Skip to content

CERPENDEK.COM

Indeks Sastra Cerpen di Indonesia

Menu
  • Account
  • HOME FULL WIDTH
  • INDEKS MEDIA
  • INDEKS PENGARANG
  • Login
  • Logout
  • Members
  • Password Reset
  • Privacy Policy
  • RANDOM POST
  • Register
  • User
Menu

Cerpen : Jarak oleh Gus Tf Sakai

Posted on Ming, 22 Sep 2024

Bagaimanapun tak pedulinya, toh Anggi telah melecek berlembar-lembar tisu. Trotoar tampak bagai memanjang dan hotmix serupa mengepulkan minyak, gemetar dalam atmosfer berdebu. ”Jika ini semacam protes,” ujar Mita saat bubaran tadi, ”maka apa yang kau lakukan adalah sesuatu yang tolol, Anggi.” Lalu si Bebek itu melompat ke atas mobilnya. ”Dadah!” dan melaju, kemudian lenyap di gerbang sekolah.

Anggi meringis. Barangkali Mita memang tak mengerti, pikirnya. Protes? Jika dimaksudkan demikian, apa yang ia lakukan saat ini malah mungkin telah lebih dari tolol. Coba, gadis mana yang takkan sayang pada kulitnya? Sebagian besar uang saku, justru mereka pergunakan untuk bermacam lotion. Dengar pula kata Pak Bon, ”Non, sebaiknya Non membawa payung. Yang namanya sengatan matahari akan lebih menggigit pada kulit yang lembut. Belum lagi debu, pengapnya bus ….” Uh, demikian lemah dan lainnyakah diriku di mata mereka?

Ditendangnya kerikil. Tak! Bergulir kelotak-kelotak. Dilayangkannya pandang. Seorang bocah kurus dekil tengah mengocok rebana genjrengan-nya di kemacetan traffic light. Suaranya lengking dari pintu mobil ke pintu mobil, untuk kemudian terjepit ditindih deru dan suara klakson yang saling pekik.

Anggi menghentikan langkah. Diperhatikannya gerik si bocah. Matanya memanggil, tapi mulutnya tak menyuarakan apa-apa. Akan percuma. Berapakah jarak antara mereka? Mendadak, Anggi terperosok ke pikiran itu: Jika benar mereka—bocah-bocah itu—tak pulang ke rumah, maka di tangan merekalah kerahasiaan jalan raya. Ia ingat Midnight Express. Juga sebuah nomor dari Boney M: Menikmati sinar matahari. Bukan alasan untuk ucapkan selamat tinggal. Harus pulang ke rumah, ke rumah, ke rumah. Harus pulang ke rumah, ke rumah …. Ah, alangkah jauh. Tapi, bukankah karena ingin jauh Anggi tak mau dijemput oleh Pak Bon?

Si bocah melenyap. Tenggelam ke perut bus. Terus ke manakah ia? Seberapa jauhkah perjalanannya? Anggi menghela napas, dan mengempaskannya dalam keluh: Segalanya memang telah jauh. Telah jarak. Jarak? Apakah yang biasa orang ceritakan tentang jarak?

Jika ukurannya adalah kilometer, tentulah bukan sesuatu yang sulit untuk diperapat. Tapi ini: hanya dibatasi oleh sebuah dinding, dan mereka hidup dalam dunia berbeda. ”Kost!” teriak Mita entah kapan, ”Kupikir itulah penyelesaiannya, Anggi!” O, seandainya si Bebek itu pernah bertemu dengan Papi dan Mami lalu mengenali kondisi hubungan antara diri Anggi dengan mereka, tentulah pikiran demikian takkan ia anggap sebagai sebuah temuan. Tak mungkin itu. Tapi toh Anggi pernah mencoba.

”Kost?” kernyit Mami. ”Kamu belum siap untuk itu, Baby! Kehidupan amat keras di luar sana, dan,” sederet asumsi buruk lantas meluncur serupa sekam di penggilingan. Ketika kemudian sampai ke telinga Papi dalam wujud laporan, Anggi akan menerima jejalan itu—pidato panjang yang selalu saja tak bisa ia serap karena telah lebih dulu disekat oleh kesan bosan.

Ah … Anggi tengadah. Kawat-kawat listrik dan telepon dan kubus-kubus kaca dan beton bagai memuai. Garis-garis geletar atmosfer tampak mencucuk apa saja dengan kuku-kukunya yang berkilat. Mendadak ia ingat Dd (Doomsday) dan beberapa nomor dari David Bowie. Saat pandangannya kembali jatuh ke jalan raya, berkerkelebat Speed Demon milik Michael Jackson.

