Subuh belum begitu habis. Kasbi tak turut jemaah di musala, sudah sekitar satu minggu ini tepatnya. Ia memilih untuk shalat sendiri di rumah, agar bisa lekas melesat ke hutan yang tak jauh…
Bulan: Juni 2024
Cerpen : Belajar Membaca Masa Depan oleh Kedung Darma Romansha
”Masa depanmu mau jadi apa kalau nilaimu begini? Opo yo iso masuk perguruan tinggi negeri. Mbok hidupmu itu sing semangat.” Saya letakkan transkrip nilai itu di atas meja dan pergi meninggalkannya di…
Cerpen : Ramuan Misterius Nyi Hindun oleh Chudori Sukra
UMUR Nyi Hindun sekitar 50-an tahun. Buku tabungan miliknya menunjukkan angka enam puluh juta rupiah. Ia memiliki satu gigi emas yang apabila bicara atau tertawa akan kelihatan jelas oleh para pelanggan warung…
Cerpen : Surat dari Ibu oleh Ni Luh Pradnya Wulandari
Langit sore ini lebih gelap daripada biasanya. Angin kecil yang terasa dingin menerpa rambutku pelan. Kulihat setitik air mulai jatuh dari langit, awalnya hanya beberapa, tapi lama-kelamaan semakin banyak dan deras. Aku…
Cerpen : Niskala oleh Rosidatul Arifah
NISKALA, nakhoda itu masih memerintah semua jalan pelayaranku hingga hari ini. Nakhoda itu masih mengetuai semuanya, tak ada ubahnya, masih persis seperti awal! Sebelum senyummu dan semua yang menjadi muasal senyum itu…
Cerpen : Rumah Air oleh Budi Saputra
”Inilah banjir besar terparah sejak lima puluh tahun terakhir.” ”Parah, banyak orang merugi. Tak bisa panen sawit, tak bisa panen karet. Jalanan kini harus pakai perahu. Buaya pun mengintai. Hati-hati.” Meski jauh…
Cerpen : Guru Besar oleh Iin Farliani
AKU bangkit dari bak berisi cairan formalin. Seluruh tubuhku menguarkan bau yang sangat menyengat. Bau yang akan mengikuti mahasiswa kedokteran ke mana pun mereka pergi sehabis mereka menyelesaikan praktikum anatomi di ruangan…
Cerpen : Kisah Seorang Perempuan oleh Siti Rubaiah Al Adawiyah
AKU bingung mendeskripsikan siapa aku dalam rumah ini. Ibu selalu menumpahkan segala keluh kesah kepadaku, apapun yang ia rasakan. Rasa kesal pada suaminya, ia ceritakan padaku. Rasa lelah mengurus anak-anaknya, ia bicarakan…
Cerpen : Tanah Terjanji oleh Safry Dosom
SETELAH kemarin peti mati itu tiba, tangisan Elisabeth pun berlarut-larut sampai berhari-hari. Matanya membengkak dan suara tangisannya mulai serak. Badan menjadi lemah tak berdaya. Berkali-kali ia menyebut nama suaminya yang terbaring kaku…
Cerpen : Bunga Bulan oleh Saras Dewi
Aksara menghubungkan aku dan adikku. Tisikan huruf adalah jembatan kata-kata yang mempertemukan surga dan bumi. Aku bergantung pada paragraf-paragraf ini untuk menceritakan petualangan kami berdua. Adikku adalah seorang yang usil dan jenaka….