Setelah hujan seminggu berhenti, Nikus keluar dari rumahnya dan pergi ke ladang untuk menguburkan sebongkah bangkai anjing. Itu adalah hari yang basah, tanaman-tanaman berbunga, dan hewan piaraan menepi di sekitar pondok tuannya….
Cerpen : Nasihat Suci Para Babi oleh Dino Rawan Putra
DI BAWAH pohon yang rimbun, tak jauh dari tepi peladangan para petani desa, sekelompok babi melepas masa tengah harinya dengan berleha-leha seperti biasanya, seperti yang sudah-sudah semenjak berjuta-juta generasi sebelumnya; dan jika…
Cerpen : Takdir yang Menyamar oleh Bella Sapitri
MARIANA terbangun dengan mata berair. Ia baru saja bermimpi tentang taman mawar biru. Tersesat di antara sekumpulan mawar berduri yang menyayat kulitnya. Entah kenapa perasaannya menjadi sedih, seperti ada sesuatu yang baru…
Cerpen : Setelah Sepuluh Tahun oleh Aliurridha
SEKITAR satu jam setelah matahari tenggelam, Leksi menghentikan laju sepedanya. Dia berdiri di tepi sungai besar yang hampir tiap hari dilaluinya. Sebelumnya, dia tidak pernah berhenti, bahkan sekadar menoleh pun tidak. Kali…
Cerpen : Anu, Mas! oleh Aasya Ifud
TERLIHAT, seorang pria tengah berbicara dengan seorang perempuan. Pembicaraan mereka rasanya sangat menegangkan. Si perempuan terus menunduk, tidak berani menantang pandangan si pria yang mengintimidasi. Pria itu bernama Udin, sedangkan si perempuan…
Cerpen : Seekor Buaya di Sungai Karang Tambak oleh Tjak S. Parlan
Bangkai seekor belanak terapung di arus tenang dan berputar perlahan di sekitar tempat Amir Sareh melemparkan kail. Amir Sareh yang mulai bosan, mendorongnya dengan ujung joran hingga bangkai ikan itu hanyut terbawa…
Cerpen : Sakura Gugur di Kyoto oleh Yusri Fajar
AKU dan kau duduk di bawah pohon sakura di tepi Sungai Kamo, Kyoto. Ratusan hari kita berdua menanti sakura yang hanya bisa disaksikan tak lebih dari lima belas hari. “Jika tak memesona…
Cerpen : 720 Hari Kesepian oleh Fahrul Rozi
TUJUH ratus dua puluh hari kesepian. Nasib membawaku pada hari-hari menyedihkan; panas; bermandi peluh; perih; menggigil; dan muntah adalah hal lumrah dalam dua tahun ini. Kapsul, antibiotik, dan jarum infus layaknya makanan…
Cerpen : Risalah Malin oleh Edy Firmansyah
“AKU tidak ingin jadi polisi. Titik! Bisa dengar keputusanku sekarang?!” kata Malin menyalak. Ia mengatakan itu setelah diam seperti manekin, karena bapaknya terus-menerus ngomel tentang keinginannya agar ia jadi polisi. “Apa alasanmu…
Cerpen : Tungku di Tubuh Ibu oleh Prima Yuanita
Kau bilang tungku dapur itu setiap hari harus mengepul. Jika tak mengepul, maka rumah kita ibarat sebuah kuburan. Dan jika belum mau menjadi penghuni kuburan, maka kita harus memasak. Memasak apa saja…