Skip to content

CERPENDEK.COM

Indeks Sastra Cerpen di Indonesia

Menu
  • Account
  • HOME FULL WIDTH
  • INDEKS MEDIA
  • INDEKS PENGARANG
  • Login
  • Logout
  • Members
  • Password Reset
  • Privacy Policy
  • RANDOM POST
  • Register
  • User
Menu

Cerpen : Sepasang Kenangan oleh Luhur Satya Pambudi

Posted on Kam, 08 Jun 2023

Hanya dalam hitungan hari, tanpa sebelumnya aku mengerti dan tanpa rencana pribadi, aku dibawa oleh orang-orang yang berbeda melewati sejumlah area yang sangat jarang kususuri, namun akhirnya malah membuka kembali album kenanganku tentang dua perempuan yang sempat memperindah hari-hariku di masa silam. Cukup dalam kesanku terhadap masing-masing dari mereka, tentu pada masa yang berbeda, hingga akhirnya pernah tersuratlah ”Sudah Cukup Sukacita” untuk yang satu dan ”Setelah Sekian Waktu” kepada yang lain. Kedua puisi itu lantas menjelma sebagai lirik lagu yang dahulu kerap kunyanyikan sendiri dengan iringan gitar akustik yang kini telah jebol dan tak bisa dimainkan lagi. Kucoba menggali memori yang lama terpendam dalam relung sanubari berdasarkan tempat tinggal mereka.

***

Hari ini sudah cukup sukacita

Hanya dengan kuperhatikan paras ayumu

Juga rambut panjang indahmu

Serta tawa lucumu

Belum jemu daku padamu

Dan tak kuinginkan itu

(lirik lagu “Sudah Cukup Sukacita”)

Tempat yang pertama adalah sebuah desa di sebelah barat kota Yogyakarta, jaraknya sekitar 12 kilometer dari rumahku. Di sana pernah kudatangi rumah seorang gadis manis berambut panjang bermata cemerlang, yang selama sekian bulan terakhir sungguh menarik perhatianku. Aku berhasil menjumpainya pada kesempatan kedua, setelah rumah itu hampa belaka pada saat pertama kucoba bertandang. Semula dia mengaku tidak mengenalku, aku pun rada kecewa mendengarnya, tapi sekian menit sehabis itu–anehnya-kami langsung bisa berbincang panjang lebar seolah sudah berteman cukup lama sebelumnya. Bahkan kami dapat saling melempar canda dan tersenyum bersama pula. Indah nian hari itu kurasakan.

Sehabis itu kerap nian aku mengajaknya berbicara lewat telepon yang bisa menelan waktu sampai sejam dua jam, selain sesekali berpapasan di tempat kami bersama-sama menempuh studi. Tak hanya sekali, dengan sengaja kupinjam buku catatan miliknya yang sangat rapi itu untuk sejumlah mata kuliah. Terang saja alasannya agar aku bisa bertemu lagi dengannya. Begitu mudahnya dia membuatku bersukacita, bahkan tatkala kubayangkan figur elok atau senyuman lucunya belaka. Kehadirannya senantiasa membawa keceriaan tersendiri dalam hari-hariku selama beberapa waktu. Hingga ketika hampir setahun sesudah pertama kali aku datang ke rumahnya, aku sungguh berhasrat memiliki dirinya. Dengan percaya diri kunyatakan sejatinya isi hati, tapi aku menyadari aksiku tak berarti lagi.

”Maafkan aku, Mas. Telah kujadikan sahabatku sebagai kekasihku,” ucapnya sendu. Yah, terlambat sudah kuayunkan langkah. Sekiranya lebih awal aku hadir dalam hidupnya barangkali ceritanya bakal berbeda. Sekian tahun berlalu tanpa kutahu lagi bagaimana kabarnya, Namun, belakangan kudengar bahwa hingga hari ini sahabatnya itu masih menjadi pasangan hidupnya dan mereka berdua telah dikaruniai sepasang anak lelaki. Gadis manis berambut panjang itu tentu saja telah lama berubah menjadi istri dan ibu yang bersukacita menjalani hidupnya. Dia pun memiliki karier cemerlang dalam pekerjaannya.

