Skip to content

CERPENDEK.COM

Indeks Sastra Cerpen di Indonesia

Menu
  • Account
  • HOME FULL WIDTH
  • INDEKS MEDIA
  • INDEKS PENGARANG
  • Login
  • Logout
  • Members
  • Password Reset
  • Privacy Policy
  • RANDOM POST
  • Register
  • User
Menu

Cerpen : Jasa Perancang Skenario Hantu Kejahatan oleh Herumawan PA

Posted on Kam, 10 Nov 2022

Kalian para orang awam tidak tahu enaknya menjadi perancang skenario hantu untuk bikin kejahatan. Dapat kiriman uang kertas palsu yang banyak dan rupa kembang setaman. Tidak perlu panggung untuk perancang skenario hantu, karena dialah yang menciptakan panggung itu.

Selama ini mungkin yang kalian tahu, perancang skenario hanya ada film atau sinetron saja. Kalian salah. Perancang skenario juga ada di dalam dunia hantu. Dia tidak hanya menuliskan cerita, menciptakan panggung tapi lebih dari itu. Dia bisa ikut bermain di dalam skenario hantunya. Dia terlibat emosional dalam alur ceritanya. Bahkan terkadang, dia rela mengaburkan suatu fakta demi keuntungan pribadi.

Mungkin yang kalian tahu, penulis skenario hantu itu hanya orang baik-baik dan pintar saja. Kalian lagi-lagi salah. Arwah orang jahat dan bodoh sekalipun bisa menjadi perancang skenario hantu hebat, bahkan membuat alur cerita yang lebih viral.

Contohnya aku. Sekarang umurku dua ratus lima puluh tahun. Aku ini dulunya seorang penulis skenario yang mati muda. Mengakhiri hidup karena desakan pekerjaan menulis skenario tanpa henti. Tiada waktu untuk beristirahat. Stres dan depresi kurasakan. Lalu kuminum banyak obat tidur. Dan aku pun tidur panjang dalam keabadian.

Arwahku melayang tidak tentu arah. Hingga aku bertemu makhluk menyeramkan yang memperkenalkan dirinya Raja Iblis. Ia tahu aku dulu semasa hidup adalah penulis skenario. Lalu memperkerjakanku di rumah yang ia sebut Dunia Iblis, di mana kejahatan selalu menang, aku ditunjuknya sebagai perancang skenario hantu spesialis kejahatan besar dan terencana. Pelangganku adalah arwah penjahat-penjahat besar, kelas kakap yang sudah mati tapi masih penasaran kenapa semasa hidupnya kejahatan yang dilakukan tidak pernah sempurna apalagi menang.

Perancang skenario hantu sepertiku tidak butuh panggung untuk eksis. Karena akulah tokoh di balik layar. Dan aku yang membuat panggungnya.

Kebanyakan arwah para penjahat besar, kelas kakap selalu menuntut kejahatan yang sempurna. Dan itu memacu adrenalinku merancang skenario hantu kejahatan agar tidak sampai diketahui, atau minimal lama diketahui dan dibongkar oleh Aparat Penegak Hukum Dunia Hantu.

Aku tidak mempercayai istilah “Tidak ada kejahatan yang sempurna”. Karena itu omong kosong bagiku. Tidak selaras dengan pekerjaanku yang memastikan kejahatan terjadi seolah sempurna setidaknya selama sekian tahun atau hingga masa kedarluasa tiba.

Plot-plot cerita kejahatan kususun rapi dalam berlembar-lembar halaman skenario hantu kejahatan yang kuketik memakai mesin tik tua di atas meja. Di situ juga, kuberitahu bagaimana alur cerita saat menbuat pembelaan, alibi palsu, pelenyapan barang bukti dan saksi secara halus maupun kejam.

***

“Skenario hantu kejahatan apa ini? Masa aku harus menyingkirkan teman dekatku sendiri di dunia nyata.” PelanÄ£gan setiaku, arwah seorang pria setengah baya dengan setelan jas mahal keheranan setelah membaca seperempat halaman skenario hantunya. Ia dulu meninggal, bunuh diri karena kasus suap dan korupsinya terbongkar. Tidak mau anak dan istrinya ikut terseret, ia pilih gantung diri.

