Skip to content

CERPENDEK.COM

Indeks Sastra Cerpen di Indonesia

Menu
  • Account
  • HOME FULL WIDTH
  • INDEKS MEDIA
  • INDEKS PENGARANG
  • Login
  • Logout
  • Members
  • Password Reset
  • Privacy Policy
  • RANDOM POST
  • Register
  • User
Menu

Cerpen : Udin Belimbing oleh Akhmad Sekhu

Posted on Kam, 10 Feb 2022

Apa yang tebersit di benak kita saat mendengar kata belimbing? Buah yang banyak ditemukan di negara beriklim tropis ini seperti tak ada keistimewaan apa-apa bagi sebagian orang. Tapi tidak bagi Udin alias Wahyudin. Karena dalam buah belimbing terdapat banyak faedah, hikmah dan kisah. Begitu juga dengan belimbing yang melekat pada panggilannya; Udin Belimbing.

Banyak kisah dialami Udin yang tampak seperti sebuah kebetulan. Tapi dalam hidup ini bagi Udin tidak ada yang kebetulan. Semua sudah ada yang mengatur, Sang Maha Penguasa Semesta Alam Raya. Tidak ada peristiwa sekecil apa pun yang luput dari-Nya. Meski hanya sebutir debu yang beterbangan di jalanan.

Kisah Udin saat kecil sekolah SD, sewaktu dapat PR Pelajaran Kesenian untuk membuat patung buah-buahan dari tanah liat, Udin mendapat nilai paling tinggi dengan membuat karya patung berbentuk belimbing.

”Wah, patung belimbing yang dibuat Udin sangat bagus sekali,” puji Pak Guru Darko, guru kesenian, yang kemudian memberinya nilai sembilan. ”Nilai sembilan pantas Bapak berikan khusus untuk karya terbaik seperti ini. Nilai artistiknya tinggi, sungguh, sangat bagus sekali.”

Karena sang guru memberikan pujian terhadap patung belimbing yang dibuat Udin, semua anak serempak maju ke depan kelas. Mereka tentu amat sangat penasaran karena guru mereka memuji karya Udin yang dinilainya sangat bagus sekali.

”Wah, iya sangat bagus sekali!” Seru Wulandari turut memuji sambil mengamati karya patung belimbing yang dibuat Udin.

Ada lagi seorang anak yang tampak penasaran melihat patung belimbing dari dekat dan langsung berdecak kagum. ”Cek-cek, iya persis sekali seperti belimbing asli,” ujar Hardi penuh selidik tampak masih tak percaya.

”Kalian juga bisa membuat karya patung belimbing Udin seperti itu kalau kalian mau membuatnya dengan benar-benar serius dan sungguh-sungguh,” Pak Guru Darko kali ini terdengar memotivasi anak-anak.

”Bapak lihat Udin memang sangat berbakat dalam kesenian,” imbuh Pak Guru Darko kembali memuji.

Semakin Pak Guru Darko memuji, semakin membuat anak-anak penasaran dan satu per satu anak merangsek, ingin lebih mendekat lagi, bahkan sampai berebutan untuk melihat karya patung belimbing buatan Udin. Sehingga jadinya anak-anak terdengar ramai penuh kegaduhan.

Melihat suasana kelas jadi gaduh, Pak Guru Darko serta-merta memperingatkan, ”Sudah anak-anak, sudah, jangan gaduh, jangan berebutan begitu!”

Tampak anak-anak tidak menghiraukan peringatan, Pak Guru Darko kembali memperingatkan, kali ini dengan suara yang lebih tinggi, ”Ayo anak-anak kembali ke tempat duduk kalian masing-masing!”

Anak-anak terlihat semakin tidak menghiraukan peringatan sehingga membuat kelas semakin bertambah gaduh.

”Anak-anak!” Seru Pak Guru Darko seraya menggebrak-gebrak meja dengan penggaris kayu panjang.

Sontak anak-anak kembali ke tempat duduknya masing-masing.

”Dengar Bapak bicara apa tidak?!” Tanya Pak Guru Darko.

”Dengarrr Pak!” Jawab anak-anak serempak.

”Kembali Bapak katakan, kalian juga bisa membuat karya patung belimbing Udin seperti itu kalau kalian membuatnya dengan benar-benar serius dan sungguh-sungguh,” Pak Guru Darko kembali memotivasi.

Lebih lanjut, Pak Guru Darko menerangkan tentang Udin. ”Selama ini Bapak perhatikan Udin selalu serius dan sungguh-sungguh dalam mengerjakan PR yang Bapak berikan,” terangnya.

”Kalian juga bisa seperti Udin kalau kalian serius dan mau sungguh-sungguh mengerjakan PR, karya patung belimbing buatan Udin ini menjadi bukti keseriusan dan kesungguhan dalam mengerjakan PR,” Pak Guru Darko kembali lagi-lagi memuji.

