Skip to content

CERPENDEK.COM

Indeks Sastra Cerpen di Indonesia

Menu
  • Account
  • HOME FULL WIDTH
  • INDEKS MEDIA
  • INDEKS PENGARANG
  • Login
  • Logout
  • Members
  • Password Reset
  • Privacy Policy
  • RANDOM POST
  • Register
  • User
Menu

Cerpen : Kurma dan Klepon oleh Manggar Maula Mahabana

Posted on Jum, 04 Mar 2022

Nama lengkapnya Kurmawati Ayune Neni, tapi nama panggilannya Kurma. Sama sekali dia bukan keturunan Arab atau Timur Tengah. Dia keturunan Jawa, karena ayah ibunya dan kakek neneknya hingga sekian generasi sebelumnya memang Jawa semua. Tapi karena ayah ibunya bercita-cita ingin punya gelar haji dan hajjah, yang sayangnya tak kunjung mampu melunasi ongkos beribadah ke tanah suci, karena pengeluaran keluarga makin banyak sejak dia tumbuh di dalam rahim kemudian lahir berjenis perempuan, maka dia diberi nama itu.

Sejak Kurma lahir, ayah ibunya juga makin berat mencukupi kebutuhan hidup berkeluarga, sehingga tabungan haji digerogoti hingga habis. Ketika umur Kurma genap empat tahun, tabungan haji terpaksa ditutup karena saldo nol selama tiga bulan dan tidak ada kemampuan lagi untuk setor agar saldo tidak tetap nol.

Karena itu, ayah ibunya sering menganggapnya sebagai karunia Tuhan atau berkah dari cita-cita punya gelar haji dan hajjah. Konon, menurut ceramah agama, cita-cita atau niat baik langsung dicatat oleh Tuhan dan mendapat pahala alias karunia satu. Jika niat baik bisa diwujudkan maka akan mendapatkan pahala lagi yang tak terhitung banyaknya.

Mungkin Kurma betul-betul merupakan satu karunia yang diberikan Tuhan kepada ayah ibunya. Sebab, meskipun ayah ibunya belum bisa memiliki gelar haji dan hajjah, hidupnya selalu bahagia. Tiap hari, ayah ibunya selalu gembira membesarkan Kurma, hingga tak terasa kini Kurma sudah menjadi gadis dewasa yang cantik jelita, agak mirip dengan gadis-gadis Timur Tengah.

Selama belajar di SMA, Kurma berteman akrab dengan Klepon yang tampan dan gagah berdarah Timur Tengah. Klepon itu nama pemberian ayahnya, karena ketika sedang ngidam ibunya suka makan klepon. Bahkan, karena suka makan klepon, sejak hamil satu bulan hingga melahirkan Klepon, ibunya terpaksa tinggal di Solo bersama ayahnya, menempati kamar hotel dekat Pasar Klewer. Tiap pagi, ayah ibunya berjalan kaki dari kamar hotel untuk membeli klepon di Pasar Klewer.

Setelah Klepon berumur selapan ayah ibunya mengajaknya pulang ke Madinah. Dan karena hampir satu tahun hidup di Solo, ayah ibunya bisa fasih berbahasa Jawa. Klepon pun sering diajak bicara dengan bahasa Jawa sehingga ketika umurnya enam tahun sudah fasih berbahasa Jawa, lalu mau belajar di SD dekat Pasar Klewer saja.

Ketika sudah lulus SD, Klepon tak mau pulang ke Madinah. Klepon ingin melanjutkan sekolah lalu kuliah di Solo saja. Katanya, cintanya kepada Solo telanjur mendarah daging dan makin kuat karena berbaur dengan cintanya kepada Kurma.

”Aku ingin hidup bersamamu hingga akhir hayat.” Klepon sering berbisik di dekat telinga Kurma ketika sedang pulang sekolah bersama. Rumah Kurma dan tempat kost Klepon memang berdekatan.

”Aku juga ingin hidup bersamamu hingga ajal tiba.” Kurma pun berbisik lembut di dekat telinga Klepon.

Tapi hubungan asmara Kurma dan Klepon tak semulus jalan tol. Ayah ibu Klepon ingin agar putra semata wayangnya itu menikah dengan gadis berdarah Timur Tengah.

”Sebaiknya kamu menikah dengan gadis asal Timur Tengah.” Ibunya selalu berkata demikian setiap menelepon Klepon yang sudah mulai kuliah di Solo.

