“KAMU jangan lama pulangnya. Aku kesepian,” kataku padanya. Sembilan hari merantau ke New York dan tinggal di Brooklyn ini, aku belum punya teman untuk mengobrol. Tetangga pun tak ada yang bisa kuajak…
Kategori: KOMPAS ONLINE
Cerpen : Kutilang Jadi Polisi Hutan oleh Saiful Asyhad
DI sebuah hutan yang indah dan rimbun, tinggallah seekor burung kutilang bernama Duti. Duti adalah burung yang pintar, rajin, dan sangat peduli pada seluruh penghuni hutan. Setiap hari, ia berkeliling hutan, memastikan…
Cerpen : Komando Malam Itu oleh Ahmadul Faqih Mahfudz
“KEADILAN mungkin tidak selalu kau temukan dalam sepak bola. Namun, dalam sepak bola bisa kau lihat bagaimana keadilan dijunjung ke dalam lapangan atau justru ditendang ke luar lapangan.” Ucapan Dayat membiusku. Meski…
Cerpen : Konser Boru Naritik oleh Yessy Sinubulan
Meski dicemberuti sebagian besar ibu-ibu, Boru Naritik yang memakai baju merah ketat tetap meliuk-liuk di atas panggung, mirip selang cuci darah. Mak Gabe sedang menyogok perawat dengan lima bungkus besar kopi ketika…
Cerpen : Si Kelinci Kecil yang Jujur oleh Imam Khanafi
DI sebuah hutan yang rindang, hiduplah seekor kelinci kecil bernama Bulan. Bulunya yang putih bersih membuatnya terlihat sangat cantik. Bulan sangat suka bermain dengan teman-temannya seperti Ceria si tupai dan Bijaksana si…
Cerpen : Konser Boru Naritik oleh Yessy Sinubulan
MESKI dicemberuti sebagian besar ibu-ibu, Boru Naritik yang memakai baju merah ketat tetap meliuk-liuk di atas panggung, mirip selang cuci darah. Mak Gabe sedang menyogok perawat dengan lima bungkus besar kopi ketika…
Cerpen : Menonton Wayang oleh Gde Aryantha Soethama
Seorang lelaki punya pengalaman sangat berkesan ketika menonton pergelaran wayang kulit. Waktu itu, awal 1960-an, ia masih di sekolah dasar. Dari tempat tinggalnya di kota K, ia acap pulang kampung, sebuah dusun…
Cerpen : Menonton Wayang oleh Gde Aryantha Soethama
SEORANG lelaki punya pengalaman sangat berkesan ketika menonton pergelaran wayang kulit. Waktu itu, awal 1960-an, ia masih di sekolah dasar. Dari tempat tinggalnya di kota K, ia acap pulang kampung, sebuah dusun…
Cerpen : Merenda Waktu oleh Nuryana Asmaudi SA
Hampir senja. Perempuan lingsir itu sebentar lagi akan meninggalkan kebun, masuk ke dalam rumahnya. Setelah magrib biasanya dia tak keluar lagi, tenggelam dalam lautan malam: sembahyang, mengaji atau kegiatan lainnya sampai tertidur…
Cerpen : Nia dan Mulut Manis Suaminya oleh Herumawan P A
Nia masih mau menerima kondisi Deni yang melarat akibat judi online. ”Terima kasih, istriku. Sudah memberikan kesempatan kedua. Aku janji akan berubah demi kamu dan anak dalam kandunganmu.” Nia mengangguk senang. Kesabarannya menasehati…