Ditendangnya kerikil. Tak!

Kelotak, kelotak. Segalanya saling tindih. Saling enyak. Dan kembali: Menikmati sinar matahari. Bukan alasan untuk ucapkan selamat tinggal. Harus pulang ke rumah, ke rumah, ke rumah. Harus pulang ke rumah, ke rumah … ah, alangkah jauh. Jarak.

Tetapi uh, hanya sebuah dinding. Sebuah dinding! Mestinya Papi mengerti bahwa Anggi telah lama punya dunia sendiri. Bahwa semacam batas pada akhirnya menjelma, bukankah Anggi tak pernah menyalahkan mereka bahkan tak mempersoalkannya?

”Harusnya kau omongkan terus-terang, Anggi. Open saja,” usul si Bebek, juga entah kapan. O, kalau saja Mita tahu betapa seringnya pikiran seperti itu melesat, tetapi yang kemudian senantiasa … ah, ”Di situlah kesalahanmu!” hardik si Bebek sesudahnya. ”Kau tak pernah mengutarakan apa yang kau rasa. Bukan menyuruhmu berontak, Anggi. Tapi, coba, mana ada pengertian tanpa komunikasi?”

Komunikasi. ”Tindakan yang kau ambil justru: melarikan diri. Menyembunyikan segenap gejolak ke sebuah kamar …”.

Kamar. ”… lalu, bersama alunan musik, kau ciptakan dunia yang lain, asing, dan sendiri.”

Ah, Anggi menyusut peluh. Di kepanjangan trotoar, Sailing-nya Rod Stewart serupa menjalar. Di kepulan hotmix, Imagine-nya John Lennon serupa menguap.

Dan kamar itu. Ia bayangkan sudut-sudutnya, ke tempat mana angannya tertembus menyiasati ruang. Ia bayangkan dinding-dindingnya, poster-poster yang bertempelan di sana kepada siapa ia berdialog, berbaku cerita berbusa-busa, tentang dunia, keinginan-keinginannya, harapan-harapan … hei, kocokan rebana genjrengan! Seorang bocah, bocah yang lain, melompat dari bus dan berlari ke traffic light berikut.

Seperti tadi, Anggi menghentikan langkah. Matanya memanggil, tapi mulutnya tak menyuarakan apa-apa. Sebuah kamar, apakah artinya bagi mereka? Samakah jawabannya apabila Anggi menanyakan arti jalan raya? Dan, musik?

Di kawat-kawat listrik dan telepon, Maybe-nya Thom Pace serupa memuai. Di kubus-kubus kaca dan beton, We Gotta Get Out of This Place-nya Gilla serupa mencucuk.

Dan kembali: Menikmati sinar matahari. Bukan alasan untuk ucapkan selamat tinggal. Harus pulang ke rumah, ke rumah, ke rumah. Harus pulang ke rumah, ke rumah, ke rumah …. ***

Payakumbuh, 2 Juli 2024

Gus TF Sakai, pengarang dan penyuka akik lumut hijau Suliki. Lahir dan menetap di Payakumbuh, Sumatera Barat.

I Made Bayu Pramana, Lahir di Denpasar, 2 Oktober 1984. Memulai karier sebagai fotografer pada 2003, sembari kuliah di PS Fotografi ISI Denpasar. Bayu menyelesaikan jenjang Magister Seni pada Program Pascasarjana ISI Yogyakarta dengan konsentrasi penciptaan fotografi pada 2010. Lalu kuliah magister seni dalam konsentrasi Pengkajian Seni dengan minat Fotografi pada Program Pascasarjana ISI Denpasar dan menyelesaikannya tahun 2017. Bayu menyelesaikan pendidikan jenjang S-3 pada Program Doktor Seni, Program Pascasarjana ISI Denpasar pada 2022. Saat ini Bayu bekerja sebagai seorang fotografer profesional, penulis, dan pengajar aktif pada almamaternya, yakni Program Studi Fotografi, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Denpasar, yang sudah dilakoni sejak 2008.

sumber : harian Kompas edisi 22 September 2024 di halaman 10 dengan judul “Jarak”.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MEDIA