“Ini kejahatan yang sempurna, Pak. Semuanya kan demi bisnis yang sudah lama Bapak jalankan juga.”

“Tapi warga dunia hantu sekarang pintar-pintar, kamu lupa ya.”

“Pintar dan sok pintar, itu beda. Tahu dan sok tahu itu juga tidak sama.”

“Maksudmu?”

“Pintar yang berlebihan membuat kita sulit membedakan fakta atau bukan.”

“Cerdas kamu. Bagaimana dengan Aparat Penegak Hukum Dunia Hantu? Mereka selalu merecoki dan menganggu bisnis yang sedang kujalankan.”

“Semuanya ada di skenario hantu yang saya tulis ini. Bapak tinggal menjalankannya dan jangan lupa minta bantuan doa dari penjahat-penjahat dunia nyata.” Dia tertawa keras.

“Para penjahat dunia nyata? Kenapa mereka harus dilibatkan sih?”

“Apa ada yang salah?”

“Tidak ada untungnya melibatkan nama mereka dalam suatu aksi kejahatan di dunia hantu.”

“Tapi itulah yang harus kita lakukan. Karena dari mereka, kita mendapatkan kekuatan, The Power Of Evil.” Dia mengangguk pelan kemudian tampak berdoa.

“Jadi berapa harga skenario hantu kejahatan yang kamu tulis ini?” Dia berkata selesai berdoa, tidak sabar ingin membeli skenario hantu kejahatan yang kutulis.

“Tidak mahal. Hanya dua ratus lima puluh juta rupa uang kertas palsu dan rupa kembang setaman.” Matanya langsung melotot.

“Kenapa semahal itu? Skenario hantu kejahatan yang dulu kamu jual kepadaku harganya tidak lebih dari seratus juta uang kertas palsu dan rupa kembang setaman.”

“Itu kan dulu. Saat bisnis Istri dan Anak Bapak di dunia nyata belum berkembang dan semaju saat ini.” Dia mengangguk. Kemudian memberikan koper yang dibawanya kepadaku. Aku langsung memasukkannya ke dalam laci meja kerjaku.

“Tidak dibuka dulu.”

“Tidak perlu. Saya percaya. Kita kan sudah lama kerja sama, sudah ada seabad lebih. Saya yang merancang skenario hantu kejahatan saat bisnis Bapak dulu sedang ada gangguan yang harus segera disingkirkan. Sedangkan Bapak tinggal membayar dan melaksanakannya. Bapak tidak perlu capek-capek berpikir. Dan Anak Istri Bapak bisa lolos dari tuntutan kasus pembunuhan berencana dengan hukuman mati.” Dia tersenyum.

“Kamu yakin skenario hantu kejahatan ini akan berhasil seperti yang dulu?”

“Asal Bapak melaksanakan semuanya, tidak menambahi tidak mengurangi, pasti tidak akan ketahuan.” Dia mengangguk kemudian menjabat tanganku.

“Jangan lupa doanya ya biar skenario hantu kejahatannya sukses nanti. Ini yang terakhir aku datang ke sini. Setelah ini aku ingin jadi baik lalu terbang ke Surga.” Aku mengangguk. Tidak tampak kekagetan di wajahku. Sudah sering kudengar pelanggan skenarioku berkata begitu. Ada yang pura-pura. Ada yang hanya bercanda.

Kupandangi kepergiannya mengendarai mobil hantu berwarna hitam, keluar dari tempat kerjaku. Entah kenapa aku merasa ini terakhir kali melihatnya.

***

Hari berganti, bulan berlalu. Abad baru menjelang. Pelangganku kian bertambah. Mereka tampaknya terkesan dengan rancangan skenario hantu kejahatan yang kubuat, membuat mereka tidak pernah ditangkap Aparat Penegak Hukum Dunia Hantu sehingga tidak sekalipun merasakan penjara hantu atau hanya sebentar saja di bui padahal yang kejahatan yang dilakukan tergolong berat. Aku terus memeras otakku. Mencari formula ampuh membuat skenario hantu kejahatan.