***

Setelah sekian waktu berlalu

Dia hanya menari-nari di anganku

Tapi kini ada di depan mata

Terwujudlah satu impian nyata

(lirik lagu ”Setelah Sekian Waktu”)

Tempat yang kedua adalah sebuah perumahan elit di sebelah timur laut kota Yogyakarta, kira-kira sejauh 10 kilometer dari rumahku. Di lokasi itu tinggallah dara cantik berhidung mancung yang sebelumnya menjadi model favoritku di sampul sebuah majalah lokal berbahasa Jawa. Memang tak biasanya majalah tersebut memasang wajah yang demikian rupawan, hingga membuatku sungguh terkesima. Sama sekali tak kuduga bahwa pada akhirnya dia menjadi adik kelasku di bangku kuliah, setelah sekian masa sosok apiknya berkelindan dalam ruang khayalku semata.

Lebih dahulu kuperkenalkan diri kepadanya lewat telepon yang nomornya bisa kutemukan di buku telepon dari Telkom yang super tebal itu, berbekal alamat rumahnya yang tertera di majalah. Kendati tanpa saling memandang, bahkan dia barangkali belum pernah melihatku pula, tapi dapat kurasakan adanya aura kehangatan dari suaranya kala berbincang denganku melalui pesawat telepon.

Aku pun berasumsi dia bisa menerima eksistensiku dengan riang hati sehabis meneleponnya dua kali yang senantiasa disertai canda tawa. Maka tanpa mengabarinya lebih dahulu, pada sebuah siang yang panas nian, kucari rumahnya hingga akhirnya ketemu. Aku percaya diri belaka, tanpa seorang teman pun pergi ke sana. Siapa tahu kehadiranku menjadi kejutan menyenangkan baginya. Namun, entah kenapa perbincangan kami ternyata berlangsung tersendat-sendat, tidak sebagaimana ketika kami pernah berdialog tanpa bertatap muka.

”Saya pamit pulang saja, ya. Mohon maaf, jika saya sudah mengusik waktu istirahatmu siang ini. Selamat tidur lagi,” kataku seraya memohon diri. Apa yang terjadi sungguh tak sejalan dengan asaku. Kecewalah diriku tentu saja. Serta-merta layulah cintaku sebelum sempat berkembang menjadi sesuatu yang lebih indah. Pernah sekali lagi kucoba mendatangi rumah itu, tapi malah tiada seorang pun yang membukakan pintu. Sesungguhnya tak ingin kukenang kisah konyol ini, tapi akhirnya tercurah kembali gara-gara aku menerima tawaran sahabatku menemaninya ke sebuah tempat ibadat yang lokasinya tak begitu jauh dari rumah dara cantik berhidung mancung itu.

***

Luhur Satya Pambudi,lahir di Jakarta dan tinggal di Yogyakarta. Cerpennya pernah dimuat di sejumlah media cetak dan digital. Kumpulan cerpennya berjudul Perempuan yang Wajahnya Mirip Aku.

sumber : kompas.id, 08 Jun 2023.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MEDIA

  • BHIRAWA (1)
  • FEMINA (1)
  • HALUAN (9)
  • HARIAN FAJAR (2)
  • HORISON (2)
  • JAWA POS (216)
  • KALTIM POST (35)
  • KEDAULATAN RAKYAT (23)
  • KOMPAS CETAK (698)
  • KOMPAS ONLINE (867)
  • KORAN MERAPI (2)
  • KORAN SOLOPOS ONLINE (59)
  • KORAN TEMPO ONLINE (228)
  • MAJALAH PANJI BALAI (1)
  • MAJALAH SASTRA PUSAT (1)
  • MEDIA INDONESIA (89)
  • NOVA (7)
  • PADANG EKSPRES (2)
  • PIKIRAN RAKYAT (13)
  • PONTIANAK POST (6)
  • RADAR BANYUWANGI (7)
  • RADAR BOJONEGORO (5)
  • RADAR BROMO (1)
  • RADAR JEMBER (1)
  • RADAR JOMBANG (1)
  • RADAR KEDIRI (2)
  • RADAR MADIUN (1)
  • RADAR MOJOKERTO (6)
  • RAKYAT SULTRA (1)
  • REPUBLIKA CETAK (12)
  • REPUBLIKA ONLINE (24)
  • SINGGALANG (6)
  • SUARA MERDEKA (75)
  • SUARA NTB (1)
  • SUARA SARAWAK (1)
  • THE JAKARTA POST (22)
  • UTUSAN BORNEO (1)
  • WASPADA (7)

