BELUM genap setengah hari setelah putusan itu. Putusan pengadilan yang menyatakan: tanah yang selama ini dikuasai adat, kini sah jadi milik Sudarma. Puluhan orang dengan beringas dan penuh amarah datang menyambangi rumah…
Kategori: KOMPAS ONLINE
Cerpen : Nyaris oleh Gandi Sugandi
Pada satu postingan satu grup media sosial kampus, ada sepuluh foto, berisi sekumpulan perempuan sedang berada di satu taman hutan raya. Semuanya tampak kompak bersukaria. Dari semua foto, ada satu yang menarik…
Cerpen : Tembok-tembok Paling Kokoh di Dunia oleh
Ia lelaki Jerman yang berasal dari sisi timur kota Berlin pada masa lampau. Persisnya dari bagian yang banyak orang-orang terpasung, seragam, tanpa celah untuk bersuara lain kecuali menirukan suara kekuasaan. Kami berdua…
Cerpen : Kado Ulang Tahun untuk Ibu Wulan oleh Iliana Loelianto
MINGGU depan, Ibu Wulan berulang tahun. Fani dan teman-teman kelasnya di kelas 5 SD Pertiwi, Makassar, Sulawesi Selatan, berencana memberikan kado ulang tahun. Mereka masih bingung menentukan kado yang akan mereka berikan…
Cerpen : Dari Teluk Terima kepada Dewa-dewa oleh Tiqom Tarra
LANGIT berubah kelam dan bumi terguncang. Saat itu pula istrimu, Ni Layonsari, tahu bahwa sesuatu telah terjadi padamu. Perempuan yang baru tujuh hari kau persunting itu telah lama mendapat firasat buruk tentangmu….
Cerpen : Magnolia oleh Nuzul Ilmiawan
Tak pernah dalam hidup relung hatiku berkata bahwa dialah orangnya, kecuali saat aku bertemu dengan Magnolia di perempatan jalan yang lengang pada pukul satu pagi. Malam yang gelap menjadi terang lewat matanya…
Cerpen : Annyeong Haseyo, Kim oleh Fakhrunnas Ma Jabar
Musim dingin baru saja turun di Seoul. Suhu dikabarkan minus delapan derajat celsius. Seoul benar-benar memutih. Tak ada hamparan atau bangunan yang tak diselimuti salju. Butir-butir salju itu terus saja berjatuhan. Tak…
Cerpen : Kayu Nisan Terakhir oleh Iggi H Achsien
RASANYA tidak ada yang mengharapkan kematian. Meski kematian adalah keniscayaan, bahwa semua makhluk yang hidup pasti akan mati. Karena kematian biasanya dianggap kemalangan yang membuat orang-orang yang ditinggalkan jadi berduka. Rumahnya pun…
Cerpen : Kayu Nisan Terakhir oleh Iggi H Achsien
Rasanya tidak ada yang mengharapkan kematian. Meski kematian adalah keniscayaan, bahwa semua makhluk yang hidup pasti akan mati. Karena kematian biasanya dianggap kemalangan yang membuat orang-orang yang ditinggalkan jadi berduka. Rumahnya pun…
Cerpen : Kenapa Si Gondrong Berambut Cepak? oleh Diah Novianti
Barisan tenda terpal biru digulung satu per satu pada suatu siang berdebu. Meja-meja kayu berikut bangku-bangku plastik diangkut ke gerobak terparkir di tepi jalan raya. Sungguh suatu pemandangan tak biasa. Para pedagang…