”Bapak perhatikan Udin sangat berbakat dalam bidang kesenian,” imbuh Pak Guru Darko menyimpulkan.

”Udin juga pintar sekali meniup suling, Pak,” ucap Wulandari.

”Betulkah itu yang dikatakan Wulandari, Udin?” Pak Guru Darko langsung serta-merta mempertanyakan, kemudian menyarankan. ”Udin hebat, kalau bakat meniup sulingnya dikembangkan, pasti kalau besar nanti bisa ikut grup musik dangdut.”

Udin yang ditanya hanya senyum-senyum saja, tampak jadi tersipu-sipu malu. Lihatlah, wajahnya jadi memerah dan hidungnya besar kembang-kempis.

”Udin sangat pemalu, Pak,” sela Hardi, kemudian menerangkan, ”Udin hanya berani niup sulingnya di balik rimbun bambu belakang rumahnya, jadi mana bisa ikut grup musik dangdut, hah?!”

Sontak seluruh anak-anak sekelas jadi ketawa terbahak-bahak.

”Hardi jangan mengolok-olok teman sendiri.” Pak Guru Darko mengingatkan. ”Karena masih kecil wajar Udin masih malu.”

”Huuu!” seru anak-anak sekelas serempak mengarah ke Hardi.

Selama pelajaran kesenian berlangsung, hati Udin melambung di awang-uwung karena mendapat pujian dari Pak Guru Darko, Lebih melambung lagi hatinya, ia mendapat senyum dari Wulandari yang menjadi primadona di sekolahnya.

***

Selesai pelajaran kesenian langsung jam istirahat, Udin buru-buru membawa karya patung belimbingnya ke toilet. Beberapa anak yang tampak curiga mengikutinya, betapa sangat terkejut karena melihat Udin membasuh patung belimbingnya hingga kemudian tampak belimbing asli. Rupanya karya patung belimbingnya Udin terbuat dari belimbing asli yang kemudian hanya dilumuri lumpur.

”Wah ketahuan!” Seru Heru yang paling duluan berani memergokinya.

”Ssst,” Udin menyilangkan jari telunjuk di bibirnya memohon pengertian.

”Udin curang!” tuduh Hardi, anak yang terkenal suka usil di sekolahnya.

Udin tampak tak berkutik dituduh curang.

”Kalau menurut aku, Udin itu bukannya curang, tapi kreatif,” bela Wulandari tampak tiba-tiba muncul di hadapan mereka.

”Curang ya curang, tidak ada kreatifnya,” Hardi bersikeras pada pendapatnya.

”Hardi, tahu tidak, kalau membuat sesuatu yang baru itu kreatif namanya,” Wulandari tampak tak mau kalah, kemudian menantang, ”Kalau tidak percaya, baca saja buku kamus!”

”Dasar Wulandari kutu buku, apa-apa serba nyuruh baca buku!” Sahut Hardi tampak bersungut-sungut.

”Biarin!” Wulandari menegaskan dan tampak cuek seraya mengempaskan rambut kepang duanya.

Hardi pergi dengan wajah tampak masih bersungut-sungut karena masih tidak terima pendapatnya disanggah, apalagi yang menyanggah adalah Wulandari, primadona sekolahnya, yang juga pintar berdebat jadi benar-benar tidak bisa disanggah.

Setelah Hardi pergi, Udin mengucapkan terima kasih pada Wulandari karena dirinya telah dibela.

”Sebenarnya, saya membuat karya patung belimbing dengan belimbing asli itu idenya mendadak,” ungkap Udin, kemudian lebih jauh menerangkan, ”Saya tidak punya banyak waktu untuk mengerjakan PR pelajaran kesenian karena saya terlalu banyak main di sungai. Pagi-pagi saat mau berangkat sekolah, saya baru ingat PR itu dan dengan spontan membuat karya patung belimbingnya dengan belimbing asli.”

Sejak kejadian itu, Udin mendapat nama panggilan khusus, yakni ”Udin Belimbing”. Sebuah panggilan khas untuk membedakan dengan nama Udin-Udin yang lain karena banyak sekali nama Udin di sekolah SD-nya Udin. Bahkan, banyak nama Udin sedunia.

