Skip to content

CERPENDEK.COM

Indeks Sastra Cerpen di Indonesia

Menu
  • Account
  • HOME FULL WIDTH
  • INDEKS MEDIA
  • INDEKS PENGARANG
  • Login
  • Logout
  • Members
  • Password Reset
  • Privacy Policy
  • RANDOM POST
  • Register
  • User
Menu

Cerpen : Ia Lebih Tabah dari Hujan oleh Marwanto

Posted on Kam, 15 Sep 2022

Ia lebih tabah dari hujan yang turun di awal musim kemarau. Diseretnya langkah itu melewati pematang sawah. Meski terlihat lelah, ia akhirnya sampai juga. Ya, sampai di lahan yang menghampar memanjang. Lahan untuk menanam brambang.

Brambang memang telah melambungkan warga kampung Kahyangan. Tak sedikit warga yang semula kondisi ekonominya pas-pasan kini berubah jadi kecukupan. Berkat keberhasilannya bertani brambang atau bawang merah, lantai rumah telah dikeramik, televisi 40 inc nongkrong di ruang tamu, motor metik keluaran terbaru (bahkan ada yang mobil) menjadi penghuni garasi.

Kabar suksesnya warga Kahyangan telah mengusik Marno. Ia yang belasan tahun datar-datar saja menjalani hidup ingin mengubah nasib. Bermimpi agar bisa melambung. Seperti gunung, terlihat gagah jika dipandang dari lembah. Dan ia merasa bisa menjadi gunung, karena ada wanita setia yang telah menemaninya berpuluh tahun.

Sore itu, di akhir musim penghujan ia ingin mewujudkan mimpinya. Ngangsu kaweruh pada Kang Parlan di kampung Kahyangan, tak jauh dari rumahnya.

“Kalau mau hasilnya gedhe, ya brambang !”

“Bukan melon atau semangka, Kang ?”

“Ah, spekulasinya terlalu tinggi. Kita mudah dipermainkan tengkulak.”

“Bukannya brambang juga demikian?”

“Beda Mar. Semurah-murahnya harga brambang, pasti balik modal. Paling tidak, bisa kausimpan, dijual saat harga mahal. Kalu melon, keburu membusuk!”

Marno diam. Ia terlihat menimbang saran Parlan. Tak mudah baginya beralih dari menanam melon ke brambang. Tapi impian untuk melambungkan hidup mendesaknya. Juga rengekan istri untuk dibelikan (tepatnya menambah) perhiasan.

“Kalau kau mantap, aku siap bantu. Musim ini aku menyewa lima petak lahan di kampung Kwayuhan, dekat rumahmu. Kau bisa pakai sepetak dulu. Jangan kawatir, aku bantu soal teknisnya,” ujar Parlan memompa semangat sepupunya itu.

Keesokan harinya Marno membawa obrolan itu kepada Surti.

Seperti biasa pagi itu Surti menyiapkan sarapan. Ngulek bumbu untuk masak sayur lodeh. Mendengar cerita suaminya, semangat hidupnya menyala. Tapi…

“Tapi, modalnya dari mana Kang? Hasil panen padi tahun ini sebagian untuk menutup utang akibat musim palawija kemarin kita gagal panen melon.”

Marno tak menjawab. Ia hanya memandangi kalung emas di leher istrinya. Leher jenjang yang tadi malam dilumatnya. Dilumat dengan gairah yang membuncah!

Dan kini, ia harus merayu istrinya lagi. Bukan. Bukan untuk melumat leher jenjangnya, tapi agar Surti mau melepas kalungnya. Menjualnya ke toko Haji Sadik untuk modal menanam brambang. Rayuan dan pandangan suaminya membuat konsentrasi Surti ngulek bumbu jadi terganggu, hingga ada yang memercik ke matanya.

“Wis Kang, uwiiis. Lihat ini…”

Mata Surti berkaca-kaca terkena percikan bumbu. Mata bening perempuan ayu itu mbrambangi (seperti orang menangis), menahan pedas. Marno pun segera memeluk istrinya. Seakan hendak berkata: ya saudah kalau kau tidak setuju, aku akan cari jalan lain. Belum sempat ia mengutarakan isi hatinya, istrinya lirih berkata.

“Aku tak keberataran melepas kalung ini. Asal, kembalinya lebih bagus dan gedhe…”

Seperti rindhik asu dhigitik, Marno lekas mengantar istrinya ke toko mas Haji Sadik. Di bawah langit mendung akhir musim penghujan, mata Surti berkaca-kaca melepas perhiasan kesayangan. Tak hanya kalung, tapi juga gelang.

