Nama lengkapnya Kurmawati Ayune Neni, tapi nama panggilannya Kurma. Sama sekali dia bukan keturunan Arab atau Timur Tengah. Dia keturunan Jawa, karena ayah ibunya dan kakek neneknya hingga sekian generasi sebelumnya memang Jawa semua. Tapi karena ayah ibunya bercita-cita ingin punya gelar haji dan hajjah, yang sayangnya tak kunjung mampu melunasi ongkos beribadah ke tanah suci, karena pengeluaran keluarga makin banyak sejak dia tumbuh di dalam rahim kemudian lahir berjenis perempuan, maka dia diberi nama itu.
Sejak Kurma lahir, ayah ibunya juga makin berat mencukupi kebutuhan hidup berkeluarga, sehingga tabungan haji digerogoti hingga habis. Ketika umur Kurma genap empat tahun, tabungan haji terpaksa ditutup karena saldo nol selama tiga bulan dan tidak ada kemampuan lagi untuk setor agar saldo tidak tetap nol.
Karena itu, ayah ibunya sering menganggapnya sebagai karunia Tuhan atau berkah dari cita-cita punya gelar haji dan hajjah. Konon, menurut ceramah agama, cita-cita atau niat baik langsung dicatat oleh Tuhan dan mendapat pahala alias karunia satu. Jika niat baik bisa diwujudkan maka akan mendapatkan pahala lagi yang tak terhitung banyaknya.
Mungkin Kurma betul-betul merupakan satu karunia yang diberikan Tuhan kepada ayah ibunya. Sebab, meskipun ayah ibunya belum bisa memiliki gelar haji dan hajjah, hidupnya selalu bahagia. Tiap hari, ayah ibunya selalu gembira membesarkan Kurma, hingga tak terasa kini Kurma sudah menjadi gadis dewasa yang cantik jelita, agak mirip dengan gadis-gadis Timur Tengah.
Selama belajar di SMA, Kurma berteman akrab dengan Klepon yang tampan dan gagah berdarah Timur Tengah. Klepon itu nama pemberian ayahnya, karena ketika sedang ngidam ibunya suka makan klepon. Bahkan, karena suka makan klepon, sejak hamil satu bulan hingga melahirkan Klepon, ibunya terpaksa tinggal di Solo bersama ayahnya, menempati kamar hotel dekat Pasar Klewer. Tiap pagi, ayah ibunya berjalan kaki dari kamar hotel untuk membeli klepon di Pasar Klewer.
Setelah Klepon berumur selapan ayah ibunya mengajaknya pulang ke Madinah. Dan karena hampir satu tahun hidup di Solo, ayah ibunya bisa fasih berbahasa Jawa. Klepon pun sering diajak bicara dengan bahasa Jawa sehingga ketika umurnya enam tahun sudah fasih berbahasa Jawa, lalu mau belajar di SD dekat Pasar Klewer saja.
Ketika sudah lulus SD, Klepon tak mau pulang ke Madinah. Klepon ingin melanjutkan sekolah lalu kuliah di Solo saja. Katanya, cintanya kepada Solo telanjur mendarah daging dan makin kuat karena berbaur dengan cintanya kepada Kurma.
”Aku ingin hidup bersamamu hingga akhir hayat.” Klepon sering berbisik di dekat telinga Kurma ketika sedang pulang sekolah bersama. Rumah Kurma dan tempat kost Klepon memang berdekatan.
”Aku juga ingin hidup bersamamu hingga ajal tiba.” Kurma pun berbisik lembut di dekat telinga Klepon.
Tapi hubungan asmara Kurma dan Klepon tak semulus jalan tol. Ayah ibu Klepon ingin agar putra semata wayangnya itu menikah dengan gadis berdarah Timur Tengah.
”Sebaiknya kamu menikah dengan gadis asal Timur Tengah.” Ibunya selalu berkata demikian setiap menelepon Klepon yang sudah mulai kuliah di Solo.