”Kalau kamu sudah pacaran dengan gadis Solo atau dari kota lain, jangan terlalu serius. Kamu lebih tepat menikah dengan gadis asal Timur Tengah.” Ayahnya selalu berkata begitu setiap berbincang dengan Klepon lewat video call.

Klepon tak peduli apa kata ayah ibunya soal cinta dan pernikahan. Baginya, rencana menikah dengan Kurma sudah bulat dan akan segera dilaksanakan setelah wisuda nanti.

Kedua orang tua Kurma sangat merestui. Bahkan, calon mertua Klepon itu menganggap pernikahan Kurma dan Klepon, kalau kelak betul-betul terlaksana dan kemudian mendapatkan keturunan, adalah tambahan karunia Tuhan yang tak terhitung besarnya. Betapa bagi orang tua Kurma sangat bangga punya cucu-cucu berdarah Timur Tengah, meskipun mereka berdua belum bergelar haji dan hajjah.

”Pokoknya saya akan menikah dengan Kurma.” Klepon berkata tegas lewat video call kepada ayah ibunya. Klepon memperkenalkan Kurma lewat video call itu. Kurma pun mengucapkan salam kepada kedua orang tua Klepon dengan tersenyum manis.

Sehabis video call, kedua orang tua Klepon membicarakan Kurma.

”Gadis itu mirip dengan gadis-gadis Timur Tengah.”

”Ya, juga mirip dengan kamu saat kamu masih gadis.”

”Tapi aku masih keberatan punya menantu berdarah Jawa. Masalahnya, perempuan Jawa sangat lemah lembut. Kalau berjalan kaki, seperti sedang sakit. Aku tidak suka itu. Aku suka perempuan yang keras dan kuat, jika berjalan kaki sangat cepat langkahnya.”

Ayah Klepon mengerti sikap umum perempuan Jawa yang memang lemah lembut, karena pernah hidup di Solo hampir satu tahun lamanya.

Ibu Klepon tiba-tiba berubah sikap setelah mengerti bahwa Klepon sangat serius mencintai Kurma. ”Kalau Klepon ngotot ingin menikah dengan Kurma, kita orang tua sebaiknya merestui saja.”

Ayah Klepon sepakat.

”Ya, memang tak baik orang tua memaksakan kehendak kepada anak. Kalau memang Klepon nanti jadi menikahi Kurma, sebaiknya setelah menikah mencoba berbisnis kurma kalau mereka tinggal di Jawa. Kalau mereka tinggal di Madinah sini, sebaiknya berbisnis klepon, misalnya membuka resto klepon pasti sangat laris sehingga bisa pula buka cabang di kota-kota lain.”

Kurma dan Klepon sudah lulus kuliah, lalu menikah. Ternyata keduanya sudah punya rencana matang untuk menjadi pasangan suami istri yang berbisnis kurma di Indonesia dan berbisnis klepon di Timur Tengah. Keduanya sama-sama optimis akan sukses berbisnis kurma dan klepon.

”Mayoritas penduduk Indonesia bisa dirayu agar suka makan kurma. Sedangkan masyarakat Timur Tengah harus diajak suka ngemil klepon.” Kurma bicara mantap kepada Klepon saat sedang berbulan madu.

Klepon betul-betul bahagia bisa menikmati hidup bersama Kurma yang cantik jelita dan ternyata berminat bisnis lintas negara.

Setelah bulan madu, Kurma dan Klepon mencari modal untuk bisnis kurma dan klepon. Ternyata tidak rumit untuk mendapatkan modal berupa pinjaman di bank. Mula-mula hanya meminjam Rp 10 juta yang berhasil dilunasi dalam satu tahun. Setelah itu meminjam ratusan juta, kemudian bisa meminjam miliaran rupiah.

Bisnis kurma dan klepon sangat cepat berkembang di Indonesia dan di Timur Tengah, karena kurma dikemas dan diberi cap klepon, sedangkan klepon juga dikemas dan diberi cap kurma.

Kurma cap klepon dan klepon cap kurma betul-betul sangat terkenal karena dijual di semua pasar dan toko dalam kategori makanan ringan. Resto klepon pun menjamur dan sangat laris di semua kota di Timur Tengah.

Bukan seni kuliner kalau tidak kreatif. Begitulah. Kurma dan Klepon pun memproduksi olahan khas: Klepon isi kurma dengan rasa khas dan sensasional. Sejak diproduksi, klepon isi kurma langsung menjadi makanan yang disukai kaum bangsawan dan kelas menengah di seluruh dunia. Masyarakat kelas bawah pun suka membelinya dan memakannya.