  • BHIRAWA (1)
  • FEMINA (1)
  • HALUAN (9)
  • HARIAN FAJAR (2)
  • HORISON (2)
  • JAWA POS (216)
  • KALTIM POST (35)
  • KEDAULATAN RAKYAT (23)
  • KOMPAS CETAK (698)
  • KOMPAS ONLINE (867)
  • KORAN MERAPI (2)
  • KORAN SOLOPOS ONLINE (59)
  • KORAN TEMPO ONLINE (228)
  • MAJALAH PANJI BALAI (1)
  • MAJALAH SASTRA PUSAT (1)
  • MEDIA INDONESIA (89)
  • NOVA (7)
  • PADANG EKSPRES (2)
  • PIKIRAN RAKYAT (13)
  • PONTIANAK POST (6)
  • RADAR BANYUWANGI (7)
  • RADAR BOJONEGORO (5)
  • RADAR BROMO (1)
  • RADAR JEMBER (1)
  • RADAR JOMBANG (1)
  • RADAR KEDIRI (2)
  • RADAR MADIUN (1)
  • RADAR MOJOKERTO (6)
  • RAKYAT SULTRA (1)
  • REPUBLIKA CETAK (12)
  • REPUBLIKA ONLINE (24)
  • SINGGALANG (6)
  • SUARA MERDEKA (75)
  • SUARA NTB (1)
  • SUARA SARAWAK (1)
  • THE JAKARTA POST (22)
  • UTUSAN BORNEO (1)
  • WASPADA (7)