Jatibogor, Suradadi, Tegal, 2022

***

*Akhmad Sekhu, penulis kelahiran Desa Jatibogor, Suradadi, Tegal, 27 Mei 1971. Novelnya: Jejak Gelisah (2005), Chemistry (2018), Pocinta (2021). Kumpulan cerpennya: Semangat Orang-Orang Jempolan (siap terbit).

sumber : kompas.id, 10 Feb 2022.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MEDIA

  • BHIRAWA (1)
  • FEMINA (1)
  • HALUAN (9)
  • HARIAN FAJAR (2)
  • HORISON (2)
  • JAWA POS (216)
  • KALTIM POST (35)
  • KEDAULATAN RAKYAT (23)
  • KOMPAS CETAK (698)
  • KOMPAS ONLINE (867)
  • KORAN MERAPI (2)
  • KORAN SOLOPOS ONLINE (59)
  • KORAN TEMPO ONLINE (228)
  • MAJALAH PANJI BALAI (1)
  • MAJALAH SASTRA PUSAT (1)
  • MEDIA INDONESIA (89)
  • NOVA (7)
  • PADANG EKSPRES (2)
  • PIKIRAN RAKYAT (13)
  • PONTIANAK POST (6)
  • RADAR BANYUWANGI (7)
  • RADAR BOJONEGORO (5)
  • RADAR BROMO (1)
  • RADAR JEMBER (1)
  • RADAR JOMBANG (1)
  • RADAR KEDIRI (2)
  • RADAR MADIUN (1)
  • RADAR MOJOKERTO (6)
  • RAKYAT SULTRA (1)
  • REPUBLIKA CETAK (12)
  • REPUBLIKA ONLINE (24)
  • SINGGALANG (6)
  • SUARA MERDEKA (75)
  • SUARA NTB (1)
  • SUARA SARAWAK (1)
  • THE JAKARTA POST (22)
  • UTUSAN BORNEO (1)
  • WASPADA (7)