”Kalau kamu sudah pacaran dengan gadis Solo atau dari kota lain, jangan terlalu serius. Kamu lebih tepat menikah dengan gadis asal Timur Tengah.” Ayahnya selalu berkata begitu setiap berbincang dengan Klepon lewat video call.
Klepon tak peduli apa kata ayah ibunya soal cinta dan pernikahan. Baginya, rencana menikah dengan Kurma sudah bulat dan akan segera dilaksanakan setelah wisuda nanti.
Kedua orang tua Kurma sangat merestui. Bahkan, calon mertua Klepon itu menganggap pernikahan Kurma dan Klepon, kalau kelak betul-betul terlaksana dan kemudian mendapatkan keturunan, adalah tambahan karunia Tuhan yang tak terhitung besarnya. Betapa bagi orang tua Kurma sangat bangga punya cucu-cucu berdarah Timur Tengah, meskipun mereka berdua belum bergelar haji dan hajjah.
”Pokoknya saya akan menikah dengan Kurma.” Klepon berkata tegas lewat video call kepada ayah ibunya. Klepon memperkenalkan Kurma lewat video call itu. Kurma pun mengucapkan salam kepada kedua orang tua Klepon dengan tersenyum manis.
Sehabis video call, kedua orang tua Klepon membicarakan Kurma.
”Gadis itu mirip dengan gadis-gadis Timur Tengah.”
”Ya, juga mirip dengan kamu saat kamu masih gadis.”
”Tapi aku masih keberatan punya menantu berdarah Jawa. Masalahnya, perempuan Jawa sangat lemah lembut. Kalau berjalan kaki, seperti sedang sakit. Aku tidak suka itu. Aku suka perempuan yang keras dan kuat, jika berjalan kaki sangat cepat langkahnya.”
Ayah Klepon mengerti sikap umum perempuan Jawa yang memang lemah lembut, karena pernah hidup di Solo hampir satu tahun lamanya.
Ibu Klepon tiba-tiba berubah sikap setelah mengerti bahwa Klepon sangat serius mencintai Kurma. ”Kalau Klepon ngotot ingin menikah dengan Kurma, kita orang tua sebaiknya merestui saja.”
Ayah Klepon sepakat.
”Ya, memang tak baik orang tua memaksakan kehendak kepada anak. Kalau memang Klepon nanti jadi menikahi Kurma, sebaiknya setelah menikah mencoba berbisnis kurma kalau mereka tinggal di Jawa. Kalau mereka tinggal di Madinah sini, sebaiknya berbisnis klepon, misalnya membuka resto klepon pasti sangat laris sehingga bisa pula buka cabang di kota-kota lain.”
Kurma dan Klepon sudah lulus kuliah, lalu menikah. Ternyata keduanya sudah punya rencana matang untuk menjadi pasangan suami istri yang berbisnis kurma di Indonesia dan berbisnis klepon di Timur Tengah. Keduanya sama-sama optimis akan sukses berbisnis kurma dan klepon.
”Mayoritas penduduk Indonesia bisa dirayu agar suka makan kurma. Sedangkan masyarakat Timur Tengah harus diajak suka ngemil klepon.” Kurma bicara mantap kepada Klepon saat sedang berbulan madu.
Klepon betul-betul bahagia bisa menikmati hidup bersama Kurma yang cantik jelita dan ternyata berminat bisnis lintas negara.
Setelah bulan madu, Kurma dan Klepon mencari modal untuk bisnis kurma dan klepon. Ternyata tidak rumit untuk mendapatkan modal berupa pinjaman di bank. Mula-mula hanya meminjam Rp 10 juta yang berhasil dilunasi dalam satu tahun. Setelah itu meminjam ratusan juta, kemudian bisa meminjam miliaran rupiah.
Bisnis kurma dan klepon sangat cepat berkembang di Indonesia dan di Timur Tengah, karena kurma dikemas dan diberi cap klepon, sedangkan klepon juga dikemas dan diberi cap kurma.
Kurma cap klepon dan klepon cap kurma betul-betul sangat terkenal karena dijual di semua pasar dan toko dalam kategori makanan ringan. Resto klepon pun menjamur dan sangat laris di semua kota di Timur Tengah.
