Skip to content

CERPENDEK.COM

Indeks Sastra Cerpen di Indonesia

Menu
  • Account
  • HOME FULL WIDTH
  • INDEKS MEDIA
  • INDEKS PENGARANG
  • Login
  • Logout
  • Members
  • Password Reset
  • Privacy Policy
  • RANDOM POST
  • Register
  • User
Menu

Cerpen : 1998-2023 oleh A.M. Lilik Agung

Posted on Sab, 17 Jun 2023

1998

Keluar dari ballroom hotel bintang empat, tanganku melingkar ke pinggang Dinda. Ini malam keenam aku berhasil mengajak Dinda keluar dari kosnya. Malam ini kami menikmati musik jazz yang rutin sebulan sekali dihelat di hotel ini.

”Malam ini sungguh heroik. Tulisan-tulisanmu. Orasimu. Semua menggugat tentang kesenjangan, ketidakadilan. Justru kita menikmati jazz di tempat ini. Jejaring kapitalis,” Dinda berbicara lirih.

”Jangan dilihat tempatnya, Dinda. Tapi musiknya. Jazz, akarnya perlawanan. Musik pemberontakan,” aku berkilah. Cubitan kecil Dinda mampir ke pipiku.

Dinda nan ayu. Mahasiswi tehnik industri. Telah mencuri hatiku.

Pintu kamarku digedor kencang. Jam sebelas malam. Aku buka. Sihombing dengan wajah penuh ketegangan. ”Manuputty diciduk. Entah di mana sekarang. Lima belas menit lalu, Saiful berkabar, Wayan hilang tiada kabar!” Belum sempat Sihombing meneruskan bercerita, aku sudah masuk kamar kembali. Kusambar helm, kukenakan jaket kulit.

”Ayo!” kataku mengajak Sihombing menuju garasi motor. Hujan lebat. Tiada kuhiraukan. Kuboncengkan Sihombing ke arah utara, keluar kota. Tempat persembunyian paling aman, seminari. Berjubah dan berbaur dengan para calon pastor Katolik, Sihombing tidak akan ditemukan aparat.

Namanya Saiful. Arek Malang ini mahasiswa IAIN. Kuliah di Yogya bermaksud memperdalam hukum agama. Justru ruang-ruang diskusi dan sudut-sudut jalanan menjadi aktivitasnya. Saiful organisatoris handal. Piawai menyusun simpul-simpul gerakan mahasiswa dari berbagai kampus. Perbedaan pendapat antar aktivis, menjadi cair oleh kepintaran Saiful mendekati secara personal.

Dua minggu Saiful hidup di kos. Dua minggu selanjutnya tinggal di rumahku. Kiriman uang dari orang tuanya habis untuk logistik demonstrasi. Satu kamar lebar yang memang sengaja disediakan oleh bapakku untuk kumpul-kumpul aktivis menjadi rumah kos kedua Saiful. Tentu aneka makanan yang disediakan ibuku dan tersedia kapan saja, menjadi alasan kuat Saiful banyak tinggal di rumahku. ”Breaking the law…breaking the law…,” lagu dari Judas Priest yang keluar dari tape compo, berlomba dengan lengkingan suara Jonatan. Aku buka pintu kamar kos dan berteriak ke arah Jonatan, ”Kau ditunggu kawan-kawan yang sudah meriung di Gedung Pusat!” Segera Jonatan menyambar baju flanel lengan panjang. Berboncengan motor, kami menuju Gedung Pusat. Lokasi utama demonstrasi.

Di atas panggung demonstrasi, penampilan Jonatan sangat flamboyan. Intonasi suaranya. Bahasa tubuhnya. Kosa kata orasinya. Didukung wajah tampannya. Memukau peserta demonstrasi. Hobi Jonatan lainnya, minum bir. Klop bila teman-teman memanggilnya Cino Edan.

Kuliah yang diambil Umboh adalah Fakultas MIPA. Namun kamar kosnya dipenuhi berbagai buku sastra, kebudayaan, dan filsafat. Umboh pemikir kebudayaan garda depan. Gagasan-gagasannya tentang kemajuan bangsa berbasis pada kebudayaan bertebaran pada berbagai media cetak. Lelaki asli Manado ini memang bukan penggiat demonstrasi jalanan. Dia lebih memilih kelompok diskusi.

