PUSAT (1)
  • MEDIA INDONESIA (89)
  • NOVA (7)
  • PADANG EKSPRES (2)
  • PIKIRAN RAKYAT (13)
  • PONTIANAK POST (6)
  • RADAR BANYUWANGI (7)
  • RADAR BOJONEGORO (5)
  • RADAR BROMO (1)
  • RADAR JEMBER (1)
  • RADAR JOMBANG (1)
  • RADAR KEDIRI (2)
  • RADAR MADIUN (1)
  • RADAR MOJOKERTO (6)
  • RAKYAT SULTRA (1)
  • REPUBLIKA CETAK (12)
  • REPUBLIKA ONLINE (24)
  • SINGGALANG (6)
  • SUARA MERDEKA (75)
  • SUARA NTB (1)
  • SUARA SARAWAK (1)
  • THE JAKARTA POST (22)
  • UTUSAN BORNEO (1)
  • WASPADA (7)

ARSIP

  • Januari 2026 (1)
  • Desember 2025 (1)
  • Oktober 2025 (4)
  • Agustus 2025 (6)
  • Juli 2025 (8)
  • Juni 2025 (15)
  • Mei 2025 (32)
  • April 2025 (25)
  • Maret 2025 (26)
  • Februari 2025 (32)
  • Januari 2025 (28)
  • Desember 2024 (25)
  • November 2024 (23)
  • Oktober 2024 (29)
  • September 2024 (31)
  • Agustus 2024 (32)
  • Juli 2024 (43)
  • Juni 2024 (41)
  • Mei 2024 (37)
  • April 2024 (26)
  • Maret 2024 (40)
  • Februari 2024 (31)
  • Januari 2024 (33)
  • Desember 2023 (34)
  • November 2023 (29)
  • Oktober 2023 (29)
  • September 2023 (34)
  • Agustus 2023 (34)
  • Juli 2023 (37)
  • Juni 2023 (40)
  • Mei 2023 (29)
  • April 2023 (29)
  • Maret 2023 (36)
  • Februari 2023 (41)
  • Januari 2023 (46)
  • Desember 2022 (44)
  • November 2022 (40)
  • Oktober 2022 (38)
  • September 2022 (19)
  • Agustus 2022 (18)
  • Juli 2022 (20)
  • Juni 2022 (19)
  • Mei 2022 (19)
  • April 2022 (19)
  • Maret 2022 (19)
  • Februari 2022 (18)
  • Januari 2022 (21)
  • Desember 2021 (16)
  • November 2021 (18)
  • Oktober 2021 (23)
  • September 2021 (19)
  • Agustus 2021 (21)
  • Juli 2021 (19)
  • Juni 2021 (17)
  • Mei 2021 (19)
  • April 2021 (14)
  • Maret 2021 (10)
  • Februari 2021 (13)
  • Januari 2021 (16)
  • Desember 2020 (13)
  • November 2020 (13)
  • Oktober 2020 (13)
  • September 2020 (13)
  • Agustus 2020 (14)
  • Juli 2020 (14)
  • Juni 2020 (11)
  • Mei 2020 (13)
  • April 2020 (13)
  • Maret 2020 (11)
  • Februari 2020 (12)
  • Januari 2020 (11)
  • Desember 2019 (13)
  • November 2019 (12)
  • Oktober 2019 (11)
  • September 2019 (11)
  • Agustus 2019 (13)
  • Juli 2019 (12)
  • Juni 2019 (19)
  • Mei 2019 (3)
  • April 2019 (4)
  • Maret 2019 (6)
  • Februari 2019 (5)
  • Januari 2019 (7)
  • Desember 2018 (8)
  • November 2018 (4)
  • Oktober 2018 (3)
  • September 2018 (5)
  • Agustus 2018 (7)
  • Juli 2018 (8)
  • Juni 2018 (4)
  • Mei 2018 (5)
  • April 2018 (6)
  • Maret 2018 (5)
  • Februari 2018 (4)
  • Januari 2018 (4)
  • Desember 2017 (5)
  • November 2017 (6)
  • Oktober 2017 (5)
  • September 2017 (4)
  • Agustus 2017 (4)
  • Juli 2017 (5)
  • Juni 2017 (4)
  • Mei 2017 (2)
  • April 2017 (5)
  • Maret 2017 (2)
  • Februari 2017 (2)
  • Oktober 2016 (1)
  • Mei 2016 (1)
  • Agustus 2015 (2)
  • April 2015 (4)
  • Maret 2015 (5)
  • Februari 2015 (4)
  • Januari 2015 (3)