ARSIP

  • Januari 2026 (1)
  • Desember 2025 (1)
  • Oktober 2025 (4)
  • Agustus 2025 (6)
  • Juli 2025 (8)
  • Juni 2025 (15)
  • Mei 2025 (32)
  • April 2025 (25)
  • Maret 2025 (26)
  • Februari 2025 (32)
  • Januari 2025 (28)
  • Desember 2024 (25)
  • November 2024 (23)
  • Oktober 2024 (29)
  • September 2024 (31)
  • Agustus 2024 (32)
  • Juli 2024 (43)
  • Juni 2024 (41)
  • Mei 2024 (37)
  • April 2024 (26)
  • Maret 2024 (40)
  • Februari 2024 (31)
  • Januari 2024 (33)
  • Desember 2023 (34)
  • November 2023 (29)
  • Oktober 2023 (29)
  • September 2023 (34)
  • Agustus 2023 (34)
  • Juli 2023 (37)
  • Juni 2023 (40)
  • Mei 2023 (29)
  • April 2023 (29)
  • Maret 2023 (36)
  • Februari 2023 (41)
  • Januari 2023 (46)
  • Desember 2022 (44)
  • November 2022 (40)
  • Oktober 2022 (38)
  • September 2022 (19)
  • Agustus 2022 (18)
  • Juli 2022 (20)
  • Juni 2022 (19)
  • Mei 2022 (19)
  • April 2022 (19)
  • Maret 2022 (19)
  • Februari 2022 (18)
  • Januari 2022 (21)
  • Desember 2021 (16)
  • November 2021 (18)
  • Oktober 2021 (23)
  • September 2021 (19)
  • Agustus 2021 (21)
  • Juli 2021 (19)
  • Juni 2021 (17)
  • Mei 2021 (19)
  • April 2021 (14)
  • Maret 2021 (10)
  • Februari 2021 (13)
  • Januari 2021 (16)
  • Desember 2020 (13)
  • November 2020 (13)
  • Oktober 2020 (13)
  • September 2020 (13)
  • Agustus 2020 (14)
  • Juli 2020 (14)
  • Juni 2020 (11)
  • Mei 2020 (13)
  • April 2020 (13)
  • Maret 2020 (11)
  • Februari 2020 (12)
  • Januari 2020 (11)
  • Desember 2019 (13)
  • November 2019 (12)
  • Oktober 2019 (11)
  • September 2019 (11)
  • Agustus 2019 (13)
  • Juli 2019 (12)
  • Juni 2019 (19)
  • Mei 2019 (3)
  • April 2019 (4)
  • Maret 2019 (6)
  • Februari 2019 (5)
  • Januari 2019 (7)
  • Desember 2018 (8)
  • November 2018 (4)
  • Oktober 2018 (3)
  • September 2018 (5)
  • Agustus 2018 (7)
  • Juli 2018 (8)
  • Juni 2018 (4)
  • Mei 2018 (5)
  • April 2018 (6)
  • Maret 2018 (5)
  • Februari 2018 (4)
  • Januari 2018 (4)
  • Desember 2017 (5)
  • November 2017 (6)
  • Oktober 2017 (5)
  • September 2017 (4)
  • Agustus 2017 (4)
  • Juli 2017 (5)
  • Juni 2017 (4)
  • Mei 2017 (2)
  • April 2017 (5)
  • Maret 2017 (2)
  • Februari 2017 (2)
  • Oktober 2016 (1)
  • Mei 2016 (1)
  • Agustus 2015 (2)
  • April 2015 (4)
  • Maret 2015 (5)
  • Februari 2015 (4)
  • Januari 2015 (3)
  • Desember 2014 (2)
  • November 2014 (5)
  • Oktober 2014 (3)
  • September 2014 (4)
  • Agustus 2014 (4)
  • Juli 2014 (3)
  • Juni 2014 (5)
  • Mei 2014 (3)
  • April 2014 (4)
  • Maret 2014 (5)
  • Februari 2014 (7)
  • Januari 2014 (3)
  • Desember 2013 (5)
  • November 2013 (4)
  • Oktober 2013 (4)
  • September 2013 (5)
  • Agustus 2013 (3)
  • Juli 2013 (4)
  • Juni 2013 (5)
  • Januari 2013 (4)
  • Agustus 2012 (2)
  • Juli 2012 (5)
  • Juni 2012 (3)
  • Mei 2012 (3)
  • April 2012 (5)
  • Maret 2012 (4)
  • Februari 2012 (3)
  • Januari 2012 (4)
  • Desember 2011 (3)
  • November 2011 (2)
  • Oktober 2011 (5)
  • September 2011 (4)
  • Agustus 2011 (4)
  • Juli 2011 (5)
  • Juni 2011 (4)
  • Mei 2011 (5)
  • April 2011 (4)
  • Maret 2011 (4)
  • Februari 2011 (4)
  • Januari 2011 (5)
  • Desember 2010 (5)
  • November 2010 (4)
  • Oktober 2010 (5)
  • September 2010 (3)
  • Agustus 2010 (4)
  • Juli 2010 (5)
  • Juni 2010 (4)
  • Mei 2010 (4)
  • April 2010 (4)
  • Maret 2010 (4)
  • Februari 2010 (3)
  • Januari 2010 (4)
  • Desember 2009 (4)
  • November 2009 (5)
  • Oktober 2009 (4)
  • September 2009 (3)
  • Agustus 2009 (5)
  • Juli 2009 (4)
  • Juni 2009 (4)
  • Mei 2009 (5)
  • April 2009 (4)
  • Maret 2009 (5)
  • Februari 2009 (4)
  • Januari 2009 (4)
  • Desember 2008 (4)
  • November 2008 (5)
  • Oktober 2008 (4)
  • September 2008 (4)
  • Agustus 2008 (4)
  • Juli 2008 (3)
  • Juni 2008 (5)
  • Mei 2008 (4)
  • April 2008 (4)
  • Maret 2008 (6)
  • Februari 2008 (4)
  • Januari 2008 (3)
  • Desember 2007 (5)
  • November 2007 (4)
  • Oktober 2007 (3)
  • September 2007 (5)
  • Agustus 2007 (4)
  • Juli 2007 (5)
  • Juni 2007 (4)
  • Mei 2007 (4)
  • April 2007 (5)
  • Maret 2007 (4)
  • Februari 2007 (3)
  • Januari 2007 (4)
  • Desember 2006 (3)
  • November 2006 (4)
  • Oktober 2006 (5)
  • September 2006 (4)
  • Agustus 2006 (4)
  • Juli 2006 (5)
  • Juni 2006 (4)
  • Mei 2006 (4)
  • April 2006 (5)
  • Maret 2006 (5)
  • Februari 2006 (4)
  • Januari 2006 (3)
  • Desember 2005 (3)
  • November 2005 (4)
  • Oktober 2005 (5)
  • September 2005 (3)
  • Agustus 2005 (4)
  • Juli 2005 (4)
  • Juni 2005 (4)
  • Mei 2005 (4)
  • April 2005 (4)
  • Maret 2005 (3)
  • Februari 2005 (5)
  • Januari 2005 (5)
  • Desember 2004 (4)
  • November 2004 (3)
  • Oktober 2004 (8)
  • September 2004 (2)
  • Agustus 2004 (5)
  • Juli 2004 (4)
  • Juni 2004 (4)
  • Mei 2004 (5)
  • April 2004 (4)
  • Maret 2004 (4)
  • Februari 2004 (4)
  • Januari 2004 (4)
  • Desember 2003 (4)
  • November 2003 (5)
  • Oktober 2003 (4)
  • September 2003 (3)
  • Agustus 2003 (5)
  • Juli 2003 (4)
  • Juni 2003 (5)
  • Mei 2003 (4)
  • April 2003 (3)
  • Januari 2001 (1)
  • Januari 2000 (1)
  • Desember 1998 (1)
  • Juli 1998 (1)
  • Mei 1998 (2)
  • April 1997 (1)
  • Mei 1993 (1)
  • Juli 1966 (1)
©2026 CERPENDEK.COM | Design: Newspaperly WordPress Theme