”Soekarno yang penuh gelora memang membangkitkan perlawanan rakyat melawan penjajahan. Namun ingat, di belakang Soekarno ada Hatta dan Sjahrir yang dengan tekun menyusun desain besar Indonesia masa depan. Aku ingin seperti Sjahrir,” ucap Umboh kepadaku. Aku dukung pilihan Umboh. Dalam sebuah gerakan, tetap saja diperlukan pemikir-pemikir dengan gagasan besar.

*

2023

Pesan WhatsApp masuk ke ponselku. Dari Sihombing. Aku baca, ”Agung, dua puluh lima tahun reformasi harus kita rayakan. Dirimu dan rumahmu tak bisa kami lupakan, sebagai simpul gerakan mahasiswa. Aku sudah menghubungi Saiful dan Umboh untuk datang. Jonatan, pas kebetulan ada di Indonesia.”

Rumah masa lalu tetap aku tinggali. Bapak dan ibu pindah ke Kulon Progo, menikmati hidup dengan bercocok tanam. Adik semata wayangku menikah dengan laki-laki Australia, kemudian tinggal di Sydney.

Jika aku memilih profesi sebagai dosen tehnik di almamater, Sihombing tetap aktivis sejati. Lulus dari Fakultas Ekonomi langsung masuk partai politik yang lahir di era reformasi. Perjalanan panjangnya di partai, menjadikan dia sekretaris jendral partai.

Hari ini, justru Jonatan yang paling awal datang ke rumah. Jam sepuluh pagi dia sudah sampai.

”Rute perjalananku, New York, London, Abu Dhabi, Jakarta, Yogya. Perjalanan yang sangat panjang,” kata Jonatan. Dia buka kopernya. Sebotol wine. ”Bir tidak ada di Kitab Suci, yang ada adalah anggur. Maka, aku bawa anggur untukmu.” Selera humor Jonatan memang cerdas.

Otak Jonatan memang brilian. Lulus dari Fisipol, mendapat beasiswa kuliah master di London School of Economics. Tiga tahun bekerja di PBB. Balik kuliah ambil doktor di Harvard Kennedy University. Bergelar doktor, justru pilihan hidupnya berbelok. Menjadi pastor Katolik. Mengelola gereja di kampus Fordham University, sekaligus menjadi dosen.

Suara bariton Sihombing terdengar jelas dari luar rumah. Pintu aku buka, langsung Sihombing memeluk erat diriku, ”Apa pun posisi dan profesi kami, kau tetap ketua kami, Gung!” Melepas pelukan, gantian Sihombing menatap Jonatan. ”Cino Edan kok bisa jadi pastor ya? Kalau kau melayani di gerejaku, pasti aku akan pindah gereja.” Sihombing tertawa keras.

Saiful, datang sepuluh menit berikut. Dengan pengalaman sebagai ketua ormas agama, membawa Saiful masuk partai politik yang justru partai politik itu pada masa lalu didemo mau dibubarkan Saiful. Tapi, apalah bedanya partai politik lama dan baru. Hari ini sama saja. Ideologinya cair. Kemarin berkongsi, hari ini berseberangan, entah lusa. Seperti hari ini. Partainya Saiful mendukung pemerintah, partainya Sihombing menjadi oposisi.

Umboh paling akhir datang. Menarik melihat perjalanan karier Umboh. Kuliah jurusan MIPA, justru S2 dan S3 ambil ekonomi. Bukan sembarangan kuliah Umboh. Master di University of California, Berkeley. Doktor diraih di Yale University. Sebagai birokrat, Umboh menduduki direktur jendral di kementerian keuangan.

Berlima kami meriung. Usia menjelang kepala lima tidak menghentikan kehebohan kami seperti tiga dekade silam. Kami mengumpat, khas umpatan-umpatan masa lalu. Mengolok-olok Jonatan, yang sampai detik ini kami berempat tidak percaya Cino Edan ini menjadi biarawan. Mengejek Saiful yang dahulu dengan lantang akan membubarkan partai politik, justru sekarang menjadi juru bicara partai politik itu.

Mencecar Umboh apakah tetap menjadi Don Juan yang suka berganti-ganti wanita. Masa lalu, Umboh konsisten dengan teori kelasnya Marx, namun tidak konsisten apabila memacari gadis. Tentu kami mengata-ngatai Sihombing yang lebih banyak membual daripada berbicara berbasis fakta di televisi.

