”Ini buat kamu, Jilu,” kata Om Aloy sambil menyodorkan lolipop. ”Masak aku dikasih makanan anak kecil, Om?” ”Saya teringat anak saya ketika tadi membeli minuman.” ”Hmm…, kalau begitu terima kasih, Om.” ”Sama-sama….
Cerpen : Silentium oleh Windhu Wee
*1* Namaku Bre Thaeliky, panggil saja Bre. Aku seorang istri yang suka sekali memandangi suamiku, dulu dan hingga kini. Siang ini, aku masih melihatnya sama dan aku melihatnya masih sama. Pemikiran yang…
Cerpen : Salamah dan Malam yang Tak Terlupakan oleh Lilik HS
Desa Sudi Mulyo mendadak gempar. Dari mulut ke mulut segera berembus kabar, ada sepotong kepala melayang-layang menjumpai beberapa penduduk desa. Sosok kepala itu pertama kali mendatangi Nurdin, seorang pensiunan guru. Pagi ini,…
Cerpen : Setelah Perang di Pulau Galang oleh Risen Dhawuh Abdullah
Dingin udara malam menusuk tulang saat kapal yang kutumpangi tiba di sebuah pulau. Malam ini tidak hujan sehingga memudahkan kami—orang-orang yang berada di kapal—menurunkan barang-barang bawaan, tanpa ketergesaan. Aku menurunkan barang bawaan…
Cerpen : Kebun Cengkeh oleh N. Ayu Hapsary
Bagai deburan ombak, sepoi angin itu berembus menerpa rambut Hana yang terurai. Kadang kencang, kadang pelan. Ia melihat begitu rimbuknya daun-daun dari pohon cengkeh yang sudah menjulang tinggi, bahkan melebihi tiang listrik….
Cerpen : Kupu-kupu di Pusara Ibu oleh Fanny J Poyk
Ketika berkunjung ke makam ibu, ada seekor kupu-kupu bertengger tepat di atas pusaranya. Warna kupu-kupu itu kuning bercampur ungu dengan garis-garis hitam kebiruan di setiap pinggirannya. Ukuran kupu-kupu itu hampir setelapak tanganku,…
Cerpen : Keple oleh M Boernomo
Peristiwa aneh muncul di dalam persidangan tindak pidana korupsi. Tiba-tiba hakim tersenyum puas setelah mengetok palu vonis 2 tahun penjara kepada mantan bupati yang duduk di kursi terdakwa dalam kasus korupsi. Mantan…
Cerpen : Hari Itu, Laut Sedang Pasang oleh Rizky Alvian
Bhari duduk di dermaga, lalu mengedar pandangan di cakrawala. Ia iri pada ombak yang mengajak buih-buih untuk bersama bergulung, berkejaran, tanpa meninggalkan satu sama lain ”Ayo, bujang!” Bang Toni menepuk bahu Bhari,…
Cerpen: Cinta yang Bergunung-gunung oleh Darmawati Majid
SINOPSIS: Cerpen “Cinta yang Bergunung-gunung” karya Darmawati Majid mengisahkan seorang wanita yang suaminya bunuh diri setelah pulang membawa bayi dari pernikahan rahasia. Wanita tersebut belum bisa menerima pengkhianatan suaminya. Dia menjadi ibu…
Cerpen : Tak Ada Jalan Balik ke Buru oleh Martin Aleida
Rumah ini sudah jompo, sejompo-jomponya. Tinggal Surti yang tersisa. Perempuan yang lebih tua lima tahun dari aku. Satu-satunya penghuni yang harus kuopeni. Kemudian Dik, anjing blasteran gembala jerman berumur 13. Dia melanjutkan…