ARSIP

  • Januari 2026 (1)
  • Desember 2025 (1)
  • Oktober 2025 (4)
  • Agustus 2025 (6)
  • Juli 2025 (8)
  • Juni 2025 (15)
  • Mei 2025 (32)
  • April 2025 (25)
  • Maret 2025 (26)
  • Februari 2025 (32)
  • Januari 2025 (28)
  • Desember 2024 (25)
  • November 2024 (23)
  • Oktober 2024 (29)
  • September 2024 (31)
  • Agustus 2024 (32)
  • Juli 2024 (43)
  • Juni 2024 (41)
  • Mei 2024 (37)
  • April 2024 (26)
  • Maret 2024 (40)
  • Februari 2024 (31)
  • Januari 2024 (33)
  • Desember 2023 (34)
  • November 2023 (29)
  • Oktober 2023 (29)
  • September 2023 (34)
  • Agustus 2023 (34)
  • Juli 2023 (37)
  • Juni 2023 (40)
  • Mei 2023 (29)
  • April 2023 (29)
  • Maret 2023 (36)
  • Februari 2023 (41)
  • Januari 2023 (46)
  • Desember 2022 (44)
  • November 2022 (40)
  • Oktober 2022 (38)
  • September 2022 (19)
  • Agustus 2022 (18)
  • Juli 2022 (20)
  • Juni 2022 (19)
  • Mei 2022 (19)
  • April 2022 (19)
  • Maret 2022 (19)
  • Februari 2022 (18)
  • Januari 2022 (21)
  • Desember 2021 (16)
  • November 2021 (18)
  • Oktober 2021 (23)
  • September 2021 (19)
  • Agustus 2021 (21)
  • Juli 2021 (19)
  • Juni 2021 (17)
  • Mei 2021 (19)
  • April 2021 (14)
  • Maret 2021 (10)
  • Februari 2021 (13)
  • Januari 2021 (16)
  • Desember 2020 (13)
  • November 2020 (13)
  • Oktober 2020 (13)
  • September 2020 (13)
  • Agustus 2020 (14)
  • Juli 2020 (14)
  • Juni 2020 (11)
  • Mei 2020 (13)
  • April 2020 (13)
  • Maret 2020 (11)
  • Februari 2020 (12)
  • Januari 2020 (11)
  • Desember 2019 (13)
  • November 2019 (12)
  • Oktober 2019 (11)
  • September 2019 (11)
  • Agustus 2019 (13)
  • Juli 2019 (12)
  • Juni 2019 (19)
  • Mei 2019 (3)
  • April 2019 (4)
  • Maret 2019 (6)
  • Februari 2019 (5)
  • Januari 2019 (7)
  • Desember 2018 (8)
  • November 2018 (4)
  • Oktober 2018 (3)
  • September 2018 (5)
  • Agustus 2018 (7)
  • Juli 2018 (8)
  • Juni 2018 (4)
  • Mei 2018 (5)
  • April 2018 (6)
  • Maret 2018 (5)
  • Februari 2018 (4)
  • Januari 2018 (4)
  • Desember 2017 (5)
  • November 2017 (6)
  • Oktober 2017 (5)
  • September 2017 (4)
  • Agustus 2017 (4)
  • Juli 2017 (5)
  • Juni 2017 (4)
  • Mei 2017 (2)
  • April 2017 (5)
  • Maret 2017 (2)
  • Februari 2017 (2)
  • Oktober 2016 (1)
  • Mei 2016 (1)
  • Agustus 2015 (2)
  • April 2015 (4)
  • Maret 2015 (5)
  • Februari 2015 (4)
  • Januari 2015 (3)
  • Desember 2014 (2)
  • November 2014 (5)
  • Oktober 2014 (3)
  • September 2014 (4)
  • Agustus 2014 (4)
  • Juli 2014 (3)
  • Juni 2014 (5)
  • Mei 2014 (3)
  • April 2014 (4)
  • Maret 2014 (5)
  • Februari 2014 (7)
  • Januari 2014 (3)
  • Desember 2013 (5)
  • November 2013 (4)
  • Oktober 2013 (4)
  • September 2013 (5)
  • Agustus 2013 (3)
  • Juli 2013 (4)
  • Juni 2013 (5)
  • Januari 2013 (4)
  • Agustus 2012 (2)
  • Juli 2012 (5)
  • Juni 2012 (3)
  • Mei 2012 (3)
  • April 2012 (5)
  • Maret 2012 (4)
  • Februari 2012 (3)
  • Januari 2012 (4)
  • Desember 2011 (3)
  • November 2011 (2)
  • Oktober 2011 (5)
  • September 2011 (4)
  • Agustus 2011 (4)
  • Juli 2011 (5)
  • Juni 2011 (4)
  • Mei 2011 (5)
  • April 2011 (4)
  • Maret 2011 (4)
  • Februari 2011 (4)
  • Januari 2011 (5)
  • Desember 2010 (5)
  • November 2010 (4)
  • Oktober 2010 (5)
  • September 2010 (3)
  • Agustus 2010 (4)
  • Juli 2010 (5)
  • Juni 2010 (4)
  • Mei 2010 (4)
  • April 2010 (4)
  • Maret 2010 (4)
  • Februari 2010 (3)
  • Januari 2010 (4)
  • Desember 2009 (4)
  • November 2009 (5)
  • Oktober 2009 (4)
  • September 2009 (3)
  • Agustus 2009 (5)
  • Juli 2009 (4)
  • Juni 2009 (4)
  • Mei 2009 (5)
  • April 2009 (4)
  • Maret 2009 (5)
  • Februari 2009 (4)
  • Januari 2009 (4)
  • Desember 2008 (4)
  • November 2008 (5)
  • Oktober 2008 (4)
  • September 2008 (4)
  • Agustus 2008 (4)
  • Juli 2008 (3)
  • Juni 2008 (5)
  • Mei 2008 (4)
  • April 2008 (4)
  • Maret 2008 (6)
  • Februari 2008 (4)
  • Januari 2008 (3)
  • Desember 2007 (5)
  • November 2007 (4)
  • Oktober 2007 (3)
  • September 2007 (5)
  • Agustus 2007 (4)
  • Juli 2007 (5)
  • Juni 2007 (4)
  • Mei 2007 (4)
  • April 2007 (5)
  • Maret 2007 (4)
  • Februari 2007 (3)
  • Januari 2007 (4)
  • Desember 2006 (3)
  • November 2006 (4)
  • Oktober 2006 (5)
  • September 2006 (4)
  • Agustus 2006 (4)
  • Juli 2006 (5)
  • Juni 2006 (4)
  • Mei 2006 (4)
  • April 2006 (5)
  • Maret 2006 (5)
  • Februari 2006 (4)
  • Januari 2006 (3)
  • Desember 2005 (3)
  • November 2005 (4)
  • Oktober 2005 (5)
  • September 2005 (3)
  • Agustus 2005 (4)
  • Juli 2005 (4)
  • Juni 2005 (4)
  • Mei 2005 (4)
  • April 2005 (4)
  • Maret 2005 (3)
  • Februari 2005 (5)
  • Januari 2005 (5)
  • Desember 2004 (4)
  • November 2004 (3)
  • Oktober 2004 (8)
  • September 2004 (2)
  • Agustus 2004 (5)
  • Juli 2004 (4)
  • Juni 2004 (4)
  • Mei 2004 (5)
  • April 2004 (4)
  • Maret 2004 (4)
  • Februari 2004 (4)
  • Januari 2004 (4)
  • Desember 2003 (4)
  • November 2003 (5)
  • Oktober 2003 (4)
  • September 2003 (3)
  • Agustus 2003 (5)
  • Juli 2003 (4)
  • Juni 2003 (5)
  • Mei 2003 (4)
  • April 2003 (3)
  • Januari 2001 (1)
  • Januari 2000 (1)
  • Desember 1998 (1)
  • Juli 1998 (1)
  • Mei 1998 (2)
  • April 1997 (1)
  • Mei 1993 (1)
  • Juli 1966 (1)
©2026 CERPENDEK.COM | Design: Newspaperly WordPress Theme