Rokok tidak pernah rihat dari mulut Sihombing. Tiga kaleng bir sudah tandas ditenggak Jonatan. Saiful bak bartender, mengolah aneka kopi. Lalu Umboh berkata. Kali ini serius. ”Hombing, hati-hati kau. Jangan terlalu culas. Duit yang masuk ke rekening ajudanmu, adikmu, sepupumu, sudah terlalu jumbo. Rem-lah. Kalau tidak, aku tidak bisa menunda membubuhkan tanda tangan untuk memeriksa dirimu.” Sihombing diam, tanpa komentar.

Kemudian Umboh menatap Saiful. ”Ful, bilangin ke ketua partaimu. Jangan menjadikan ATM menteri yang menjadi wakil partaimu di pemerintah. Lubang-lubang yang dibuat menteri dari partaimu sudah terlalu banyak. Satu-dua lubang lagi dibuat, menteri partaimu akan diciduk.”

”Ya… ya… segera aku koordinasi dengan ketua,” Saiful meraih secangkir kopi dan menenggak habis.

Waktu terlampau cepat bagi kami. Kepentingan masing-masing yang membuat kami berpisah. Sore hari mereka berpamitan. Betapa bahagianya aku melihat persahabatan kami yang terjaga erat tiga dekade. Posisi rawan yang dilakoni teman-teman, diingatkan oleh teman yang lain.

Senja ketika lampu rumah mulai aku nyalakan. Pintu diketuk. Aku buka. Seketika metabolisme di tubuhku menjadi kacau. Dinda! Ya, Dinda gadis ayu yang mencuri hatiku, tepat di hadapanku.

”Teman-teman sudah pulang?” Dinda memecahkan kebisuan.

”Ya… ya… sejam lalu,” tergugup aku berucap.

”Sihombing mengabari aku siang sampai sore hari ini ada reuni di rumahmu,” Dinda melanjutkan bicaranya. ”Boleh aku masuk?”

”Ya, ya. Dengan senang hati.”

Duduk berdua, berhadapan.

”Sengaja aku terbang dari Singapore untuk mendatangi pertemuan ini. Sengaja pula aku datang ketika teman-teman sudah pulang. Bagaimana kabarmu?”

”Ya begini ini,” jawabku pendek.

Sayang aku tidak siap dengan pertemuan ini. Pikiranku berpetualang entah ke mana. Pembicaraan dua arah tiada terjadi. Kaku adanya. Tidak lebih lima belas menit Dinda berpamitan. Tidak nyaman dengan suasana yang begitu kaku lagi formal.

”Ini untukmu, Agung.” Dinda menyerahkan sebotol wine untukku. Kuterima pemberian Dinda.

Dinda berjalan. Baru tiga langkah, aku berkata. ”Dinda, boleh aku mencium pipimu?” Dinda menghentikan langkah. Membalikkan badan. Aku pandangi lekat wajah Dinda. Dua ciuman mampir ke pipi Dinda.

”Maafkan aku, Agung.…” Ada butiran air pada mata Dinda. Sebelum jatuh, Dinda melanjutkan berjalan. Menutup pintu.

Dinda nan ayu. Kekasihku. Menikah dengan lelaki pilihannya. Untuk kemudian tinggal di Singapore. Aku tetap di sini. Di rumah ini. Sendiri.

***

AM Lilik Agung, konsultan SDM yang banyak menulis ulasan kepemimpinan serta manajemen pada berbagai media. Menulis empat buku fiksi yang diterbitkan Elex Media Komputindo. Buku kumpulan cerpen kelima Sketsa Urban terbit pertengahan tahun 2023 ini.

sumber : kompas.id, 17 Jun 2023.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MEDIA

  • BHIRAWA (1)
  • FEMINA (1)
  • HALUAN (9)
  • HARIAN FAJAR (2)
  • HORISON (2)
  • JAWA POS (216)
  • KALTIM POST (35)
  • KEDAULATAN RAKYAT (23)
  • KOMPAS CETAK (698)
  • KOMPAS ONLINE (867)
  • KORAN MERAPI (2)
  • KORAN SOLOPOS ONLINE (59)
  • KORAN TEMPO ONLINE (228)
  • MAJALAH PANJI BALAI (1)
  • MAJALAH SASTRA PUSAT (1)
  • MEDIA INDONESIA (89)
  • NOVA (7)
  • PADANG EKSPRES (2)
  • PIKIRAN RAKYAT (13)
  • PONTIANAK POST (6)
  • RADAR BANYUWANGI (7)
  • RADAR BOJONEGORO (5)
  • RADAR BROMO (1)
  • RADAR JEMBER (1)
  • RADAR JOMBANG (1)
  • RADAR KEDIRI (2)
  • RADAR MADIUN (1)
  • RADAR MOJOKERTO (6)
  • RAKYAT SULTRA (1)
  • REPUBLIKA CETAK (12)
  • REPUBLIKA ONLINE (24)
  • SINGGALANG (6)
  • SUARA MERDEKA (75)
  • SUARA NTB (1)
  • SUARA SARAWAK (1)
  • THE JAKARTA POST (22)
  • UTUSAN BORNEO (1)
  • WASPADA (7)