Di sela-sela kesibukanku, kudengar dia pelanggan setiaku benar-benar pensiun jadi arwah jahat. Aku kaget dan bertanya-tanya mengapa dia tidak melakukan skenario hantu kejahatan yang kujual kepadanya? Aku mencari tahu penyebabnya.

Kenyataan yang kudapatkan sungguh di luar perkiraanku. Temannya di dunia nyata yang aku skenariokan dia singkirkan lewat dunia hantu ternyata ketahuan menghamili anak perempuannya yang diam-diam lama berpacaran. Dia tidak tega melihat anaknya lahir tanpa seorang ayah. Dia tidak ingin putri satu-satunya jadi bahan cibiran dan gunjingan tetangga kanan kiri. Dia pun mengalah, pilih jadi arwah baik demi bisnisnya aman dan putrinya bahagia.

Apakah rancangan skenario hantu kejahatan yang kubuat dikatakan gagal? Terkadang aku berpikir seperti itu. Tapi aku pastinya akan berkata berhasil. Karena selama ini tidak ada yang ditangkap, tidak ada yang di bui, dan tidak ada lagi menganggu bisnisnya. Semua sesuai tujuan awal rancangan skenario hantu kejahatan untuknya.

Yogyakarta, 17 Oktober 2022

***

Herumawan Prasetyo Adhie, seorang pejalan kaki yang memilih naik trans Jogja atau becak ketika lelah melanda, juga pemerhati sepak bola dan suka sekali menulis apapun. Mulai artikel sepak bola, cerita remaja, cerita pendek, cerita lucu hingga cerita misteri (mistik/seram). Beberapa karya cerpen saya pernah dimuat di Apajake.com. Bangka Pos, Banjarmasin Pos, Harian Analisa Medan, Harian Rakyat Sultra, Majalah Story, Majalah Kuntum, Minggu Pagi, Koran Merapi Pembaruan, Koran Pantura, Inilah Koran, Kedaulatan Rakyat, Harian Jogja, Harian Joglosemar, dan Republika.

sumber : kompas.id, 10 Nov 2022.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MEDIA

  • BHIRAWA (1)
  • FEMINA (1)
  • HALUAN (9)
  • HARIAN FAJAR (2)
  • HORISON (2)
  • JAWA POS (216)
  • KALTIM POST (35)
  • KEDAULATAN RAKYAT (23)
  • KOMPAS CETAK (698)
  • KOMPAS ONLINE (867)
  • KORAN MERAPI (2)
  • KORAN SOLOPOS ONLINE (59)
  • KORAN TEMPO ONLINE (228)
  • MAJALAH PANJI BALAI (1)
  • MAJALAH SASTRA PUSAT (1)
  • MEDIA INDONESIA (89)
  • NOVA (7)
  • PADANG EKSPRES (2)
  • PIKIRAN RAKYAT (13)
  • PONTIANAK POST (6)
  • RADAR BANYUWANGI (7)
  • RADAR BOJONEGORO (5)
  • RADAR BROMO (1)
  • RADAR JEMBER (1)
  • RADAR JOMBANG (1)
  • RADAR KEDIRI (2)
  • RADAR MADIUN (1)
  • RADAR MOJOKERTO (6)
  • RAKYAT SULTRA (1)
  • REPUBLIKA CETAK (12)
  • REPUBLIKA ONLINE (24)
  • SINGGALANG (6)
  • SUARA MERDEKA (75)
  • SUARA NTB (1)
  • SUARA SARAWAK (1)
  • THE JAKARTA POST (22)
  • UTUSAN BORNEO (1)
  • WASPADA (7)