ARSIP

  • Januari 2026 (1)
  • Desember 2025 (1)
  • Oktober 2025 (4)
  • Agustus 2025 (6)
  • Juli 2025 (8)
  • Juni 2025 (15)
  • Mei 2025 (32)
  • April 2025 (25)
  • Maret 2025 (26)
  • Februari 2025 (32)
  • Januari 2025 (28)
  • Desember 2024 (25)
  • November 2024 (23)
  • Oktober 2024 (29)
  • September 2024 (31)
  • Agustus 2024 (32)
  • Juli 2024 (43)
  • Juni 2024 (41)
  • Mei 2024 (37)
  • April 2024 (26)
  • Maret 2024 (40)
  • Februari 2024 (31)
  • Januari 2024 (33)
  • Desember 2023 (34)
  • November 2023 (29)
  • Oktober 2023 (29)
  • September 2023 (34)
  • Agustus 2023 (34)
  • Juli 2023 (37)
  • Juni 2023 (40)
  • Mei 2023 (29)
  • April 2023 (29)
  • Maret 2023 (36)
  • Februari 2023 (41)
  • Januari 2023 (46)
  • Desember 2022 (44)
  • November 2022 (40)
  • Oktober 2022 (38)
  • September 2022 (19)
  • Agustus 2022 (18)
  • Juli 2022 (20)
  • Juni 2022 (19)
  • Mei 2022 (19)
  • April 2022 (19)
  • Maret 2022 (19)
  • Februari 2022 (18)
  • Januari 2022 (21)
  • Desember 2021 (16)
  • November 2021 (18)
  • Oktober 2021 (23)
  • September 2021 (19)
  • Agustus 2021 (21)
  • Juli 2021 (19)
  • Juni 2021 (17)
  • Mei 2021 (19)
  • April 2021 (14)
  • Maret 2021 (10)
  • Februari 2021 (13)
  • Januari 2021 (16)
  • Desember 2020 (13)
  • November 2020 (13)
  • Oktober 2020 (13)
  • September 2020 (13)
  • Agustus 2020 (14)
  • Juli 2020 (14)
  • Juni 2020 (11)
  • Mei 2020 (13)
  • April 2020 (13)
  • Maret 2020 (11)
  • Februari 2020 (12)
  • Januari 2020 (11)
  • Desember 2019 (13)
  • November 2019 (12)
  • Oktober 2019 (11)
  • September 2019 (11)
  • Agustus 2019 (13)
  • Juli 2019 (12)
  • Juni 2019 (19)
  • Mei 2019 (3)
  • April 2019 (4)
  • Maret 2019 (6)
  • Februari 2019 (5)
  • Januari 2019 (7)
  • Desember 2018 (8)
  • November 2018 (4)
  • Oktober 2018 (3)
  • September 2018 (5)
  • Agustus 2018 (7)
  • Juli 2018 (8)
  • Juni 2018 (4)
  • Mei 2018 (5)
  • April 2018 (6)
  • Maret 2018 (5)
  • Februari 2018 (4)
  • Januari 2018 (4)
  • Desember 2017 (5)
  • November 2017 (6)
  • Oktober 2017 (5)
  • September 2017 (4)
  • Agustus 2017 (4)
  • Juli 2017 (5)
  • Juni 2017 (4)
  • Mei 2017 (2)
  • April 2017 (5)
  • Maret 2017 (2)
  • Februari 2017 (2)
  • Oktober 2016 (1)
  • Mei 2016 (1)
  • Agustus 2015 (2)
  • April 2015 (4)
  • Maret 2015 (5)
  • Februari 2015 (4)
  • Januari 2015 (3)
  • Desember 2014 (2)
  • November 2014 (5)
  • Oktober 2014 (3)
  • September 2014 (4)
  • Agustus 2014 (4)
  • Juli 2014 (3)
  • Juni 2014 (5)
  • Mei 2014 (3)
  • April 2014 (4)
  • Maret 2014 (5)
  • Februari 2014 (7)
  • Januari 2014 (3)
  • Desember 2013 (5)