ARSIP

  • Januari 2026 (1)
  • Desember 2025 (1)
  • Oktober 2025 (4)
  • Agustus 2025 (6)
  • Juli 2025 (8)
  • Juni 2025 (15)
  • Mei 2025 (32)
  • April 2025 (25)
  • Maret 2025 (26)
  • Februari 2025 (32)
  • Januari 2025 (28)
  • Desember 2024 (25)
  • November 2024 (23)
  • Oktober 2024 (29)
  • September 2024 (31)
  • Agustus 2024 (32)
  • Juli 2024 (43)
  • Juni 2024 (41)
  • Mei 2024 (37)
  • April 2024 (26)
  • Maret 2024 (40)
  • Februari 2024 (31)
  • Januari 2024 (33)
  • Desember 2023 (34)
  • November 2023 (29)
  • Oktober 2023 (29)
  • September 2023 (34)
  • Agustus 2023 (34)
  • Juli 2023 (37)
  • Juni 2023 (40)
  • Mei 2023 (29)
  • April 2023 (29)
  • Maret 2023 (36)
  • Februari 2023 (41)
  • Januari 2023 (46)
  • Desember 2022 (44)
  • November 2022 (40)
  • Oktober 2022 (38)
  • September 2022 (19)
  • Agustus 2022 (18)
  • Juli 2022 (20)
  • Juni 2022 (19)
  • Mei 2022 (19)
  • April 2022 (19)
  • Maret 2022 (19)
  • Februari 2022 (18)
  • Januari 2022 (21)
  • Desember 2021 (16)
  • November 2021 (18)
  • Oktober 2021 (23)
  • September 2021 (19)
  • Agustus 2021 (21)
  • Juli 2021 (19)
  • Juni 2021 (17)
  • Mei 2021 (19)
  • April 2021 (14)
  • Maret 2021 (10)
  • Februari 2021 (13)
  • Januari 2021 (16)
  • Desember 2020 (13)
  • November 2020 (13)
  • Oktober 2020 (13)
  • September 2020 (13)
  • Agustus 2020 (14)
  • Juli 2020 (14)
  • Juni 2020 (11)
  • Mei 2020 (13)
  • April 2020 (13)
  • Maret 2020 (11)
  • Februari 2020 (12)
  • Januari 2020 (11)
  • Desember 2019 (13)
  • November 2019 (12)
  • Oktober 2019 (11)
  • September 2019 (11)
  • Agustus 2019 (13)
  • Juli 2019 (12)
  • Juni 2019 (19)
  • Mei 2019 (3)
  • April 2019 (4)
  • Maret 2019 (6)
  • Februari 2019 (5)
  • Januari 2019 (7)
  • Desember 2018 (8)
  • November 2018 (4)
  • Oktober 2018 (3)
  • September 2018 (5)
  • Agustus 2018 (7)
  • Juli 2018 (8)
  • Juni 2018 (4)
  • Mei 2018 (5)
  • April 2018 (6)
  • Maret 2018 (5)
  • Februari 2018 (4)
  • Januari 2018 (4)
  • Desember 2017 (5)
  • November 2017 (6)
  • Oktober 2017 (5)
  • September 2017 (4)
  • Agustus 2017 (4)
  • Juli 2017 (5)
  • Juni 2017 (4)
  • Mei 2017 (2)
  • April 2017 (5)
  • Maret 2017 (2)
  • Februari 2017 (2)
  • Oktober 2016 (1)
  • Mei 2016 (1)
  • Agustus 2015 (2)
  • April 2015 (4)
  • Maret 2015 (5)
  • Februari 2015 (4)
  • Januari 2015 (3)
  • Desember 2014 (2)
  • November 2014 (5)
  • Oktober 2014 (3)
  • September 2014 (4)
  • Agustus 2014 (4)
  • Juli 2014 (3)
  • Juni 2014 (5)
  • Mei 2014 (3)
  • April 2014 (4)
  • Maret 2014 (5)
  • Februari 2014 (7)
  • Januari 2014 (3)
  • Desember 2013 (5)
