MENANG adalah candu. Tak ubahnya narkotika. Satu kali menang mungkin keberuntungan. Dua kali menang adalah takdir. Tapi tiga kali menang merupakan kepuasan yang menciptakan kehausan. Ia sudah tiga puluh empat kali menang….
Cerpen : Bendera Piala Dunia oleh Ahmad Akbar
DI serambi tua ini, air mataku jatuh tanpa henti. Kenangan puluhan tahun silam kembali membuka hijabnya. Duka yang begitu dalam yang Indonesia alami begitu pahit. Ngeri mengingatnya kembali. Namun, apa boleh buat…
Cerpen : Cara Mati oleh Puspa Seruni
SAAT napasku tinggal satu per satu, aku malah teringat pada kejadian puluhan tahun silam. Pada tengah malam saat tangan kanan ku menggenggam parang berdiri di tepi jurang di hadapan sepuluh orang dengan…
Cerpen : Mansur Ingin Pulang oleh Kak Ian
SUDAH lima tahun Mansur tidak balik ke kampung halamannya, semenjak ia merantau di ibukota. Tiga tahun karena belum mencukupi uang untuk pulang. Sedangkan dua tahunnya lagi karena terbentur oleh pandemi. Jadi sudah…
Cerpen : Kabut Akhirat oleh Dody Widianto
SEPERTI kupu-kupu, Tuhan menakdirkanku hanya hidup dalam seminggu. Bukan tanpa sebab malaikat-malaikat itu menjemputku lebih awal. Tuhan punya alasan lain yang lebih Dia tahu. Atas nama kemanusiaan juga rasa iba aku dijemput…
Cerpen : Teori Pernikahan Bahagia oleh Aliurridha
Abstrak HERMAWAN memiliki sebuah teori bahwa seseorang yang berasal dari keluarga bahagia dan seseorang yang berasal dari keluarga tidak bahagia punya kecenderungan gagal berumah tangga. Dua orang yang berasal dari latar belakang…
Cerpen : Frame Kematian oleh Sule Subaweh
TEMPIAS air Sungai Selopamioro yang mengular mengenai wajah Arif yang murung dan keruh. Aku tahu ia sedang tidak konsentrasi, bahkan keberadaan gadis jelita yang akan dijadikan model produk usaha yang kurintis tak…
Cerpen : Bulan Ketujuh Kalender Lunar oleh Sunlie Thomas Alexander
SETIAP bulan ketujuh kalender lunar, hantu-hantu akan dihidupkan lagi di kota kecil kami. Oleh adat dan keyakinan juga bakti ala konfusian. Maka daging babi, ayam, ikan atau udang, juga buah-buahan, kue, tiga…
Cerpen : Ngidam Babi oleh Kartika Catur Pelita
Seekor babi hutan, besar dan hitam, terseok memasuki perkampungan. Sepasang matanya menyalang seperti mengancam. Sepasang taring tajam panjang menebarkan kengerian. Si babi hutan semakin jauh memasuki perkampungan. Dalam waktu sekejap, perihal keberadaan…
Cerpen : Perempuan yang Hidup dalam Sesal oleh Wening Niki Yuntari
RUMAH kecil bercat biru itu selalu riuh setiap pagi. Teriakan perempuan yang nyaring menjadi latar suara, melengkapi penampakan rumah yang bak kapal pecah. Dia sibuk sendiri dengan kegiatan rumah tangga. Memasak, mencuci…