SUARA keletak rokok dan lagu The Beatles mengingatkanku akan Lia. Lia adalah perempuan yang kehadirannya tidak mencolok. Maksudku tidak mencolok karena saat berkumpul dengan banyak orang, ia tidak banyak bicara dan tidak…
Cerpen : Nama Saya Tetap Ben oleh Fanny J. Poyk
Ketika saya mengilas balik kisah ini, ada beragam rasa seolah hendak berpacu membentuk satu kesatuan ingatan yang terdahulu lalu tercerai-berai oleh beberapa catatan peristiwa. Kisah itu memiliki ragam cerita, ada yang menyenangkan,…
Cerpen : Manuskrip yang Terbakar oleh Beri Hanna
NENEK saya berumur tujuh belas tahun ketika diperkosa tentara Jepang. Waktu itu, wilayah-wilayah besar Indonesia diduduki dan dikuasai Jepang. Apa-apa yang dikatakan dan diperintah harus segera ditindak sesuai dengan kemauan mereka. Sedangkan…
Cerpen : Ada Asmara di Jogja oleh AM Lilik Agung
DARI lantai tiga puluh satu kantor pusat perusahaan berjejuluk The Big Four Accounting Firms in the World, Kota New York malam hari anggun dengan gebyar cahaya lampu. Jumat malam, setelah lima hari…
Cerpen : Yang Selalu Memotong Rambutnya oleh Iin Farliani
“AKHIR-AKHIR ini, laki-laki itu cukup sering memotong rambutnya. Tumbuh, potong lagi. Tumbuh, potong lagi. Hubungan kami tidak dekat tapi aku mengenalnya sebagai rekan kerja,” ucap Sentot sambil menunjuk ke arah laki-laki muda…
Cerpen : Basa-Basi Senja oleh Chai Siswandi
“JIKA itu matahari yang sama. Mengapa ia berubah. Dari mana sebenarnya warna senja terbuat,” katamu menutup basa-basi senja itu. Kita tak saling menatap. “Sudahlah, nikmati saja,” sahutku. Beberapa orang terlihat asyik berswafoto…
Cerpen : Guru oleh Putu WIjaya
Seorang Profesor Doktor yang telah mengantongi berbagai penghargaan dari dalam dan luar negeri penasaran. Ia yang tetap masih ingin menambah ilmunya serta agar dapat meresapi lebih mendalam apa yang sudah dikuasainya, kecewa….
Cerpen : Jari Tengah oleh Wawan Z
Tangisan kesepuluh di ruang bersalin malam itu sudah berlalu sepuluh tahun. Berubah bentuk menjadi seorang anak yang diam dan peniru. Ke mana pun awan dan kawan-kawannya pergi, sang anak selalu mengekor. Tak…
Cerpen : Di Rahim Kenangan, di Ujung Perpisahan oleh Dody Widianto
DULU, sebelum aku pergi, kau pernah menyelipkan selembar senyum dalam dompetku. Menuangkan minyak rindu ke dalam maskerku. Kau cantik, juga licik. Berharap rindumu selalu beresonansi. Dalam denyut panca indra. Dalam getar di…
Cerpen : Ihwal Sepasang Benalu oleh Mahan Jamil Hudani
BETAPA Naya sering kesal dan ingin marah. Rasanya ia ingin melabrak sepasang suami-istri yang tak lain adalah sepupunya sendiri. Benar-benar keterlaluan dan sangat tak tahu diri. Ayah yang sabar hanya sering menjawab…