  • November 2013 (4)
  • Oktober 2013 (4)
  • September 2013 (5)
  • Agustus 2013 (3)
  • Juli 2013 (4)
  • Juni 2013 (5)
  • Januari 2013 (4)
  • Agustus 2012 (2)
  • Juli 2012 (5)
  • Juni 2012 (3)
  • Mei 2012 (3)
  • April 2012 (5)
  • Maret 2012 (4)
  • Februari 2012 (3)
  • Januari 2012 (4)
  • Desember 2011 (3)
  • November 2011 (2)
  • Oktober 2011 (5)
  • September 2011 (4)
  • Agustus 2011 (4)
  • Juli 2011 (5)
  • Juni 2011 (4)
  • Mei 2011 (5)
  • April 2011 (4)
  • Maret 2011 (4)
  • Februari 2011 (4)
  • Januari 2011 (5)
  • Desember 2010 (5)
  • November 2010 (4)
  • Oktober 2010 (5)
  • September 2010 (3)
  • Agustus 2010 (4)
  • Juli 2010 (5)
  • Juni 2010 (4)
  • Mei 2010 (4)
  • April 2010 (4)
  • Maret 2010 (4)
  • Februari 2010 (3)
  • Januari 2010 (4)
  • Desember 2009 (4)
  • November 2009 (5)
  • Oktober 2009 (4)
  • September 2009 (3)
  • Agustus 2009 (5)
  • Juli 2009 (4)
  • Juni 2009 (4)
  • Mei 2009 (5)
  • April 2009 (4)
  • Maret 2009 (5)
  • Februari 2009 (4)
  • Januari 2009 (4)
  • Desember 2008 (4)
  • November 2008 (5)
  • Oktober 2008 (4)
  • September 2008 (4)
  • Agustus 2008 (4)
  • Juli 2008 (3)
  • Juni 2008 (5)
  • Mei 2008 (4)
  • April 2008 (4)
  • Maret 2008 (6)
  • Februari 2008 (4)
  • Januari 2008 (3)
  • Desember 2007 (5)
  • November 2007 (4)
  • Oktober 2007 (3)
  • September 2007 (5)
  • Agustus 2007 (4)
  • Juli 2007 (5)
  • Juni 2007 (4)
  • Mei 2007 (4)
  • April 2007 (5)
  • Maret 2007 (4)
  • Februari 2007 (3)
  • Januari 2007 (4)
  • Desember 2006 (3)
  • November 2006 (4)
  • Oktober 2006 (5)
  • September 2006 (4)
  • Agustus 2006 (4)
  • Juli 2006 (5)
  • Juni 2006 (4)
  • Mei 2006 (4)
  • April 2006 (5)
  • Maret 2006 (5)
  • Februari 2006 (4)
  • Januari 2006 (3)
  • Desember 2005 (3)
  • November 2005 (4)
  • Oktober 2005 (5)
  • September 2005 (3)
  • Agustus 2005 (4)
  • Juli 2005 (4)
  • Juni 2005 (4)
  • Mei 2005 (4)
  • April 2005 (4)
  • Maret 2005 (3)
  • Februari 2005 (5)
  • Januari 2005 (5)
  • Desember 2004 (4)
  • November 2004 (3)
  • Oktober 2004 (8)
  • September 2004 (2)
  • Agustus 2004 (5)
  • Juli 2004 (4)
  • Juni 2004 (4)
  • Mei 2004 (5)
  • April 2004 (4)
  • Maret 2004 (4)
  • Februari 2004 (4)
  • Januari 2004 (4)
  • Desember 2003 (4)
  • November 2003 (5)
  • Oktober 2003 (4)
  • September 2003 (3)
  • Agustus 2003 (5)
  • Juli 2003 (4)
  • Juni 2003 (5)
  • Mei 2003 (4)
  • April 2003 (3)
  • Januari 2001 (1)
  • Januari 2000 (1)
  • Desember 1998 (1)
  • Juli 1998 (1)
  • Mei 1998 (2)
  • April 1997 (1)
  • Mei 1993 (1)
  • Juli 1966 (1)
©2026 CERPENDEK.COM | Design: Newspaperly WordPress Theme