ARSIP

  • Januari 2026 (1)
  • Desember 2025 (1)
  • Oktober 2025 (4)
  • Agustus 2025 (6)
  • Juli 2025 (8)
  • Juni 2025 (15)
  • Mei 2025 (32)
  • April 2025 (25)
  • Maret 2025 (26)
  • Februari 2025 (32)
  • Januari 2025 (28)
  • Desember 2024 (25)
  • November 2024 (23)
  • Oktober 2024 (29)
  • September 2024 (31)
  • Agustus 2024 (32)
  • Juli 2024 (43)
  • Juni 2024 (41)
  • Mei 2024 (37)
  • April 2024 (26)
  • Maret 2024 (40)
  • Februari 2024 (31)
  • Januari 2024 (33)
  • Desember 2023 (34)
  • November 2023 (29)
  • Oktober 2023 (29)
  • September 2023 (34)
  • Agustus 2023 (34)
  • Juli 2023 (37)
  • Juni 2023 (40)
  • Mei 2023 (29)
  • April 2023 (29)
  • Maret 2023 (36)
  • Februari 2023 (41)
  • Januari 2023 (46)
  • Desember 2022 (44)
  • November 2022 (40)
  • Oktober 2022 (38)
  • September 2022 (19)
  • Agustus 2022 (18)
  • Juli 2022 (20)
  • Juni 2022 (19)
  • Mei 2022 (19)
  • April 2022 (19)
  • Maret 2022 (19)
  • Februari 2022 (18)
  • Januari 2022 (21)
  • Desember 2021 (16)
  • November 2021 (18)
  • Oktober 2021 (23)
  • September 2021 (19)
  • Agustus 2021 (21)
  • Juli 2021 (19)
  • Juni 2021 (17)
  • Mei 2021 (19)
  • April 2021 (14)
  • Maret 2021 (10)
  • Februari 2021 (13)
  • Januari 2021 (16)
  • Desember 2020 (13)
  • November 2020 (13)
  • Oktober 2020 (13)
  • September 2020 (13)
  • Agustus 2020 (14)
  • Juli 2020 (14)
  • Juni 2020 (11)
  • Mei 2020 (13)
  • April 2020 (13)
  • Maret 2020 (11)
  • Februari 2020 (12)
  • Januari 2020 (11)
  • Desember 2019 (13)
  • November 2019 (12)
  • Oktober 2019 (11)
  • September 2019 (11)
  • Agustus 2019 (13)
  • Juli 2019 (12)
  • Juni 2019 (19)
  • Mei 2019 (3)
  • April 2019 (4)
  • Maret 2019 (6)
  • Februari 2019 (5)
  • Januari 2019 (7)
  • Desember 2018 (8)
  • November 2018 (4)
  • Oktober 2018 (3)
  • September 2018 (5)
  • Agustus 2018 (7)
  • Juli 2018 (8)
  • Juni 2018 (4)
  • Mei 2018 (5)
  • April 2018 (6)
  • Maret 2018 (5)
  • Februari 2018 (4)
  • Januari 2018 (4)
  • Desember 2017 (5)
  • November 2017 (6)
  • Oktober 2017 (5)
  • September 2017 (4)
  • Agustus 2017 (4)
  • Juli 2017 (5)
  • Juni 2017 (4)
  • Mei 2017 (2)
  • April 2017 (5)
  • Maret 2017 (2)
  • Februari 2017 (2)
  • Oktober 2016 (1)
  • Mei 2016 (1)
  • Agustus 2015 (2)
  • April 2015 (4)
  • Maret 2015 (5)
  • Februari 2015 (4)
  • Januari 2015 (3)
  • Desember 2014 (2)
  • November 2014 (5)
  • Oktober 2014 (3)
  • September 2014 (4)
  • Agustus 2014 (4)
  • Juli 2014 (3)
  • Juni 2014 (5)
  • Mei 2014 (3)
  • April 2014 (4)
  • Maret 2014 (5)
  • Februari 2014 (7)
  • Januari 2014 (3)
  • Desember 2013 (5)