Marno segera menghubungi Parlan. Mencari bibit brambang. Mengontak teman menyiapkan lahan. Membeli pestisida dan pupuk. Dan kebutuhan lainnya. Setelah lahan siap tanam, pada hari Kamis Pon (menurut perhitungannya sebagai hari baik), prosesi wur (menanam) brambang dikerjakan.

Di tahap awal sudah menghabiskan tak kurang dua puluh juta. Uang sebesar itu tak semuanya hasil penjualan perhiasan istrinya. Marno masih harus nyebrak (pinjam) teman dan saudara sana-sini. Biaya sewa juga belum dihitung. Berkat kebaikan Parlan, Marno boleh melunasi sewa setelah panen. Marno coba melupakan modalnya, saat melihat tanaman brambang itu mulai kuncup daunnya, sebuah pemandangan yang memberi harapan.

Meski memberi harapan, Marno tak luput kewaspadaan. Ia mengantisipasi yang mungkin terjadi. Ngobrol dengan sesama petani brambang yang telah berpengalaman, termasuk mencari referensi di google. Dari obrolan dengan mereka, kekurangan pada tanamannya hanya satu: tidak dibuat gundukan pada bagian yang ditanami. Jika musim normal hal itu tak diperlukan. Apalagi, modal Marno pas-pasan. Pengerjaan membuat gundukan membutuhkan dana yang tidak kecil. Tapi…

Kemarau tahun ini diperkirakan mundur. Bulan Juni masih dimungkinkan terjadi hujan…. Demikian kabar yang Marno baca lewat telpon genggam.

“Jangan panik. Siapkan diesel. Kalau kebanjiran, air disedot dan dibuang pakai diesel. Beres!” Kata Parlan menyemangati. Malam itu, ketika orang sedang nyenyak tidur, ia bersama dua orang buruhnya mengoperasikan diesel untuk menyedot air yang menggenangi tanaman brambang. Harus malam itu. Hujan sejak siang hingga magrib tadi telah membuat tanaman brambangnya kebanjiran.

Paginya Marno dan istri ke sawah menengok tanaman harapannya. Air sudah teratasi. Terkena sinar matahari pagi, tanaman itu kembali memberi harapan. Suami istri itu pun pulang. Sesampai di rumah, hujan menyambutnya. Marno kembali panik, tapi istrinya menyemangati.

Selepas Magrib, Marno ke sawah membawa diesel. Sendirian, tidak mengajak teman. Ia telah hafal mengatasi air yang menggenangi lahan brambangnya. Hujan di malam itu tak kunjung reda. Marno tampak menunggu di pinggiran desa. Lewat tengah malam hujan baru reda. Marno tak sabar mengoperasikan dieselnya. Baru satu jam reda, hujan kembali turun. Kali ini sangat deras. Deras sekali, hingga mencabik sunyi dini hari.

Subuh itu Surti bangun tanpa Marno di sampingnya. Ia segera teringat, suaminya pamit ke sawah membawa diesel. Ia pun beranjak, berkemas secukupnya lalu pergi ke sawah. Di pagi yang masih basah, beriring gerimis, ia terus melangkah. Air menggenang setinggi lutut tak membuat niatnya goyah. Meski orang-orang mengingatkan agar perempuan itu tidak nekat melangkah ke tengah. Tapi Surti pantang menyerah. Dibanding hujan yang kerap turun di musim kemarau, ia masih lebih tabah.

Wisma Aksara, 2022.

***

Marwanto, buku cerpennya yang telah terbit: Kado Kemenangan (2016), Hujan Telah Jadi Logam (2019) dan Aroma Wangi Anak-anak Serambi (2021). Cerpennya Trah Wongso Cukur menang lomba cipta cerpen Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Sumbar 2021. Tinggal di Yogyakarta menggerakkan komunitas Lumbung Aksara (2006-sekarang), membina komunitas Sastra-Ku (2019-sekarang) serta mengetuai Forum Sastra dan Teater Kulonprogo (2915-sekarang).

sumber : kompas.id, 15 Sep 2022.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MEDIA