Bukan seni kuliner kalau tidak kreatif. Begitulah. Kurma dan Klepon pun memproduksi olahan khas: Klepon isi kurma dengan rasa khas dan sensasional. Sejak diproduksi, klepon isi kurma langsung menjadi makanan yang disukai kaum bangsawan dan kelas menengah di seluruh dunia. Masyarakat kelas bawah pun suka membelinya dan memakannya.
”Betapa nikmat mengunyah klepon isi kurma, bagai memagut bibir sang kekasih.” Begitu kalimat yang tertulis di kemasan klepon isi kurma. Kalimat yang sangat seksi. Bikin semua orang ingin mencobanya. Kemudian ketagihan.
Tanpa iklan di media, semua yang pernah mencoba menikmati klepon isi kurma dengan senang hati mau menjadi bintang iklan tanpa dibayar. Begitulah. Semua orang yang pernah mencoba menikmati klepon isi kurma langsung selfie dan mempostingnya di akun media sosial. Sekali selfie sedang menikmati klepon isi kurma pasti ingin mengulanginya lagi dan lagi. Tak ada bosan-bosannya menikmati klepon isi kurma untuk selfie lagi dan lagi.
Semua media sosial dipenuhi foto selfie dan rekaman video dengan adegan sedang menikmati klepon isi kurma di mana-mana, juga di tempat-tempat wisata terkenal di dunia, termasuk di tujuh keajaiban dunia hingga di angkasa luar yang dilakukan astronot.
Bukan kaum politisi namanya kalau tidak bisa memanfaatkan sesuatu yang sedang sangat populer untuk kepentingan politiknya. Tiba-tiba muncul sekelompok politisi yang mendeklarasikan berdirinya Partai Kurma Klepon yang disingkat jadi PKK.
Seketika itu juga, banyak orang bergabung menjadi anggota PKK. Kantor cabang PKK dibangun serentak di semua daerah.
Menurut hasil survei, dalam sebulan sejak dideklarasikan, PKK sudah punya anggota 100 juta orang. Jumlah anggota PKK terus bertambah, setiap detik ada ratusan orang yang mendaftar menjadi anggota PKK.
”Tanpa mendahului takdir Tuhan, PKK layak dipastikan bakal menang pemilu mendatang.” Demikian pernyataan direktur lembaga survei yang diamini semua pengamat politik. Pernyataan itu bagai sihir bagi semua elite politik di semua partai lain yang tiba-tiba ikut bergabung menjadi anggota PKK.
Lalu, semua partai yang ada sebelum PKK menjadi partai tanpa pengurus dan anggota, sehingga bubar dengan sendirinya. Peta politik memang sering berubah tiba-tiba, seperti cuaca.
Masalah politik baru tiba-tiba membingungkan masyarakat, ketika ada gagasan baru yang langsung viral: Kurma atau Klepon layak diusung PKK sebagai calon presiden, meskipun tidak diketahui dengan pasti di mana keberadaannya sekarang.
Ada yang bilang, Kurma dan Klepon sedang berada di Mars, menikmati liburan panjang seperti berkemah di planet tersebut, dan telah membeli pesawat antariksa bersama awaknya sebagai kendaraan pribadi. Kurma dan Klepon memang telah tercatat sebagai orang terkaya di dunia.
Malah ada berita baru, entah faktual atau hoaks: Kurma dan Klepon sedang membangun istana di Mars dan resto klepon isi kurma di planet tersebut, yang lima tahun lagi bakal menjadi destinasi wisata baru yang paling menarik.
Konon, setiap orang yang mendengar berita baru itu langsung menabung untuk bisa ikut membeli tiket pesawat antariksa yang akan membawanya ke Mars agar bisa mengunyah klepon isi kurma yang nikmatnya bagai memagut bibir sang kekasih…***
Semarang, 16 Februari 2022
***
Manggar Maula Mahabana.Lahir 5 Juli 1999. Pekerja swasta, gemar menulis prosa dan puisi serta bermain beatbox.
sumber : kompas.id, 04 Mar 2022.