”Betapa nikmat mengunyah klepon isi kurma, bagai memagut bibir sang kekasih.” Begitu kalimat yang tertulis di kemasan klepon isi kurma. Kalimat yang sangat seksi. Bikin semua orang ingin mencobanya. Kemudian ketagihan.

Tanpa iklan di media, semua yang pernah mencoba menikmati klepon isi kurma dengan senang hati mau menjadi bintang iklan tanpa dibayar. Begitulah. Semua orang yang pernah mencoba menikmati klepon isi kurma langsung selfie dan mempostingnya di akun media sosial. Sekali selfie sedang menikmati klepon isi kurma pasti ingin mengulanginya lagi dan lagi. Tak ada bosan-bosannya menikmati klepon isi kurma untuk selfie lagi dan lagi.

Semua media sosial dipenuhi foto selfie dan rekaman video dengan adegan sedang menikmati klepon isi kurma di mana-mana, juga di tempat-tempat wisata terkenal di dunia, termasuk di tujuh keajaiban dunia hingga di angkasa luar yang dilakukan astronot.

Bukan kaum politisi namanya kalau tidak bisa memanfaatkan sesuatu yang sedang sangat populer untuk kepentingan politiknya. Tiba-tiba muncul sekelompok politisi yang mendeklarasikan berdirinya Partai Kurma Klepon yang disingkat jadi PKK.

Seketika itu juga, banyak orang bergabung menjadi anggota PKK. Kantor cabang PKK dibangun serentak di semua daerah.

Menurut hasil survei, dalam sebulan sejak dideklarasikan, PKK sudah punya anggota 100 juta orang. Jumlah anggota PKK terus bertambah, setiap detik ada ratusan orang yang mendaftar menjadi anggota PKK.

”Tanpa mendahului takdir Tuhan, PKK layak dipastikan bakal menang pemilu mendatang.” Demikian pernyataan direktur lembaga survei yang diamini semua pengamat politik. Pernyataan itu bagai sihir bagi semua elite politik di semua partai lain yang tiba-tiba ikut bergabung menjadi anggota PKK.

Lalu, semua partai yang ada sebelum PKK menjadi partai tanpa pengurus dan anggota, sehingga bubar dengan sendirinya. Peta politik memang sering berubah tiba-tiba, seperti cuaca.

Masalah politik baru tiba-tiba membingungkan masyarakat, ketika ada gagasan baru yang langsung viral: Kurma atau Klepon layak diusung PKK sebagai calon presiden, meskipun tidak diketahui dengan pasti di mana keberadaannya sekarang.

Ada yang bilang, Kurma dan Klepon sedang berada di Mars, menikmati liburan panjang seperti berkemah di planet tersebut, dan telah membeli pesawat antariksa bersama awaknya sebagai kendaraan pribadi. Kurma dan Klepon memang telah tercatat sebagai orang terkaya di dunia.

Malah ada berita baru, entah faktual atau hoaks: Kurma dan Klepon sedang membangun istana di Mars dan resto klepon isi kurma di planet tersebut, yang lima tahun lagi bakal menjadi destinasi wisata baru yang paling menarik.

Konon, setiap orang yang mendengar berita baru itu langsung menabung untuk bisa ikut membeli tiket pesawat antariksa yang akan membawanya ke Mars agar bisa mengunyah klepon isi kurma yang nikmatnya bagai memagut bibir sang kekasih…***

Semarang, 16 Februari 2022

***

Manggar Maula Mahabana.Lahir 5 Juli 1999. Pekerja swasta, gemar menulis prosa dan puisi serta bermain beatbox.

sumber : kompas.id, 04 Mar 2022.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MEDIA

  • BHIRAWA (1)
  • FEMINA (1)
  • HALUAN (9)
  • HARIAN FAJAR (2)
  • HORISON (2)
  • JAWA POS (216)
  • KALTIM POST (35)
  • KEDAULATAN RAKYAT (23)
  • KOMPAS CETAK (698)
  • KOMPAS ONLINE (867)
  • KORAN MERAPI (2)
  • KORAN SOLOPOS ONLINE (59)
  • KORAN TEMPO ONLINE (228)
  • MAJALAH PANJI BALAI (1)
  • MAJALAH SASTRA PUSAT (1)
  • MEDIA INDONESIA (89)
  • NOVA (7)
  • PADANG EKSPRES (2)
  • PIKIRAN RAKYAT (13)
  • PONTIANAK POST (6)
  • RADAR BANYUWANGI (7)
  • RADAR BOJONEGORO (5)
  • RADAR BROMO (1)
  • RADAR JEMBER (1)
  • RADAR JOMBANG (1)
  • RADAR KEDIRI (2)
  • RADAR MADIUN (1)
  • RADAR MOJOKERTO (6)
  • RAKYAT SULTRA (1)
  • REPUBLIKA CETAK (12)
  • REPUBLIKA ONLINE (24)
  • SINGGALANG (6)
  • SUARA MERDEKA (75)
  • SUARA NTB (1)
  • SUARA SARAWAK (1)
  • THE JAKARTA POST (22)
  • UTUSAN BORNEO (1)
  • WASPADA (7)