  • BHIRAWA (1)
  • FEMINA (1)
  • HALUAN (9)
  • HARIAN FAJAR (2)
  • HORISON (2)
  • JAWA POS (216)
  • KALTIM POST (35)
  • KEDAULATAN RAKYAT (23)
  • KOMPAS CETAK (698)
  • KOMPAS ONLINE (867)
  • KORAN MERAPI (2)
  • KORAN SOLOPOS ONLINE (59)
  • KORAN TEMPO ONLINE (228)
  • MAJALAH PANJI BALAI (1)
  • MAJALAH SASTRA PUSAT (1)
  • MEDIA INDONESIA (89)
  • NOVA (7)
  • PADANG EKSPRES (2)
  • PIKIRAN RAKYAT (13)
  • PONTIANAK POST (6)
  • RADAR BANYUWANGI (7)
  • RADAR BOJONEGORO (5)
  • RADAR BROMO (1)
  • RADAR JEMBER (1)
  • RADAR JOMBANG (1)
  • RADAR KEDIRI (2)
  • RADAR MADIUN (1)
  • RADAR MOJOKERTO (6)
  • RAKYAT SULTRA (1)
  • REPUBLIKA CETAK (12)
  • REPUBLIKA ONLINE (24)
  • SINGGALANG (6)
  • SUARA MERDEKA (75)
  • SUARA NTB (1)
  • SUARA SARAWAK (1)
  • THE JAKARTA POST (22)
  • UTUSAN BORNEO (1)
  • WASPADA (7)

