Beres! Bakiak-bakiak sudah tersusun rapi di rak. Jika kebetulan dapat giliran tugas sore-malam, menyusun puluhan pasang alas kaki kayu adalah akhir dari rutinitas Maksum sebelum pulang. Namanya kerja tentu bikin penat badan,…
Tag: Hasan Al Banna
Cerpen : Bakiak-bakiak Maksum oleh Hasan Al Banna
BERES! Bakiak-bakiak sudah tersusun rapi di rak. Jika kebetulan dapat giliran tugas sore-malam, menyusun puluhan pasang alas kaki kayu adalah akhir dari rutinitas Maksum sebelum pulang. Namanya kerja tentu bikin penat badan,…
Cerpen : Haji Bangladesh oleh Hasan Al Banna
ASLI. Tak ada istimewanya makam itu. Ya, hanya makam kering yang dikurung deretan makam batu. Makam batu, istilah warga menamai makam berkeramik-bernisan pualam atau setidaknya disemen permanen. Makam itu tidak; hanya ditandai…
Cerpen : Kerudung Itik Pulang Petang Sulaman Emak oleh Hasan Al Banna
DALINAR diam melampaui diam patung batu. Dia duduk bermeja mesin jahit goyang kesayangannya yang awet. Kerutan di wajah Dalinar seperti timbul benang bordir di sebidang kain rerak. Ketiga anak laki-lakinya tak bernyali…
Cerpen : 15 Hari Bulan oleh Hasan Al Banna
Di usia yang sudah condong ke barat—begitu Uwak Bandi menggelar masa tuanya—tak ada lagi angan-angan untuk kaya. Menunaikan rukun Islam kelima adalah mutiara keinginannya sebelum ruhnya diraut maut. Uwak Bandi mengerti,…
Cerpen : Rumah Amangboru oleh Hasan Al Banna
Belakangan, tak mudah bagi Haji Sudung membongkar timbunan peristiwa silam di bilik kenangannya. Peristiwa-peristiwa tak ubah barang rongsokan. Semacam lempengan-lempengan besi tua yang menelungkup dan berkarat. Ya, usia begitu tangguh menyusutkan tubuh,…
Cerpen : Sampan Zulaiha oleh Hasan Al Banna
Ia mengekori bapaknya yang berjalan beriring dengan Nurdin. Tangan kiri bapaknya menenteng sejumlah bubu bambu perangkap ikan, juga beberapa bubu nilon penjerat kepiting. Tangan kanannya menggenggam sepasang dayung. Nurdin, meski usianya kurang…
Cerpen : Ceracau Ompu Gabe oleh Hasan Al Banna
“Ompu Gabe?” sergap seorang anak muda pada sebuah petang yang basah. Belum sempurna angguk Ompu Gabe, anak muda itu sudah mengeluarkan sebilah perintah dan gumaman aneh, “…ke lapo tuak terdekat! Mmh, aku…
Cerpen : Tiurmaida oleh Hasan Al Banna
Amang oi! Kontan ia melonjak setengah berteriak. Induk jarinya pecah bercucur darah. Sambil menggendong tangan kirinya yang kebas, ia bergegas turun ke bawah. Mencari daun pagapaga untuk dikunyah, sesegera mungkin dilumurkan ke…
Cerpen : Parompa Sadun Kiriman Ibu oleh Hasan Al Banna
Kembali rasa pedas itu membikin merah dan menggetarkan kedua matanya. Rasa itu pula yang kemudian menghimpun kesedihannya, lantas butir-butir air—hangat dan berasa garam—menghilir ke pipinya yang letih. Hembus napasnya berderak, dadanya sesak!…