ARSIP

  • Januari 2026 (1)
  • Desember 2025 (1)
  • Oktober 2025 (4)
  • Agustus 2025 (6)
  • Juli 2025 (8)
  • Juni 2025 (15)
  • Mei 2025 (32)
  • April 2025 (25)
  • Maret 2025 (26)
  • Februari 2025 (32)
  • Januari 2025 (28)
  • Desember 2024 (25)
  • November 2024 (23)
  • Oktober 2024 (29)
  • September 2024 (31)
  • Agustus 2024 (32)
  • Juli 2024 (43)
  • Juni 2024 (41)
  • Mei 2024 (37)
  • April 2024 (26)
  • Maret 2024 (40)
  • Februari 2024 (31)
  • Januari 2024 (33)
  • Desember 2023 (34)
  • November 2023 (29)
  • Oktober 2023 (29)
  • September 2023 (34)
  • Agustus 2023 (34)
  • Juli 2023 (37)
  • Juni 2023 (40)
  • Mei 2023 (29)
  • April 2023 (29)
  • Maret 2023 (36)
  • Februari 2023 (41)
  • Januari 2023 (46)
  • Desember 2022 (44)
  • November 2022 (40)
  • Oktober 2022 (38)
  • September 2022 (19)
  • Agustus 2022 (18)
  • Juli 2022 (20)
  • Juni 2022 (19)
  • Mei 2022 (19)
  • April 2022 (19)
  • Maret 2022 (19)
  • Februari 2022 (18)
  • Januari 2022 (21)
  • Desember 2021 (16)
  • November 2021 (18)
  • Oktober 2021 (23)
  • September 2021 (19)
  • Agustus 2021 (21)
  • Juli 2021 (19)
  • Juni 2021 (17)
  • Mei 2021 (19)
  • April 2021 (14)
  • Maret 2021 (10)
  • Februari 2021 (13)
  • Januari 2021 (16)
  • Desember 2020 (13)
  • November 2020 (13)
  • Oktober 2020 (13)
  • September 2020 (13)
  • Agustus 2020 (14)
  • Juli 2020 (14)
  • Juni 2020 (11)
  • Mei 2020 (13)
  • April 2020 (13)
  • Maret 2020 (11)
  • Februari 2020 (12)
  • Januari 2020 (11)
  • Desember 2019 (13)
  • November 2019 (12)
  • Oktober 2019 (11)
  • September 2019 (11)
  • Agustus 2019 (13)
  • Juli 2019 (12)
  • Juni 2019 (19)
  • Mei 2019 (3)
  • April 2019 (4)
  • Maret 2019 (6)
  • Februari 2019 (5)
  • Januari 2019 (7)
  • Desember 2018 (8)
  • November 2018 (4)
  • Oktober 2018 (3)
  • September 2018 (5)
  • Agustus 2018 (7)
  • Juli 2018 (8)
  • Juni 2018 (4)
  • Mei 2018 (5)
  • April 2018 (6)
  • Maret 2018 (5)
  • Februari 2018 (4)
  • Januari 2018 (4)
  • Desember 2017 (5)
  • November 2017 (6)
  • Oktober 2017 (5)
  • September 2017 (4)
  • Agustus 2017 (4)
  • Juli 2017 (5)
  • Juni 2017 (4)
  • Mei 2017 (2)
  • April 2017 (5)
  • Maret 2017 (2)
  • Februari 2017 (2)
  • Oktober 2016 (1)
  • Mei 2016 (1)
  • Agustus 2015 (2)
  • April 2015 (4)
  • Maret 2015 (5)
  • Februari 2015 (4)
  • Januari 2015 (3)
  • Desember 2014 (2)
  • November 2014 (5)
  • Oktober 2014 (3)
  • September 2014 (4)
  • Agustus 2014 (4)
  • Juli 2014 (3)
  • Juni 2014 (5)
  • Mei 2014 (3)
  • April 2014 (4)
  • Maret 2014 (5)
  • Februari 2014 (7)
  • Januari 2014 (3)
  • Desember 2013 (5)