ARSIP

  • Januari 2026 (1)
  • Desember 2025 (1)
  • Oktober 2025 (4)
  • Agustus 2025 (6)
  • Juli 2025 (8)
  • Juni 2025 (15)
  • Mei 2025 (32)
  • April 2025 (25)
  • Maret 2025 (26)
  • Februari 2025 (32)
  • Januari 2025 (28)
  • Desember 2024 (25)
  • November 2024 (23)
  • Oktober 2024 (29)
  • September 2024 (31)
  • Agustus 2024 (32)
  • Juli 2024 (43)
  • Juni 2024 (41)
  • Mei 2024 (37)
  • April 2024 (26)
  • Maret 2024 (40)
  • Februari 2024 (31)
  • Januari 2024 (33)
  • Desember 2023 (34)
  • November 2023 (29)
  • Oktober 2023 (29)
  • September 2023 (34)
  • Agustus 2023 (34)
  • Juli 2023 (37)
  • Juni 2023 (40)
  • Mei 2023 (29)
  • April 2023 (29)
  • Maret 2023 (36)
  • Februari 2023 (41)
  • Januari 2023 (46)
  • Desember 2022 (44)
  • November 2022 (40)
  • Oktober 2022 (38)
  • September 2022 (19)
  • Agustus 2022 (18)
  • Juli 2022 (20)
  • Juni 2022 (19)
  • Mei 2022 (19)
  • April 2022 (19)
  • Maret 2022 (19)
  • Februari 2022 (18)
  • Januari 2022 (21)
  • Desember 2021 (16)
  • November 2021 (18)
  • Oktober 2021 (23)
  • September 2021 (19)
  • Agustus 2021 (21)
  • Juli 2021 (19)
  • Juni 2021 (17)
  • Mei 2021 (19)
  • April 2021 (14)
  • Maret 2021 (10)
  • Februari 2021 (13)
  • Januari 2021 (16)
  • Desember 2020 (13)
  • November 2020 (13)
  • Oktober 2020 (13)
  • September 2020 (13)
  • Agustus 2020 (14)
  • Juli 2020 (14)
  • Juni 2020 (11)
  • Mei 2020 (13)
  • April 2020 (13)
  • Maret 2020 (11)
  • Februari 2020 (12)
  • Januari 2020 (11)
  • Desember 2019 (13)
  • November 2019 (12)
  • Oktober 2019 (11)
  • September 2019 (11)
  • Agustus 2019 (13)
  • Juli 2019 (12)
  • Juni 2019 (19)
  • Mei 2019 (3)
  • April 2019 (4)
  • Maret 2019 (6)
  • Februari 2019 (5)
  • Januari 2019 (7)
  • Desember 2018 (8)
  • November 2018 (4)
  • Oktober 2018 (3)
  • September 2018 (5)
  • Agustus 2018 (7)
  • Juli 2018 (8)
  • Juni 2018 (4)
  • Mei 2018 (5)
  • April 2018 (6)
  • Maret 2018 (5)
  • Februari 2018 (4)
  • Januari 2018 (4)
  • Desember 2017 (5)
  • November 2017 (6)
  • Oktober 2017 (5)
  • September 2017 (4)
  • Agustus 2017 (4)
  • Juli 2017 (5)
  • Juni 2017 (4)
  • Mei 2017 (2)
  • April 2017 (5)
  • Maret 2017 (2)
  • Februari 2017 (2)
  • Oktober 2016 (1)
  • Mei 2016 (1)
  • Agustus 2015 (2)
  • April 2015 (4)
  • Maret 2015 (5)
  • Februari 2015 (4)
  • Januari 2015 (3)
  • Desember 2014 (2)
  • November 2014 (5)
  • Oktober 2014 (3)
  • September 2014 (4)
  • Agustus 2014 (4)
  • Juli 2014 (3)
  • Juni 2014 (5)
  • Mei 2014 (3)
  • April 2014 (4)
  • Maret 2014 (5)
  • Februari 2014 (7)
  • Januari 2014 (3)
  • Desember 2013 (5)
  • November 2013 (4)
  • Oktober 2013 (4)
  • September 2013 (5)
  • Agustus 2013 (3)
  • Juli 2013 (4)
  • Juni 2013 (5)
  • Januari 2013 (4)
  • Agustus 2012 (2)
  • Juli 2012 (5)
  • Juni 2012 (3)
  • Mei 2012 (3)
  • April 2012 (5)
  • Maret 2012 (4)
  • Februari 2012 (3)
  • Januari 2012 (4)
  • Desember 2011 (3)
  • November 2011 (2)
  • Oktober 2011 (5)
  • September 2011 (4)
  • Agustus 2011 (4)
  • Juli 2011 (5)
  • Juni 2011 (4)
  • Mei 2011 (5)
  • April 2011 (4)
  • Maret 2011 (4)
  • Februari 2011 (4)
  • Januari 2011 (5)
  • Desember 2010 (5)
  • November 2010 (4)
  • Oktober 2010 (5)
  • September 2010 (3)
  • Agustus 2010 (4)
  • Juli 2010 (5)
  • Juni 2010 (4)
  • Mei 2010 (4)
  • April 2010 (4)
  • Maret 2010 (4)
  • Februari 2010 (3)
  • Januari 2010 (4)
  • Desember 2009 (4)
  • November 2009 (5)
  • Oktober 2009 (4)
  • September 2009 (3)
  • Agustus 2009 (5)
  • Juli 2009 (4)
  • Juni 2009 (4)
  • Mei 2009 (5)
  • April 2009 (4)
  • Maret 2009 (5)
  • Februari 2009 (4)
  • Januari 2009 (4)
  • Desember 2008 (4)
  • November 2008 (5)
  • Oktober 2008 (4)
  • September 2008 (4)
  • Agustus 2008 (4)
  • Juli 2008 (3)
  • Juni 2008 (5)
  • Mei 2008 (4)
  • April 2008 (4)
  • Maret 2008 (6)
  • Februari 2008 (4)
  • Januari 2008 (3)
  • Desember 2007 (5)
  • November 2007 (4)
  • Oktober 2007 (3)
  • September 2007 (5)
  • Agustus 2007 (4)
  • Juli 2007 (5)
  • Juni 2007 (4)
  • Mei 2007 (4)
  • April 2007 (5)
  • Maret 2007 (4)
  • Februari 2007 (3)
  • Januari 2007 (4)
  • Desember 2006 (3)
  • November 2006 (4)
  • Oktober 2006 (5)
  • September 2006 (4)
  • Agustus 2006 (4)
  • Juli 2006 (5)
  • Juni 2006 (4)
  • Mei 2006 (4)
  • April 2006 (5)
  • Maret 2006 (5)
  • Februari 2006 (4)
  • Januari 2006 (3)
  • Desember 2005 (3)
  • November 2005 (4)
  • Oktober 2005 (5)
  • September 2005 (3)
  • Agustus 2005 (4)
  • Juli 2005 (4)
  • Juni 2005 (4)
  • Mei 2005 (4)
  • April 2005 (4)
  • Maret 2005 (3)
  • Februari 2005 (5)
  • Januari 2005 (5)
  • Desember 2004 (4)
  • November 2004 (3)
  • Oktober 2004 (8)
  • September 2004 (2)
  • Agustus 2004 (5)
  • Juli 2004 (4)
  • Juni 2004 (4)
  • Mei 2004 (5)
  • April 2004 (4)
  • Maret 2004 (4)
  • Februari 2004 (4)
  • Januari 2004 (4)
  • Desember 2003 (4)
  • November 2003 (5)
  • Oktober 2003 (4)
  • September 2003 (3)
  • Agustus 2003 (5)
  • Juli 2003 (4)
  • Juni 2003 (5)
  • Mei 2003 (4)
  • April 2003 (3)
  • Januari 2001 (1)
  • Januari 2000 (1)
  • Desember 1998 (1)
  • Juli 1998 (1)
  • Mei 1998 (2)
  • April 1997 (1)
  • Mei 1993 (1)
  • Juli 1966 (1)
©2026 CERPENDEK.COM | Design: Newspaperly WordPress Theme