  • Desember 2014 (2)
  • November 2014 (5)
  • Oktober 2014 (3)
  • September 2014 (4)
  • Agustus 2014 (4)
  • Juli 2014 (3)
  • Juni 2014 (5)
  • Mei 2014 (3)
  • April 2014 (4)
  • Maret 2014 (5)
  • Februari 2014 (7)
  • Januari 2014 (3)
  • Desember 2013 (5)
  • November 2013 (4)
  • Oktober 2013 (4)
  • September 2013 (5)
  • Agustus 2013 (3)
  • Juli 2013 (4)
  • Juni 2013 (5)
  • Januari 2013 (4)
  • Agustus 2012 (2)
  • Juli 2012 (5)
  • Juni 2012 (3)
  • Mei 2012 (3)
  • April 2012 (5)
  • Maret 2012 (4)
  • Februari 2012 (3)
  • Januari 2012 (4)
  • Desember 2011 (3)
  • November 2011 (2)
  • Oktober 2011 (5)
  • September 2011 (4)
  • Agustus 2011 (4)
  • Juli 2011 (5)
  • Juni 2011 (4)
  • Mei 2011 (5)
  • April 2011 (4)
  • Maret 2011 (4)
  • Februari 2011 (4)
  • Januari 2011 (5)
  • Desember 2010 (5)
  • November 2010 (4)
  • Oktober 2010 (5)
  • September 2010 (3)
  • Agustus 2010 (4)
  • Juli 2010 (5)
  • Juni 2010 (4)
  • Mei 2010 (4)
  • April 2010 (4)
  • Maret 2010 (4)
  • Februari 2010 (3)
  • Januari 2010 (4)
  • Desember 2009 (4)
  • November 2009 (5)
  • Oktober 2009 (4)
  • September 2009 (3)
  • Agustus 2009 (5)
  • Juli 2009 (4)
  • Juni 2009 (4)
  • Mei 2009 (5)
  • April 2009 (4)
  • Maret 2009 (5)
  • Februari 2009 (4)
  • Januari 2009 (4)
  • Desember 2008 (4)
  • November 2008 (5)
  • Oktober 2008 (4)
  • September 2008 (4)
  • Agustus 2008 (4)
  • Juli 2008 (3)
  • Juni 2008 (5)
  • Mei 2008 (4)
  • April 2008 (4)
  • Maret 2008 (6)
  • Februari 2008 (4)
  • Januari 2008 (3)
  • Desember 2007 (5)
  • November 2007 (4)
  • Oktober 2007 (3)
  • September 2007 (5)
  • Agustus 2007 (4)
  • Juli 2007 (5)
  • Juni 2007 (4)
  • Mei 2007 (4)
  • April 2007 (5)
  • Maret 2007 (4)
  • Februari 2007 (3)
  • Januari 2007 (4)
  • Desember 2006 (3)
  • November 2006 (4)
  • Oktober 2006 (5)
  • September 2006 (4)
  • Agustus 2006 (4)
  • Juli 2006 (5)
  • Juni 2006 (4)
  • Mei 2006 (4)
  • April 2006 (5)
  • Maret 2006 (5)
  • Februari 2006 (4)
  • Januari 2006 (3)
  • Desember 2005 (3)
  • November 2005 (4)
  • Oktober 2005 (5)
  • September 2005 (3)
  • Agustus 2005 (4)
  • Juli 2005 (4)
  • Juni 2005 (4)
  • Mei 2005 (4)
  • April 2005 (4)
  • Maret 2005 (3)
  • Februari 2005 (5)
  • Januari 2005 (5)
  • Desember 2004 (4)
  • November 2004 (3)
  • Oktober 2004 (8)
  • September 2004 (2)
  • Agustus 2004 (5)
  • Juli 2004 (4)
  • Juni 2004 (4)
  • Mei 2004 (5)
  • April 2004 (4)
  • Maret 2004 (4)
  • Februari 2004 (4)
  • Januari 2004 (4)
  • Desember 2003 (4)
  • November 2003 (5)
  • Oktober 2003 (4)
  • September 2003 (3)
  • Agustus 2003 (5)
  • Juli 2003 (4)
  • Juni 2003 (5)
  • Mei 2003 (4)
  • April 2003 (3)
  • Januari 2001 (1)
  • Januari 2000 (1)
  • Desember 1998 (1)
  • Juli 1998 (1)
  • Mei 1998 (2)
  • April 1997 (1)
  • Mei 1993 (1)
  • Juli 1966 (1)
©2026 CERPENDEK.COM | Design: Newspaperly WordPress Theme