  • November 2013 (4)
  • Oktober 2013 (4)
  • September 2013 (5)
  • Agustus 2013 (3)
  • Juli 2013 (4)
  • Juni 2013 (5)
  • Januari 2013 (4)
  • Agustus 2012 (2)
  • Juli 2012 (5)
  • Juni 2012 (3)
  • Mei 2012 (3)
  • April 2012 (5)
  • Maret 2012 (4)
  • Februari 2012 (3)
  • Januari 2012 (4)
  • Desember 2011 (3)
  • November 2011 (2)
  • Oktober 2011 (5)
  • September 2011 (4)
  • Agustus 2011 (4)
  • Juli 2011 (5)
  • Juni 2011 (4)
  • Mei 2011 (5)
  • April 2011 (4)
  • Maret 2011 (4)
  • Februari 2011 (4)
  • Januari 2011 (5)
  • Desember 2010 (5)
  • November 2010 (4)
  • Oktober 2010 (5)
  • September 2010 (3)
  • Agustus 2010 (4)
  • Juli 2010 (5)
  • Juni 2010 (4)
  • Mei 2010 (4)
  • April 2010 (4)
  • Maret 2010 (4)
  • Februari 2010 (3)
  • Januari 2010 (4)
  • Desember 2009 (4)
  • November 2009 (5)
  • Oktober 2009 (4)
  • September 2009 (3)
  • Agustus 2009 (5)
  • Juli 2009 (4)
  • Juni 2009 (4)
  • Mei 2009 (5)
  • April 2009 (4)
  • Maret 2009 (5)
  • Februari 2009 (4)
  • Januari 2009 (4)
  • Desember 2008 (4)
  • November 2008 (5)
  • Oktober 2008 (4)
  • September 2008 (4)
  • Agustus 2008 (4)
  • Juli 2008 (3)
  • Juni 2008 (5)
  • Mei 2008 (4)
  • April 2008 (4)
  • Maret 2008 (6)
  • Februari 2008 (4)
  • Januari 2008 (3)
  • Desember 2007 (5)
  • November 2007 (4)
  • Oktober 2007 (3)
  • September 2007 (5)
  • Agustus 2007 (4)
  • Juli 2007 (5)
  • Juni 2007 (4)
  • Mei 2007 (4)
  • April 2007 (5)
  • Maret 2007 (4)
  • Februari 2007 (3)
  • Januari 2007 (4)
  • Desember 2006 (3)
  • November 2006 (4)
  • Oktober 2006 (5)
  • September 2006 (4)
  • Agustus 2006 (4)
  • Juli 2006 (5)
  • Juni 2006 (4)
  • Mei 2006 (4)
  • April 2006 (5)
  • Maret 2006 (5)
  • Februari 2006 (4)
  • Januari 2006 (3)
  • Desember 2005 (3)
  • November 2005 (4)
  • Oktober 2005 (5)
  • September 2005 (3)
  • Agustus 2005 (4)
  • Juli 2005 (4)
  • Juni 2005 (4)
  • Mei 2005 (4)
  • April 2005 (4)
  • Maret 2005 (3)
  • Februari 2005 (5)
  • Januari 2005 (5)
  • Desember 2004 (4)
  • November 2004 (3)
  • Oktober 2004 (8)
  • September 2004 (2)
  • Agustus 2004 (5)
  • Juli 2004 (4)
  • Juni 2004 (4)
  • Mei 2004 (5)
  • April 2004 (4)
  • Maret 2004 (4)
  • Februari 2004 (4)
  • Januari 2004 (4)
  • Desember 2003 (4)
  • November 2003 (5)
  • Oktober 2003 (4)
  • September 2003 (3)
  • Agustus 2003 (5)
  • Juli 2003 (4)
  • Juni 2003 (5)
  • Mei 2003 (4)
  • April 2003 (3)
  • Januari 2001 (1)
  • Januari 2000 (1)
  • Desember 1998 (1)
  • Juli 1998 (1)
  • Mei 1998 (2)
  • April 1997 (1)
  • Mei 1993 (1)
  • Juli 1966 (1)
©2026 CERPENDEK.COM | Design: Newspaperly WordPress Theme