  • November 2013 (4)
  • Oktober 2013 (4)
  • September 2013 (5)
  • Agustus 2013 (3)
  • Juli 2013 (4)
  • Juni 2013 (5)
  • Januari 2013 (4)
  • Agustus 2012 (2)
  • Juli 2012 (5)
  • Juni 2012 (3)
  • Mei 2012 (3)
  • April 2012 (5)
  • Maret 2012 (4)
  • Februari 2012 (3)
  • Januari 2012 (4)
  • Desember 2011 (3)
  • November 2011 (2)
  • Oktober 2011 (5)
  • September 2011 (4)
  • Agustus 2011 (4)
  • Juli 2011 (5)
  • Juni 2011 (4)
  • Mei 2011 (5)
  • April 2011 (4)
  • Maret 2011 (4)
  • Februari 2011 (4)
  • Januari 2011 (5)
  • Desember 2010 (5)
  • November 2010 (4)
  • Oktober 2010 (5)
  • September 2010 (3)
  • Agustus 2010 (4)
  • Juli 2010 (5)
  • Juni 2010 (4)
  • Mei 2010 (4)
  • April 2010 (4)
  • Maret 2010 (4)
  • Februari 2010 (3)
  • Januari 2010 (4)
  • Desember 2009 (4)
  • November 2009 (5)
  • Oktober 2009 (4)
  • September 2009 (3)
  • Agustus 2009 (5)
  • Juli 2009 (4)
  • Juni 2009 (4)
  • Mei 2009 (5)
  • April 2009 (4)
  • Maret 2009 (5)
  • Februari 2009 (4)
  • Januari 2009 (4)
  • Desember 2008 (4)
  • November 2008 (5)
  • Oktober 2008 (4)
  • September 2008 (4)
  • Agustus 2008 (4)
  • Juli 2008 (3)
  • Juni 2008 (5)
  • Mei 2008 (4)
  • April 2008 (4)
  • Maret 2008 (6)
  • Februari 2008 (4)
  • Januari 2008 (3)
  • Desember 2007 (5)
  • November 2007 (4)
  • Oktober 2007 (3)
  • September 2007 (5)
  • Agustus 2007 (4)
  • Juli 2007 (5)
  • Juni 2007 (4)
  • Mei 2007 (4)
  • April 2007 (5)
  • Maret 2007 (4)
  • Februari 2007 (3)
  • Januari 2007 (4)
  • Desember 2006 (3)
  • November 2006 (4)
  • Oktober 2006 (5)
  • September 2006 (4)
  • Agustus 2006 (4)
  • Juli 2006 (5)
  • Juni 2006 (4)
  • Mei 2006 (4)
  • April 2006 (5)
  • Maret 2006 (5)
  • Februari 2006 (4)
  • Januari 2006 (3)
  • Desember 2005 (3)
  • November 2005 (4)
  • Oktober 2005 (5)
  • September 2005 (3)
  • Agustus 2005 (4)
  • Juli 2005 (4)
  • Juni 2005 (4)
  • Mei 2005 (4)
  • April 2005 (4)
  • Maret 2005 (3)
  • Februari 2005 (5)
  • Januari 2005 (5)
  • Desember 2004 (4)
  • November 2004 (3)
  • Oktober 2004 (8)
  • September 2004 (2)
  • Agustus 2004 (5)
  • Juli 2004 (4)
  • Juni 2004 (4)
  • Mei 2004 (5)
  • April 2004 (4)
  • Maret 2004 (4)
  • Februari 2004 (4)
  • Januari 2004 (4)
  • Desember 2003 (4)
  • November 2003 (5)
  • Oktober 2003 (4)
  • September 2003 (3)
  • Agustus 2003 (5)
  • Juli 2003 (4)
  • Juni 2003 (5)
  • Mei 2003 (4)
  • April 2003 (3)
  • Januari 2001 (1)
  • Januari 2000 (1)
  • Desember 1998 (1)
  • Juli 1998 (1)
  • Mei 1998 (2)
  • April 1997 (1)
  • Mei 1993 (1)
  • Juli 1966 (1)
©2026 CERPENDEK.COM | Design: Newspaperly WordPress Theme