  • November 2013 (4)
  • Oktober 2013 (4)
  • September 2013 (5)
  • Agustus 2013 (3)
  • Juli 2013 (4)
  • Juni 2013 (5)
  • Januari 2013 (4)
  • Agustus 2012 (2)
  • Juli 2012 (5)
  • Juni 2012 (3)
  • Mei 2012 (3)
  • April 2012 (5)
  • Maret 2012 (4)
  • Februari 2012 (3)
  • Januari 2012 (4)
  • Desember 2011 (3)
  • November 2011 (2)
  • Oktober 2011 (5)
  • September 2011 (4)
  • Agustus 2011 (4)
  • Juli 2011 (5)
  • Juni 2011 (4)
  • Mei 2011 (5)
  • April 2011 (4)
  • Maret 2011 (4)
  • Februari 2011 (4)
  • Januari 2011 (5)
  • Desember 2010 (5)
  • November 2010 (4)
  • Oktober 2010 (5)
  • September 2010 (3)
  • Agustus 2010 (4)
  • Juli 2010 (5)
  • Juni 2010 (4)
  • Mei 2010 (4)
  • April 2010 (4)
  • Maret 2010 (4)
  • Februari 2010 (3)
  • Januari 2010 (4)
  • Desember 2009 (4)
  • November 2009 (5)
  • Oktober 2009 (4)
  • September 2009 (3)
  • Agustus 2009 (5)
  • Juli 2009 (4)
  • Juni 2009 (4)
  • Mei 2009 (5)
  • April 2009 (4)
  • Maret 2009 (5)
  • Februari 2009 (4)
  • Januari 2009 (4)
  • Desember 2008 (4)
  • November 2008 (5)
  • Oktober 2008 (4)
  • September 2008 (4)
  • Agustus 2008 (4)
  • Juli 2008 (3)
  • Juni 2008 (5)
  • Mei 2008 (4)
  • April 2008 (4)
  • Maret 2008 (6)
  • Februari 2008 (4)
  • Januari 2008 (3)
  • Desember 2007 (5)
  • November 2007 (4)
  • Oktober 2007 (3)
  • September 2007 (5)
  • Agustus 2007 (4)
  • Juli 2007 (5)
  • Juni 2007 (4)
  • Mei 2007 (4)
  • April 2007 (5)
  • Maret 2007 (4)
  • Februari 2007 (3)
  • Januari 2007 (4)
  • Desember 2006 (3)
  • November 2006 (4)
  • Oktober 2006 (5)
  • September 2006 (4)
  • Agustus 2006 (4)
  • Juli 2006 (5)
  • Juni 2006 (4)
  • Mei 2006 (4)
  • April 2006 (5)
  • Maret 2006 (5)
  • Februari 2006 (4)
  • Januari 2006 (3)
  • Desember 2005 (3)
  • November 2005 (4)
  • Oktober 2005 (5)
  • September 2005 (3)
  • Agustus 2005 (4)
  • Juli 2005 (4)
  • Juni 2005 (4)
  • Mei 2005 (4)
  • April 2005 (4)
  • Maret 2005 (3)
  • Februari 2005 (5)
  • Januari 2005 (5)
  • Desember 2004 (4)
  • November 2004 (3)
  • Oktober 2004 (8)
  • September 2004 (2)
  • Agustus 2004 (5)
  • Juli 2004 (4)
  • Juni 2004 (4)
  • Mei 2004 (5)
  • April 2004 (4)
  • Maret 2004 (4)
  • Februari 2004 (4)
  • Januari 2004 (4)
  • Desember 2003 (4)
  • November 2003 (5)
  • Oktober 2003 (4)
  • September 2003 (3)
  • Agustus 2003 (5)
  • Juli 2003 (4)
  • Juni 2003 (5)
  • Mei 2003 (4)
  • April 2003 (3)
  • Januari 2001 (1)
  • Januari 2000 (1)
  • Desember 1998 (1)
  • Juli 1998 (1)
  • Mei 1998 (2)
  • April 1997 (1)
  • Mei 1993 (1)
  • Juli 1966 (1)
©2026 CERPENDEK.COM | Design: Newspaperly WordPress Theme